Follow Us :              

Gus Yasin Ajak Santri dan Kiai Bergerak Lebih Cepat Atasi Pandemi

  22 October 2020  |   21:00:00  |   dibaca : 209 
Kategori :
Bagikan :

Gus Yasin Ajak Santri dan Kiai Bergerak Lebih Cepat Atasi Pandemi

22 October 2020 | 21:00:00 | dibaca : 209
Kategori :
Bagikan :

Foto : Irfani (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Irfani (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan, selama pandemi COVID-19, sudah 100 lebih kiai yang meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan itu. Maka, tugas santri, pemerintah, dan masyarakat yakni bergotong-royong melakukan pencegahan agar tidak ada lagi kiai yang meninggal akibat COVID-19.

Penegasan Taj Yasin itu disampaikan saat Istighosah Kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Masjid Al Khusuf Kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2020) malam. 
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 dengan tema Santri Sehat Indonesia Kuat, itu diharapkan Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, menjadi momentum kaum santri untuk bergerak dan lebih semangat berjuang bersama semua pihak melawan COVID-19. 
"Termasuk para kiai supaya aktif bergerak mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Dokter memang sanggup menangani orang yang terpapar COVID-19, tetapi penanggulangan dan pencegahannya adalah tugas kita bersama. Kiai, santri dan semua komponen masyarakat," ujarnya.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom, mengatakan semua manusia, termasuk kaum santri harus hidup dengan kebiasaan baru. Yaitu senantiasa menerapkan protokol kesehatan, serta menyesuaikan sekaligus menguasai perkembangan teknologi secara cepat.
"Proses penyesuaian ini menjadi berkah bagi kita. Kondisi tersebut memaksa manusia untuk menyesuaikan dan mengenal teknologi digital dengan sangat cepat," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen mengatakan, selama pandemi COVID-19, sudah 100 lebih kiai yang meninggal dunia akibat terpapar virus mematikan itu. Maka, tugas santri, pemerintah, dan masyarakat yakni bergotong-royong melakukan pencegahan agar tidak ada lagi kiai yang meninggal akibat COVID-19.

Penegasan Taj Yasin itu disampaikan saat Istighosah Kebangsaan dalam rangka peringatan Hari Santri Nasional 2020 di Masjid Al Khusuf Kompleks Balai Kota Semarang, Kamis (22/10/2020) malam. 
Peringatan Hari Santri Nasional 2020 dengan tema Santri Sehat Indonesia Kuat, itu diharapkan Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, menjadi momentum kaum santri untuk bergerak dan lebih semangat berjuang bersama semua pihak melawan COVID-19. 
"Termasuk para kiai supaya aktif bergerak mengajak masyarakat menerapkan protokol kesehatan pencegahan COVID-19. Dokter memang sanggup menangani orang yang terpapar COVID-19, tetapi penanggulangan dan pencegahannya adalah tugas kita bersama. Kiai, santri dan semua komponen masyarakat," ujarnya.

Ketua PCNU Kota Semarang KH Anasom, mengatakan semua manusia, termasuk kaum santri harus hidup dengan kebiasaan baru. Yaitu senantiasa menerapkan protokol kesehatan, serta menyesuaikan sekaligus menguasai perkembangan teknologi secara cepat.
"Proses penyesuaian ini menjadi berkah bagi kita. Kondisi tersebut memaksa manusia untuk menyesuaikan dan mengenal teknologi digital dengan sangat cepat," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu