Follow Us :              

Ganjar Serahkan Sembako Untuk Bantu Sesepuh Gereja

  07 January 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 669 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Serahkan Sembako Untuk Bantu Sesepuh Gereja

07 January 2021 | 10:00:00 | dibaca : 669
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan sembako untuk para sesepuh gereja di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa 5 ton beras, setengah kwintal telur dan 500 dus mie instan. 

"Bantuan ini kami berikan atas permintaan gereja-gereja, katanya untuk membantu kelompok kasepuhan, ibu-ibu jemaat yang sudah sepuh-sepuh. Makanya kami berikan bantuan ini agar bisa meringankan beban mereka," kata Ganjar saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan pemimpin gereja yang tergabung dalam Persekutuan Doa Oikumene Kristen-Katolik Mutiara Kasih Semarang, Kamis (7/1/2021). 

Sejumlah perwakilan gereja yang hadir dalam acara itu di antaranya Gereja Bethel Indonesia, Gereja Baptis Indonesia, Gereja Bethel Tabernakel, PGI.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga mengingatkan bahwa saat ini pandemi masih berlangsung dan grafiknya terus meningkat. Maka dari itu, Ia meminta para pemimpin gereja untuk melakukan edukasi dan sosialisasi terkait disiplin protokol kesehatan.

"Karena bantuan ini mau diberikan pada jemaat yang sudah sepuh-sepuh, maka saya mengingatkan agar mereka yang sudah sepuh itu tidak banyak ke luar rumah. Saya minta semua saling menjaga di lingkungan masing-masing, termasuk lingkungan gereja ini," ucap Ganjar.

Apalagi, pemerintah telah memutuskan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali mulai 11 Januari mendatang. Untuk itu, Ganjar meminta pihak gereja melakukan sosialisasi kepada lingkungan dan jemaatnya masing-masing.

"Beberapa kabupaten/kota akan disiapkan untuk dilakukan PSBB. Maka saya berharap pihak gereja ikut membantu menyosialisasikan kebijakan ini," pungkas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Persekutuan Doa Oikumene Kristen-Katolik Mutiara Kasih Semarang, EV. Satriyo mengatakan, bantuan sembako yang diterima itu nantinya akan diberikan pada ibu-ibu sepuh jemaat di sejumlah gereja wilayah Jawa Tengah. Bantuan itu diharapkan mampu sedikit meringankan kehidupan mereka.

"Ini bantuan kedua kalinya, setelah Natal kemarin kami juga mendapat bantuan. Puji Tuhan, pak Gubernur memberikan bantuan ini dan beliau bahkan datang langsung untuk menyerahkan. Saya mewakili jemaat mengucapkan banyak terima kasih, karena perhatian pemerintah pada gereja sangat besar," kata Satriyo.

Terkait pesan Ganjar untuk meningkatkan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, para pendeta, rohaniawan dan lainnya sepakat untuk terus menyampaikan pada jemaat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Dalam acara-acara resmi, khotbah, doa dan lainnya kami pasti akan mengingatkan jemaat untuk menjaga kesehatan. Kita harus mencegah penularan penyakit sedini mungkin agar tidak tertular," ucapnya.

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Satriyo juga sudah dilakukan selama ini. Umat dibatasi jumlahnya untuk beribadat di gereja, jadwal peribadatan ditambah serta penerapan protokol kesehatan lainnya.

"Selain di gereja, kami juga akan melakukan edukasi secara langsung saat memberikan bantuan ini kepada penerima. Kami berharap jemaat mendukung program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran (COVID-19),” pungkas Satriyo.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menyerahkan bantuan sembako untuk para sesepuh gereja di Jawa Tengah. Bantuan itu berupa 5 ton beras, setengah kwintal telur dan 500 dus mie instan. 

"Bantuan ini kami berikan atas permintaan gereja-gereja, katanya untuk membantu kelompok kasepuhan, ibu-ibu jemaat yang sudah sepuh-sepuh. Makanya kami berikan bantuan ini agar bisa meringankan beban mereka," kata Ganjar saat menyerahkan bantuan kepada perwakilan pemimpin gereja yang tergabung dalam Persekutuan Doa Oikumene Kristen-Katolik Mutiara Kasih Semarang, Kamis (7/1/2021). 

Sejumlah perwakilan gereja yang hadir dalam acara itu di antaranya Gereja Bethel Indonesia, Gereja Baptis Indonesia, Gereja Bethel Tabernakel, PGI.

Pada kesempatan itu, Ganjar juga mengingatkan bahwa saat ini pandemi masih berlangsung dan grafiknya terus meningkat. Maka dari itu, Ia meminta para pemimpin gereja untuk melakukan edukasi dan sosialisasi terkait disiplin protokol kesehatan.

"Karena bantuan ini mau diberikan pada jemaat yang sudah sepuh-sepuh, maka saya mengingatkan agar mereka yang sudah sepuh itu tidak banyak ke luar rumah. Saya minta semua saling menjaga di lingkungan masing-masing, termasuk lingkungan gereja ini," ucap Ganjar.

Apalagi, pemerintah telah memutuskan Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di wilayah Jawa-Bali mulai 11 Januari mendatang. Untuk itu, Ganjar meminta pihak gereja melakukan sosialisasi kepada lingkungan dan jemaatnya masing-masing.

"Beberapa kabupaten/kota akan disiapkan untuk dilakukan PSBB. Maka saya berharap pihak gereja ikut membantu menyosialisasikan kebijakan ini," pungkas Ganjar.

Sementara itu, Ketua Persekutuan Doa Oikumene Kristen-Katolik Mutiara Kasih Semarang, EV. Satriyo mengatakan, bantuan sembako yang diterima itu nantinya akan diberikan pada ibu-ibu sepuh jemaat di sejumlah gereja wilayah Jawa Tengah. Bantuan itu diharapkan mampu sedikit meringankan kehidupan mereka.

"Ini bantuan kedua kalinya, setelah Natal kemarin kami juga mendapat bantuan. Puji Tuhan, pak Gubernur memberikan bantuan ini dan beliau bahkan datang langsung untuk menyerahkan. Saya mewakili jemaat mengucapkan banyak terima kasih, karena perhatian pemerintah pada gereja sangat besar," kata Satriyo.

Terkait pesan Ganjar untuk meningkatkan sosialisasi disiplin protokol kesehatan, para pendeta, rohaniawan dan lainnya sepakat untuk terus menyampaikan pada jemaat tentang pentingnya menjaga kesehatan dan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah penyebaran COVID-19.

"Dalam acara-acara resmi, khotbah, doa dan lainnya kami pasti akan mengingatkan jemaat untuk menjaga kesehatan. Kita harus mencegah penularan penyakit sedini mungkin agar tidak tertular," ucapnya.

Penerapan protokol kesehatan, lanjut Satriyo juga sudah dilakukan selama ini. Umat dibatasi jumlahnya untuk beribadat di gereja, jadwal peribadatan ditambah serta penerapan protokol kesehatan lainnya.

"Selain di gereja, kami juga akan melakukan edukasi secara langsung saat memberikan bantuan ini kepada penerima. Kami berharap jemaat mendukung program pemerintah dalam upaya memutus mata rantai penyebaran (COVID-19),” pungkas Satriyo.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu