Follow Us :              

Taj Yasin Apresiasi Perusahaan Peduli Difabel

  27 January 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 779 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Apresiasi Perusahaan Peduli Difabel

27 January 2021 | 14:00:00 | dibaca : 779
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi perusahaan yang peduli dengan keberadaan difabel. Selain itu, Taj Yasin juga mengkampanyekan slogan "difable not disable".

Hal itu disampaikan oleh Taj Yasin, pada saat Meninjau produksi Batik di Batik Kultur Gombel, Kec Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (27/01/2021) yang memiliki pegawai difabel 50 orang.

Taj Yasin, merasa senang dengan adanya usaha di Jawa Tengah yang peduli dengan keberadaan difabel. Menurutnya, difabel hanya butuh diajak berkomunikasi untuk mengetahui apa yang mereka rasakan dan butuhkan. Komunikasi menjadi kunci, dengan berkomunikasi mereka merasa dihargai karena suaranya didengar dan membuat mental mereka kuat.

"Penting menurut saya, mendorong usaha, utamanya usaha di Jawa Tengah untuk memberikan kesempatan kerja bagi difabel," ujar Taj Yasin.

Sementara itu, Panggung berusia 50 tahun salah satu pekerja difabel asal Pati yang ditemui Taj Yasin, merasa bersyukur bisa bekerja. Ia pun menceritakan awal mula berkerja di Batik Kultur.

"Awalnya jahitan saya dinilai masih berantakan mletat mletot padahal di sini harus rapi. Saya diajari 6 bulan lamanya. Alhamdulillah sekarang sudah bisa," ungkap Panggung.

Pemilik usaha, Dea Valencia yang dihubungi Taj Yasin via video call mengatakan, memperlakukan mereka secara baik, memang menjadi pegangan perusahaannya. Melalui perlakuan yang diberikan, mereka akan termotivasi memberikan hasil kerja terbaiknya.

"Saya berusaha mempertahankan pekerja difabel. bagi difabel, apalagi dengan umurnya yang tidak muda lagi, bagaimana? Ini seperti tanggung jawab ya," ungkap Dea.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen mengapresiasi perusahaan yang peduli dengan keberadaan difabel. Selain itu, Taj Yasin juga mengkampanyekan slogan "difable not disable".

Hal itu disampaikan oleh Taj Yasin, pada saat Meninjau produksi Batik di Batik Kultur Gombel, Kec Banyumanik, Kota Semarang, Rabu (27/01/2021) yang memiliki pegawai difabel 50 orang.

Taj Yasin, merasa senang dengan adanya usaha di Jawa Tengah yang peduli dengan keberadaan difabel. Menurutnya, difabel hanya butuh diajak berkomunikasi untuk mengetahui apa yang mereka rasakan dan butuhkan. Komunikasi menjadi kunci, dengan berkomunikasi mereka merasa dihargai karena suaranya didengar dan membuat mental mereka kuat.

"Penting menurut saya, mendorong usaha, utamanya usaha di Jawa Tengah untuk memberikan kesempatan kerja bagi difabel," ujar Taj Yasin.

Sementara itu, Panggung berusia 50 tahun salah satu pekerja difabel asal Pati yang ditemui Taj Yasin, merasa bersyukur bisa bekerja. Ia pun menceritakan awal mula berkerja di Batik Kultur.

"Awalnya jahitan saya dinilai masih berantakan mletat mletot padahal di sini harus rapi. Saya diajari 6 bulan lamanya. Alhamdulillah sekarang sudah bisa," ungkap Panggung.

Pemilik usaha, Dea Valencia yang dihubungi Taj Yasin via video call mengatakan, memperlakukan mereka secara baik, memang menjadi pegangan perusahaannya. Melalui perlakuan yang diberikan, mereka akan termotivasi memberikan hasil kerja terbaiknya.

"Saya berusaha mempertahankan pekerja difabel. bagi difabel, apalagi dengan umurnya yang tidak muda lagi, bagaimana? Ini seperti tanggung jawab ya," ungkap Dea.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu