Follow Us :              

Tinjau Longsor di Cilibur Brebes, Gubernur Dorong Percepatan Penanganan Jalan

  11 March 2026  |   10:00:00  |   dibaca : 45 
Kategori :
Bagikan :


Tinjau Longsor di Cilibur Brebes, Gubernur Dorong Percepatan Penanganan Jalan

11 March 2026 | 10:00:00 | dibaca : 45
Kategori :
Bagikan :

Foto : Fajar (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Fajar (Humas Jateng)

BREBES — Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ke lokasi longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Rabu, 11 Maret 2026, memunculkan harapan warga agar penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan.

Sebab, longsor di desa tersebut mengakibatkan ruas Jalan Cilibur–Langkap yang menjadi penghubung antardesa dan antarkecamatan terputus. Padahal, jalan ini merupakan jalur utama yang digunakan warga, sekaligus akses yang mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Harapan itu disampaikan oleh Subandi. Ia mewakili masyarakat sekitar berharap agar penanganan dapat segera dilakukan, sehingga longsor tidak semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Longkrang yang terus menerus mengikis tebing.

"Sudah ada bangunan amal usaha kita (bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan) yang terbawa longsor, sedangkan di sebelahnya kami juga punya TK. Mohon bisa segera ditangani agar tidak meluas atau terancam longsor lagi," ujar Subandi yang juga pengurus Amal Asaha Muhammadiyah itu.

Warga lainnya yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menyampaikan, selain berdampak pada kegiatan belajar mengajar serta hilangnya bangunan sekolah, longsor juga memutus jalur perekonomian warga.

"Kami berharap bisa menyelamatkan jalan yang sudah ada, karena ini jalur ekonomi masyarakat Desa Cilibur," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, mengatakan, longsor mempengaruhi berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari perekonomian, pendidikan, pertanian, akses ke pusat pemerintahan, dan sebagainya.

"Ini semuanya terganggu. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat," katanya.

Rohman berharap, kedatangan Gubernur diharapkan dapat mempercepat upaya perbaikan dan pembangunan akses jalan yang terputus, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, dan aktivitas warga lain dapat kembali berjalan.

Ia menjelaskan, Jalan Cilibur–Langkap menghubungkan Desa Cilibur dengan Desa Langkat, kemudian Desa Cilibur dengan Desa Adisana. Selain itu, jalan ini juga menjadi penghubung Kecamatan Paguyangan ke Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Paguyangan ke Kecamatan Sirampog.

"Sementara akses roda empat memutar ke arah Kecamatan Sirampog di Desa Plompong. Roda dua bisa menggunakan akses Jalan Kaligondok," jelasnya.

Saat meninjau lokasi bencana, Gubernur Jateng mengatakan, upaya penanganan bencana sudah disiapkan, baik terkait penanganan jalan maupun kemungkinan relokasi sekolah yang terdampak. Ia menegaskan, keselamatan menjadi fokus utama dalam penanganan bencana.

"Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (dari provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa segera diintervensi," ucapnya saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.


Bagikan :

BREBES — Kunjungan Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., ke lokasi longsor di Desa Cilibur, Kecamatan Paguyangan, Kabupaten Brebes, pada Rabu, 11 Maret 2026, memunculkan harapan warga agar penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan.

Sebab, longsor di desa tersebut mengakibatkan ruas Jalan Cilibur–Langkap yang menjadi penghubung antardesa dan antarkecamatan terputus. Padahal, jalan ini merupakan jalur utama yang digunakan warga, sekaligus akses yang mendukung aktivitas perekonomian masyarakat di wilayah tersebut.

Harapan itu disampaikan oleh Subandi. Ia mewakili masyarakat sekitar berharap agar penanganan dapat segera dilakukan, sehingga longsor tidak semakin meluas. Salah satunya dengan melakukan normalisasi Sungai Longkrang yang terus menerus mengikis tebing.

"Sudah ada bangunan amal usaha kita (bangunan SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan) yang terbawa longsor, sedangkan di sebelahnya kami juga punya TK. Mohon bisa segera ditangani agar tidak meluas atau terancam longsor lagi," ujar Subandi yang juga pengurus Amal Asaha Muhammadiyah itu.

Warga lainnya yang juga menjabat sebagai Kepala SMP Muhammadiyah 3 Paguyangan, Ahmad Najib, menyampaikan, selain berdampak pada kegiatan belajar mengajar serta hilangnya bangunan sekolah, longsor juga memutus jalur perekonomian warga.

"Kami berharap bisa menyelamatkan jalan yang sudah ada, karena ini jalur ekonomi masyarakat Desa Cilibur," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Desa Cilibur, Nur Rohman, mengatakan, longsor mempengaruhi berbagai aspek kehidupan warga, mulai dari perekonomian, pendidikan, pertanian, akses ke pusat pemerintahan, dan sebagainya.

"Ini semuanya terganggu. Dampaknya sangat terasa bagi masyarakat," katanya.

Rohman berharap, kedatangan Gubernur diharapkan dapat mempercepat upaya perbaikan dan pembangunan akses jalan yang terputus, sehingga kegiatan ekonomi, pendidikan, pertanian, dan aktivitas warga lain dapat kembali berjalan.

Ia menjelaskan, Jalan Cilibur–Langkap menghubungkan Desa Cilibur dengan Desa Langkat, kemudian Desa Cilibur dengan Desa Adisana. Selain itu, jalan ini juga menjadi penghubung Kecamatan Paguyangan ke Kecamatan Bumiayu dan Kecamatan Paguyangan ke Kecamatan Sirampog.

"Sementara akses roda empat memutar ke arah Kecamatan Sirampog di Desa Plompong. Roda dua bisa menggunakan akses Jalan Kaligondok," jelasnya.

Saat meninjau lokasi bencana, Gubernur Jateng mengatakan, upaya penanganan bencana sudah disiapkan, baik terkait penanganan jalan maupun kemungkinan relokasi sekolah yang terdampak. Ia menegaskan, keselamatan menjadi fokus utama dalam penanganan bencana.

"Jalan harus segera dibikin. Teknisnya nanti didiskusikan dulu karena ini jalan kabupaten, nanti kita (dari provinsi) intervensi saja. Kabupaten menyiapkan alternatif apa, provinsi melakukan apa segera diintervensi," ucapnya saat memberikan arahan dalam rapat tindak lanjut penanganan longsor di Desa Cilibur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu