Follow Us :              

Tumbuhkan Ekonomi Desa, Wagub Dorong Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih di Jateng 

  14 January 2026  |   07:30:00  |   dibaca : 26 
Kategori :
Bagikan :


Tumbuhkan Ekonomi Desa, Wagub Dorong Sinergi BUMDes dan Koperasi Merah Putih di Jateng 

14 January 2026 | 07:30:00 | dibaca : 26
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

BOYOLALI — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya. Dengan begitu, hal ini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Hal itu disampaikannya dalam rangkaian acara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP mampu mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya penuntasan kemiskinan.

Wagub mengungkapkan, sudah ada 7.595 desa (97,25%) yang telah membentuk BUMDes dari total 7.810 desa di Jateng. Sementara itu, jumlah BUMDes yang sudah berbadan hukum per akhir September 2024 mencapai 2.985 badan usaha. 

“Memang perlu kita dorong (sinergi BUMDes dan KDKMP ini),” ucapnya. 

Dengan adanya peringatan Hari Desa Nasional, harapannya, hal ini mampu memperkuat komitmen pemerintah daerah dan desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa, seperti BUMDes, koperasi desa, UMKM, dan sebagainya.

“Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa (bisa) semakin makmur,” ucap Wagub.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali memberikan dampak pada aktivitas ekonomi wilayah sekitar. Sebab, tingginya pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung dapat mengungkit sektor jasa dan usaha.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan, penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan berbagai langkah nyata. Contohnya dengan memberikan dukungan terhadap pelaku usaha di level desa agar mereka bisa naik kelas.

“Ini cara konkret untuk membangun desa dari bawah, untuk (meningkatkan) pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” katanya. 

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kesiapan Jateng, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ia menilai, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi serta memperkuat peran desa sebagai penggerak ekonomi.

“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tetapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani, menambahkan, Pameran Produk Unggulan Desa menjadi bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ada lebih dari 90 UMKM yang ikut serta meramaikan kegiatan ini, termasuk dari BUMDes terbaik.

“Pameran produk unggulan ini merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Desa tahun 2026, yang kami jadikan wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujarnya.


Bagikan :

BOYOLALI — Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mendorong sinergi antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di wilayahnya. Dengan begitu, hal ini mampu memperkuat pertumbuhan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat di tingkat desa.

Hal itu disampaikannya dalam rangkaian acara Peringatan Hari Desa Nasional 2026 di Desa Butuh, Kecamatan Mojosongo, Kabupaten Boyolali pada Rabu, 14 Januari 2026.

Ia menilai, sinergi antara BUMDes dan KDKMP mampu mempercepat penguatan ekonomi desa sekaligus mendukung upaya penuntasan kemiskinan.

Wagub mengungkapkan, sudah ada 7.595 desa (97,25%) yang telah membentuk BUMDes dari total 7.810 desa di Jateng. Sementara itu, jumlah BUMDes yang sudah berbadan hukum per akhir September 2024 mencapai 2.985 badan usaha. 

“Memang perlu kita dorong (sinergi BUMDes dan KDKMP ini),” ucapnya. 

Dengan adanya peringatan Hari Desa Nasional, harapannya, hal ini mampu memperkuat komitmen pemerintah daerah dan desa dalam membangun ekonomi berbasis potensi lokal. Salah satunya melalui penguatan kelembagaan ekonomi desa, seperti BUMDes, koperasi desa, UMKM, dan sebagainya.

“Semoga Jawa Tengah dan Indonesia, lewat desa (bisa) semakin makmur,” ucap Wagub.

Ia mengatakan, penyelenggaraan Hari Desa Nasional di Boyolali memberikan dampak pada aktivitas ekonomi wilayah sekitar. Sebab, tingginya pergerakan masyarakat selama kegiatan berlangsung dapat mengungkit sektor jasa dan usaha.

Sementara itu, Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto, menegaskan, penguatan ekonomi desa perlu dilakukan dengan berbagai langkah nyata. Contohnya dengan memberikan dukungan terhadap pelaku usaha di level desa agar mereka bisa naik kelas.

“Ini cara konkret untuk membangun desa dari bawah, untuk (meningkatkan) pertumbuhan dan pemerataan ekonomi, sekaligus pemberantasan kemiskinan,” katanya. 

Pada kesempatan itu, ia mengapresiasi kesiapan Jateng, khususnya Boyolali, sebagai tuan rumah peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ia menilai, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi serta memperkuat peran desa sebagai penggerak ekonomi.

“Dengan pameran produk unggulan desa ini, kita ingin memastikan desa bukan lagi pemain pinggiran, tetapi desa menjadi pemain utama ekonomi di Indonesia,” ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pembangunan Ekonomi dan Investasi Desa Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Tabrani, menambahkan, Pameran Produk Unggulan Desa menjadi bagian dari rangkaian acara Peringatan Hari Desa Nasional 2026. Ada lebih dari 90 UMKM yang ikut serta meramaikan kegiatan ini, termasuk dari BUMDes terbaik.

“Pameran produk unggulan ini merupakan salah satu rangkaian utama peringatan Hari Desa tahun 2026, yang kami jadikan wadah promosi, apresiasi, dan penguatan ekosistem ekonomi desa yang berkelanjutan,” ujarnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu