Foto : Sigit (Humas Jateng)
Foto : Sigit (Humas Jateng)
JEPARA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meresmikan layanan Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa. Hal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan di Jateng.
Operasional angkutan tersebut ditandai dengan adanya Launching Angkutan Perintis Karimunjawa di Pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara pada Selasa, 13 Januari 2026.
Angkutan perintis melayani trayek Pelabuhan Karimunjawa-Bandara Dewadaru-Desa Kemujan-Pelabuhan Legon Bajak (PP), dengan panjang rute sekitar 55 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 90 menit. Rute ini melayani 8 perjalanan per hari dengan jadwal operasional pukul 05.00-16.30 WIB. Angkutan perintis juga melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Adapun armada yang digunakan ada sebanyak 4 unit minibus tipe elf, dengan 1 unit cadangan, masing-masing berkapasitas 15-19 penumpang. Tarif yang ditetapkan bagi para penumpang sebesar Rp7.000 per orang. Rencananya, angkutan ini beroperasi dari tanggal 1 Januari-31 Desember 2026.
Gubernur mengatakan, operasional trayek Karimunjawa ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan layanan transportasi bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Sebab, hal tersebut menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah terluar, seperti Karimunjawa.
“Konektivitas masyarakat itu sangat kita perlukan. Bergeraknya orang dan barang menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” katanya.
Ia menyatakan, angkutan perintis ini merupakan hasil kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka dari itu, layanan ini harus dirawat, dievaluasi secara berkala, dan dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan konektivitas ini, Karimunjawa akan semakin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” ujar Gubernur.
Area Manager 2 DAMRI, Sumali, mengatakan, layanan ini menjadi bukti komitmen DAMRI dalam menghadirkan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat kepulauan.
“DAMRI senantiasa berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan. Angkutan Perintis Karimunjawa ini merupakan bentuk upaya kami (untuk) meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Harapannya, sebaran titik layanan dari pelabuhan, bandara, hingga desa-desa mampu memudahkan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan akses yang semakin baik, pertukaran mobilitas orang dan barang bisa meningkat, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Karimunjawa,” katanya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa kehadiran Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa ini menjadi jawaban atas persoalan mahalnya biaya transportasi yang selama ini dirasakan oleh warga setempat.
“Sebelumnya, masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya hingga ratusan ribu rupiah. (Adanya layanan DAMRI) dengan tarif Rp7.000 ini, tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahap awal layanan ini diprioritaskan untuk warga Karimunjawa. Pemanfaatan bagi sektor pariwisata akan dievaluasi lebih lanjut agar tidak terjadi benturan kepentingan.
Sebagai informasi, layanan DAMRI Karimunjawa merupakan angkutan perintis yang dirancang untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai.
JEPARA — Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., meresmikan layanan Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa. Hal ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan aksesibilitas wilayah kepulauan di Jateng.
Operasional angkutan tersebut ditandai dengan adanya Launching Angkutan Perintis Karimunjawa di Pelabuhan Kartini, Kabupaten Jepara pada Selasa, 13 Januari 2026.
Angkutan perintis melayani trayek Pelabuhan Karimunjawa-Bandara Dewadaru-Desa Kemujan-Pelabuhan Legon Bajak (PP), dengan panjang rute sekitar 55 kilometer dan waktu tempuh kurang lebih 90 menit. Rute ini melayani 8 perjalanan per hari dengan jadwal operasional pukul 05.00-16.30 WIB. Angkutan perintis juga melewati sejumlah titik permukiman dan pusat aktivitas warga di Pulau Karimunjawa.
Adapun armada yang digunakan ada sebanyak 4 unit minibus tipe elf, dengan 1 unit cadangan, masing-masing berkapasitas 15-19 penumpang. Tarif yang ditetapkan bagi para penumpang sebesar Rp7.000 per orang. Rencananya, angkutan ini beroperasi dari tanggal 1 Januari-31 Desember 2026.
Gubernur mengatakan, operasional trayek Karimunjawa ini bertujuan untuk memperkuat konektivitas dan pemerataan layanan transportasi bagi masyarakat di wilayah kepulauan. Sebab, hal tersebut menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, terutama di wilayah terluar, seperti Karimunjawa.
“Konektivitas masyarakat itu sangat kita perlukan. Bergeraknya orang dan barang menentukan pertumbuhan ekonomi. Hari ini kendaraan darat masuk ke wilayah terluar kita, khususnya Karimunjawa, bahkan sampai ke pelabuhan ini,” katanya.
Ia menyatakan, angkutan perintis ini merupakan hasil kolaborasi dari pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang benar-benar harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Maka dari itu, layanan ini harus dirawat, dievaluasi secara berkala, dan dimanfaatkan secara optimal.
“Dengan konektivitas ini, Karimunjawa akan semakin kuat posisinya sebagai ikon nasional, bahkan internasional, dan menjadi penggerak ekonomi Jawa Tengah,” ujar Gubernur.
Area Manager 2 DAMRI, Sumali, mengatakan, layanan ini menjadi bukti komitmen DAMRI dalam menghadirkan transportasi yang aman dan terjangkau bagi masyarakat kepulauan.
“DAMRI senantiasa berkomitmen memberikan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan mengutamakan keselamatan. Angkutan Perintis Karimunjawa ini merupakan bentuk upaya kami (untuk) meningkatkan konektivitas antarwilayah,” ujarnya.
Harapannya, sebaran titik layanan dari pelabuhan, bandara, hingga desa-desa mampu memudahkan mobilitas masyarakat maupun wisatawan.
“Dengan akses yang semakin baik, pertukaran mobilitas orang dan barang bisa meningkat, dan berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi Karimunjawa,” katanya.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyampaikan bahwa kehadiran Angkutan Perintis DAMRI Karimunjawa ini menjadi jawaban atas persoalan mahalnya biaya transportasi yang selama ini dirasakan oleh warga setempat.
“Sebelumnya, masyarakat harus menyewa kendaraan dengan biaya hingga ratusan ribu rupiah. (Adanya layanan DAMRI) dengan tarif Rp7.000 ini, tentu sangat meringankan beban masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, tahap awal layanan ini diprioritaskan untuk warga Karimunjawa. Pemanfaatan bagi sektor pariwisata akan dievaluasi lebih lanjut agar tidak terjadi benturan kepentingan.
Sebagai informasi, layanan DAMRI Karimunjawa merupakan angkutan perintis yang dirancang untuk menghubungkan wilayah-wilayah yang selama ini belum terlayani angkutan umum secara memadai.
Berita Terbaru