Follow Us :              

Gerak Cepat Pemprov Jateng Tangani Dugaan Keracunan MBG di Grobogan

  13 January 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 106 
Kategori :
Bagikan :


Gerak Cepat Pemprov Jateng Tangani Dugaan Keracunan MBG di Grobogan

13 January 2026 | 10:00:00 | dibaca : 106
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat untuk menangani dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan. 

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, memastikan proses penanganan dan penelusuran penyebab kejadian tersebut dilakukan semaksimal mungkin.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng tengah melakukan asesmen (penilaian) secara menyeluruh untuk memastikan sumber dugaan keracunan. Asesmen dilakukan dari tahapan penyediaan makanan, mulai dari penyiapan bahan, proses memasak, hingga penyajian kepada para siswa.

“Kami dari Dinas Kesehatan sedang mengasesmen penyebabnya. Mudah-mudahan, semua yang masih memerlukan penanganan medis bisa segera pulih, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Saat ini, kami fokus mencari penyebabnya secara detail,” ucap Sekda di Kota Semarang pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Ia menyampaikan, evaluasi juga dilakukan terhadap aspek waktu pengolahan makanan, serta standar higienitas bahan dan proses memasak. Hal ini menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat. Sekda mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) turut terlibat bersama Dinas Kesehatan dalam pembahasan dan penanganan kasus ini, termasuk dalam tahap evaluasi serta penanganan lanjutan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Kalau masalah sanksi dan sebagainya dari BGN,” ucapnya. 

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Selasa, 13 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah korban terdampak sebanyak 803 orang. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 688 orang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 115 orang lainnya masih menjalani perawatan medis dan terus dipantau kondisinya.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bergerak cepat untuk menangani dugaan keracunan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Grobogan. 

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, memastikan proses penanganan dan penelusuran penyebab kejadian tersebut dilakukan semaksimal mungkin.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Provinsi Jateng tengah melakukan asesmen (penilaian) secara menyeluruh untuk memastikan sumber dugaan keracunan. Asesmen dilakukan dari tahapan penyediaan makanan, mulai dari penyiapan bahan, proses memasak, hingga penyajian kepada para siswa.

“Kami dari Dinas Kesehatan sedang mengasesmen penyebabnya. Mudah-mudahan, semua yang masih memerlukan penanganan medis bisa segera pulih, dan tidak terjadi hal-hal yang tidak kita inginkan. Saat ini, kami fokus mencari penyebabnya secara detail,” ucap Sekda di Kota Semarang pada Selasa, 13 Januari 2026. 

Ia menyampaikan, evaluasi juga dilakukan terhadap aspek waktu pengolahan makanan, serta standar higienitas bahan dan proses memasak. Hal ini menjadi langkah penting agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

Selain itu, koordinasi lintas instansi juga terus diperkuat. Sekda mengatakan, Badan Gizi Nasional (BGN) turut terlibat bersama Dinas Kesehatan dalam pembahasan dan penanganan kasus ini, termasuk dalam tahap evaluasi serta penanganan lanjutan sesuai dengan kewenangan masing-masing.

"Kalau masalah sanksi dan sebagainya dari BGN,” ucapnya. 

Berdasarkan laporan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan per Selasa, 13 Januari 2026 pukul 06.00 WIB, jumlah korban terdampak sebanyak 803 orang. Adapun dari jumlah tersebut, sebanyak 688 orang sudah dinyatakan sembuh, sedangkan 115 orang lainnya masih menjalani perawatan medis dan terus dipantau kondisinya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu