Follow Us :              

Cegah Perundungan, Forum Anak Rembang Gagas Website Stop Bullying

  10 March 2020  |   09:00:00  |   dibaca : 657 
Kategori :
Bagikan :


Cegah Perundungan, Forum Anak Rembang Gagas Website Stop Bullying

10 March 2020 | 09:00:00 | dibaca : 657
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

JEPARA - Maraknya perundungan di kalangan pelajar di berbagai daerah, mendorong komunitas remaja yang tergabung dalam Forum Anak Rembang (FAR) untuk membuat website Stop Bullying. Selain berisi informasi tentang dampak buruk perundungan, juga memuat beragam konten informatif bagi generasi bangsa.


Gagasan ini disampaikan Muhammad Helmi Zirey di sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Pembangunan Wanarakuti-Banglor, yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan sejumlah kepala daerah, di Pendapa Kartini Jepara, Selasa (10/3/2020).


"Pada kesempatan ini, kami meminta dukungan bapak Gubernur Jawa Tengah agar kami dapat segera merealisasikan rencana pembuatan website Stop Bullying sehingga nantinya juga bisa diterapkan di semua sekolah di Jateng," ujar siswa SMKN 1 Rembang itu.


Helmi mengatakan, website itu nantinya akan memuat informasi mengenai perundungan, termasuk menyangkut dampak buruk dari aksi mencela, mengejek, melakukan kekerasan fisik, seksual, atau hal-hal buruk lainnya yang kerap terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. 


Usulan ini ditanggapi positif oleh Ganjar. Meski demikian, menurutnya perlu peran masyarakat, orangtua, dan guru sehingga aksi perundungan tidak lagi terjadi.


*DM Instagram*

Dalam setiap agenda Musrenbang di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar selalu memberikan keistimewaan kepada perwakilan perempuan, anak-anak dan disabilitas untuk mengajukan pertanyaan dan pendapatnya. Begitu pula saat musrenbang yang melibatkan lima kabupaten, meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora itu. 


Selain Helmi, perwakilan anak lainnya yang turut urun rembug adalah Anggun Ratna. Namun karena kehabisan sesi dialog, Anggun terpaksa menitipkan masukannya melalui Helmi.


"Anggun ingin menyampaikan soal bus sekolah," jawab Helmi saat ditanya Ganjar.


Ganjar menangkap raut kekecewaan Anggun yang tidak bisa menyampaikan pendapatnya di forum. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu lantas meminta Anggun untuk menyampaikan masukan melalui direct message (DM) Instagram pribadi Ganjar. Raut kecewa Anggun seketika berubah ceria.


"Ada tiga persoalan yang saya sampaikan, pertama soal bus sekolah yang sekarang sudah tidak ada. Kedua pendampingan terhadap pengidap HIV/AIDS dan bullying. Soal pendampingan pengidap HIV/AIDS itu yang paling mendesak," kata siswi SMAN 1 Bangsri Jepara itu seusai acara.


Bagikan :

JEPARA - Maraknya perundungan di kalangan pelajar di berbagai daerah, mendorong komunitas remaja yang tergabung dalam Forum Anak Rembang (FAR) untuk membuat website Stop Bullying. Selain berisi informasi tentang dampak buruk perundungan, juga memuat beragam konten informatif bagi generasi bangsa.


Gagasan ini disampaikan Muhammad Helmi Zirey di sela Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Wilayah Pembangunan Wanarakuti-Banglor, yang dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan sejumlah kepala daerah, di Pendapa Kartini Jepara, Selasa (10/3/2020).


"Pada kesempatan ini, kami meminta dukungan bapak Gubernur Jawa Tengah agar kami dapat segera merealisasikan rencana pembuatan website Stop Bullying sehingga nantinya juga bisa diterapkan di semua sekolah di Jateng," ujar siswa SMKN 1 Rembang itu.


Helmi mengatakan, website itu nantinya akan memuat informasi mengenai perundungan, termasuk menyangkut dampak buruk dari aksi mencela, mengejek, melakukan kekerasan fisik, seksual, atau hal-hal buruk lainnya yang kerap terjadi di kalangan anak-anak dan remaja. 


Usulan ini ditanggapi positif oleh Ganjar. Meski demikian, menurutnya perlu peran masyarakat, orangtua, dan guru sehingga aksi perundungan tidak lagi terjadi.


*DM Instagram*

Dalam setiap agenda Musrenbang di Jawa Tengah, Gubernur Ganjar selalu memberikan keistimewaan kepada perwakilan perempuan, anak-anak dan disabilitas untuk mengajukan pertanyaan dan pendapatnya. Begitu pula saat musrenbang yang melibatkan lima kabupaten, meliputi Kabupaten Jepara, Kudus, Pati, Rembang dan Blora itu. 


Selain Helmi, perwakilan anak lainnya yang turut urun rembug adalah Anggun Ratna. Namun karena kehabisan sesi dialog, Anggun terpaksa menitipkan masukannya melalui Helmi.


"Anggun ingin menyampaikan soal bus sekolah," jawab Helmi saat ditanya Ganjar.


Ganjar menangkap raut kekecewaan Anggun yang tidak bisa menyampaikan pendapatnya di forum. Orang nomor satu di Jawa Tengah itu lantas meminta Anggun untuk menyampaikan masukan melalui direct message (DM) Instagram pribadi Ganjar. Raut kecewa Anggun seketika berubah ceria.


"Ada tiga persoalan yang saya sampaikan, pertama soal bus sekolah yang sekarang sudah tidak ada. Kedua pendampingan terhadap pengidap HIV/AIDS dan bullying. Soal pendampingan pengidap HIV/AIDS itu yang paling mendesak," kata siswi SMAN 1 Bangsri Jepara itu seusai acara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu