Follow Us :              

Presiden Keluarkan Larangan Mudik, Ganjar : Saya Sangat Setuju

  21 April 2020  |   13:00:00  |   dibaca : 871 
Kategori :
Bagikan :


Presiden Keluarkan Larangan Mudik, Ganjar : Saya Sangat Setuju

21 April 2020 | 13:00:00 | dibaca : 871
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung keputusan Presiden Joko Widodo memutuskan larangan mudik tahun ini. Menurutnya, keputusan larangan mudik sangat tepat untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19 dari zona merah ke desa-desa.

"Saya sangat setuju dan mendukung keputusan ini, karena pasti dilakukan dengan evaluasi yang tepat dan akurat. Saya kira, Pak Presiden telah melakukan evaluasi selama ini, sebab faktanya, meskipun dihimbau untuk tidak mudik, tetap saja masyarakat nekat," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Selasa (21/4/2020).

Soal pemudik, menurut Ganjar sampai saat ini sudah ada 600 ribu lebih warga Jateng yang pulang kampung dari Jabodetabek. Menurutnya, jumlah itu masih sangat kecil dibanding total warga Jateng yang ada di sana. Maka dia berharap pemerintah setempat menjamin kehidupan warga Jateng.

"Total warga Jateng di Jabodetabek itu ada 7 jutaan, jadi yang mudik masih sangat kecil. Untuk itu, kami berharap larangan mudik ini benar-benar memperhatikan nasib warga kami yang ada di sana. Mereka yang tidak pulang, harus benar-benar direscue, sehingga mendapat jaminan dari pemerintah," tegasnya.

Ganjar juga meminta agar pendaftaran bantuan sosial untuk warga Jateng di Jakarta diperpanjang. Semula, pendaftaran dibuka hingga Kamis (23/4/2020) namun ternyata banyak warga Jateng yang belum mendapatkan bantuan.

"Tadi saya duduk selama tiga jam saja mendapat keluhan banyak warga saya tentang itu. Bagaimana mereka tidak bisa daftar di RW, katanya suruh nunggu dan lainnya. Maka kami minta, persoalan ini menjadi perhatian," imbuhnya.

Kepada warga Jateng di Jakarta, Ganjar berharap mereka saling mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu sesama warga Jateng lainnya selama pandemi ini berlangsung.

"Saya yakin nilai-nilai (tolong-menolong) itu masih ada, maka saya dorong seluruh lapisan masyarakat, swasta, filantropi dan lainnya untuk bergerak memberikan bantuan," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mendukung keputusan Presiden Joko Widodo memutuskan larangan mudik tahun ini. Menurutnya, keputusan larangan mudik sangat tepat untuk memotong mata rantai penyebaran covid-19 dari zona merah ke desa-desa.

"Saya sangat setuju dan mendukung keputusan ini, karena pasti dilakukan dengan evaluasi yang tepat dan akurat. Saya kira, Pak Presiden telah melakukan evaluasi selama ini, sebab faktanya, meskipun dihimbau untuk tidak mudik, tetap saja masyarakat nekat," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Selasa (21/4/2020).

Soal pemudik, menurut Ganjar sampai saat ini sudah ada 600 ribu lebih warga Jateng yang pulang kampung dari Jabodetabek. Menurutnya, jumlah itu masih sangat kecil dibanding total warga Jateng yang ada di sana. Maka dia berharap pemerintah setempat menjamin kehidupan warga Jateng.

"Total warga Jateng di Jabodetabek itu ada 7 jutaan, jadi yang mudik masih sangat kecil. Untuk itu, kami berharap larangan mudik ini benar-benar memperhatikan nasib warga kami yang ada di sana. Mereka yang tidak pulang, harus benar-benar direscue, sehingga mendapat jaminan dari pemerintah," tegasnya.

Ganjar juga meminta agar pendaftaran bantuan sosial untuk warga Jateng di Jakarta diperpanjang. Semula, pendaftaran dibuka hingga Kamis (23/4/2020) namun ternyata banyak warga Jateng yang belum mendapatkan bantuan.

"Tadi saya duduk selama tiga jam saja mendapat keluhan banyak warga saya tentang itu. Bagaimana mereka tidak bisa daftar di RW, katanya suruh nunggu dan lainnya. Maka kami minta, persoalan ini menjadi perhatian," imbuhnya.

Kepada warga Jateng di Jakarta, Ganjar berharap mereka saling mengulurkan tangan dan bergotong royong membantu sesama warga Jateng lainnya selama pandemi ini berlangsung.

"Saya yakin nilai-nilai (tolong-menolong) itu masih ada, maka saya dorong seluruh lapisan masyarakat, swasta, filantropi dan lainnya untuk bergerak memberikan bantuan," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu