Follow Us :              

Pemprov Jateng Datangkan Alat Berat serta Kirim Logistik ke Jepara, Kudus, & Pati

  13 January 2026  |   13:30:00  |   dibaca : 52 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Datangkan Alat Berat serta Kirim Logistik ke Jepara, Kudus, & Pati

13 January 2026 | 13:30:00 | dibaca : 52
Kategori :
Bagikan :

Foto : Sigit (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Sigit (Humas Jateng)

JEPARA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, turun langsung untuk memastikan penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Selasa, 13 Januari 2026.

Bahkan, bantuan logistik yang dibutuhkan oleh warga terdampak bencana juga sudah dikirim ke tiga kabupaten sejak Senin (12/01/2026). 

“Saya dengan Pak Wakil Gubernur telah melakukan cek ricek, termasuk penanganan beberapa kabupaten kita yang terdampak bencana, yaitu wilayah Kudus, Jepara, dan Pati, tetapi yang agak parah ini ada di Desa Tempur, Jepara,” ucap Gubernur saat ditemui di lokasi.

Longsor di Desa Tempur terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Secara geografis, Desa Tempur berada di lereng Gunung Muria dan dikenal rawan longsor. Dalam peristiwa ini, tercatat ada 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan desa.

Akibat bencana tersebut, hampir 3.600 KK terdampak dan sempat terisolasi karena akses jalan menuju desa terputus. Selain itu, ada 6 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak berat, dan 2 unit usaha milik warga ikut terdampak.

“Berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan (dan) kendaraan roda dua,” ucap Gubernur.

Dalam situasi krisis, ia mengungkapkan, kecepatan dalam merespons menjadi kunci agar dampak bencana tidak semakin meluas. Oleh karena itu, Pemprov Jateng segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus.

Menurutnya, penanganan bencana di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus dipersiapkan secara terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utamanya, antara lain penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

“Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ucap Gubernur.

Guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua. Pasokan bahan pokok juga dipastikan tetap masuk ke desa meskipun aksesnya masih terbatas. Meskipun demikian, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.

Dalam penanganan awal, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan di Desa Tempur senilai Rp206 juta. Bantuan yang disalurkan mulai dari bahan pokok, bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Bantuan sudah kita berikan dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, Pemprov Jateng akan terus mengawal penanganan longsor di Desa Tempur, hingga akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Salah seorang warga Desa Tempur, Adil, menuturkan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah lereng Gunung Muria selama empat hari. Akibatnya, satu-satunya akses jalan keluar dari Desa Tempur terputus karena tertutup longsor.

“Untuk cari pasokan jadi sangat sulit seperti bensin dan lain-lainnya. Sehari-hari saya juga lewat sini untuk keluar kerja. Sementara ini harus hati-hati lewatnya dan beresiko. Harapannya segera diperbaiki agar warga bisa keluar desa lagi,” ujarnya. 

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan logistik ke tiga kabupaten yang terdampak bencana tersebut. 

“Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana," katanya. 

Ia menjelaskan, bantuan logistik bersumber dari dana APBD Provinsi Jateng dan APBN. Logistik yang diberikan berupa bantuan permakanan, seperti makanan siap saji, makanan anak, dan lauk pauk siap saji. Kemudian, ada tenda keluarga, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kids ware, termasuk pakaian anak dan dewasa.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Jateng, logistik yang disalurkan untuk Kabupaten Jepara senilai Rp140.755.720, Kabupaten Pati senilai Rp133.306.218, dan Kabupaten Kudus senilai Rp188.014.483.

Selain bantuan logistik, BPBD Jateng bersama BPBD Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara serta instansi terkait juga sudah menerjunkan sejumlah personel ke lokasi bencana. Fokus utama dalam penanganan bencana di tiga kabupaten adalah memastikan seluruh warga terdampak dalam kondisi aman.


Bagikan :

JEPARA — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah cepat dalam menangani bencana banjir dan longsor di Kabupaten Jepara, Kudus, dan Pati. 

Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., dan Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen, turun langsung untuk memastikan penanganan bencana longsor di Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara pada Selasa, 13 Januari 2026.

Bahkan, bantuan logistik yang dibutuhkan oleh warga terdampak bencana juga sudah dikirim ke tiga kabupaten sejak Senin (12/01/2026). 

“Saya dengan Pak Wakil Gubernur telah melakukan cek ricek, termasuk penanganan beberapa kabupaten kita yang terdampak bencana, yaitu wilayah Kudus, Jepara, dan Pati, tetapi yang agak parah ini ada di Desa Tempur, Jepara,” ucap Gubernur saat ditemui di lokasi.

Longsor di Desa Tempur terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung selama beberapa hari. Secara geografis, Desa Tempur berada di lereng Gunung Muria dan dikenal rawan longsor. Dalam peristiwa ini, tercatat ada 23 titik longsor di sepanjang ruas jalan desa.

Akibat bencana tersebut, hampir 3.600 KK terdampak dan sempat terisolasi karena akses jalan menuju desa terputus. Selain itu, ada 6 rumah rusak ringan, 1 rumah rusak berat, dan 2 unit usaha milik warga ikut terdampak.

“Berkat kecepatan Basarnas, BPBD, relawan, termasuk TNI dan Polri, aksesnya bisa diterobos dengan jalan (dan) kendaraan roda dua,” ucap Gubernur.

Dalam situasi krisis, ia mengungkapkan, kecepatan dalam merespons menjadi kunci agar dampak bencana tidak semakin meluas. Oleh karena itu, Pemprov Jateng segera mengerahkan alat berat untuk membuka akses jalan yang terputus.

Menurutnya, penanganan bencana di Desa Tempur tidak hanya bersifat darurat, tetapi juga harus dipersiapkan secara terstruktur dan berkelanjutan. Fokus utamanya, antara lain penataan alur sungai dan penguatan infrastruktur jalan.

“Terutama penanganan sungai. Rencananya di sebelah kanan akan kita tangani dulu, baru kemudian bisa dibangun jalan. Sementara ini, kebutuhan masyarakat kita atasi dengan dapur umum,” ucap Gubernur.

Guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, distribusi logistik dilakukan dengan kendaraan roda dua. Pasokan bahan pokok juga dipastikan tetap masuk ke desa meskipun aksesnya masih terbatas. Meskipun demikian, perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, terutama anak-anak usia sekolah.

Dalam penanganan awal, pemerintah telah menyalurkan berbagai bantuan di Desa Tempur senilai Rp206 juta. Bantuan yang disalurkan mulai dari bahan pokok, bantuan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), hingga Belanja Tidak Terduga (BTT).

“Bantuan sudah kita berikan dan akan kita tambah lagi kalau masih kurang,” ucap Gubernur.

Ia menyampaikan, Pemprov Jateng akan terus mengawal penanganan longsor di Desa Tempur, hingga akses jalan kembali normal dan masyarakat dapat beraktivitas dengan aman.

Salah seorang warga Desa Tempur, Adil, menuturkan, longsor terjadi setelah hujan deras mengguyur daerah lereng Gunung Muria selama empat hari. Akibatnya, satu-satunya akses jalan keluar dari Desa Tempur terputus karena tertutup longsor.

“Untuk cari pasokan jadi sangat sulit seperti bensin dan lain-lainnya. Sehari-hari saya juga lewat sini untuk keluar kerja. Sementara ini harus hati-hati lewatnya dan beresiko. Harapannya segera diperbaiki agar warga bisa keluar desa lagi,” ujarnya. 

Secara terpisah, Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan, pihaknya sudah menyalurkan logistik ke tiga kabupaten yang terdampak bencana tersebut. 

“Kami dari Dinas Sosial sudah mengirimkan logistik. Kami kirimkan logistik semua kebutuhan yang ada di sana," katanya. 

Ia menjelaskan, bantuan logistik bersumber dari dana APBD Provinsi Jateng dan APBN. Logistik yang diberikan berupa bantuan permakanan, seperti makanan siap saji, makanan anak, dan lauk pauk siap saji. Kemudian, ada tenda keluarga, tenda gulung, kasur, selimut, family kit, kids ware, termasuk pakaian anak dan dewasa.

Berdasarkan data dari Dinas Sosial Provinsi Jateng, logistik yang disalurkan untuk Kabupaten Jepara senilai Rp140.755.720, Kabupaten Pati senilai Rp133.306.218, dan Kabupaten Kudus senilai Rp188.014.483.

Selain bantuan logistik, BPBD Jateng bersama BPBD Kabupaten Pati, Kudus, dan Jepara serta instansi terkait juga sudah menerjunkan sejumlah personel ke lokasi bencana. Fokus utama dalam penanganan bencana di tiga kabupaten adalah memastikan seluruh warga terdampak dalam kondisi aman.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu