Follow Us :              

Tanami 2600 Pohon, Ganjar Rehabilitasi Embung Kedung Banteng

  11 March 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 1495 
Kategori :
Bagikan :


Tanami 2600 Pohon, Ganjar Rehabilitasi Embung Kedung Banteng

11 March 2021 | 10:00:00 | dibaca : 1495
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

KAB.BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama warga melakukan penanaman 2.600 pohon trembesi dan buah-buahan di kawasan Embung Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (11/3/2021). 

Ganjar berharap gerakan penanaman pohon tersebut dapat mempercantik kawasan Embung Kedung Banteng dan menjadikan kawasan itu sebagai tempat pariwisata. 

"Jadi Embung Kedung Banteng ini kita harapkan nanti akan menjadi tempat pariwisata. Inspirasinya adalah, banyak tempat galian C yang rusak atau mungkin ditinggalkan, ternyata kalau kita tata ulang bisa menjadi tempat yang bagus," jelas Ganjar. 

Kedung Embung Banteng dulunya, daerah bekas penambangan pasir yang keadaan lahannya sudah kritis. Untuk mengatasi lahan kritis tersebut, pemerintah setempat memanfaatkan kawasan itu untuk dijadikan embung (penampungan air). Upaya ini diapresiasi positif oleh Ganjar. Ia bahkan menjadikan kawasan Embung Kedung Banteng sebagai contoh rehabilitasi lahan kritis atau rusak akibat galian C. 

"Beberapa tempat yang mesti direhabilitasi karena galian C, sebenarnya bisa dibuat semacam ini. Jadi nanti semuanya bisa terinspirasi," kata Ganjar. 

Selain merehabilitasi lahan, melakukan gerakan penanaman pohon juga sangat penting untuk melestarikan sumber mata air. Di Desa Cabean Kunti terdapat beberapa sumber mata air yang disebut oleh warga sebagai Sendang Pitu (Sendang Tujuh). 

"Semakin banyak pohon ditanam, harapan kita sumber air makin banyak, dan itu akan menjadi tempat kehidupan. Kalau sekarang kita tanami, mudah-mudahan nanti anak cucu kita yang merasakan, pariwisata juga akan berjalan," harap Ganjar. 

Kepala Desa Cabean Kunti, Khamid Winardi mengatakan, Embung Kedung Banteng selesai dibangun pada Bulan Oktober 2020 lalu. Embung ini akan digunakan untuk penyaluran kebutuhan perairan dan akan diolah menjadi sumber air bersih. 

"Terima kasih pak gubernur berkenan hadir di Embung Kedung Banteng. Dulunya ini bekas penambangan pasir, yang keadaannya (lahan) kritis. Kemudian diusulkan untuk dijadikan embung. Setelah ini akan dibuat sebagai tempat pariwisata untuk daerah sekitarnya, sekaligus sumbet air bersih," jelas Khamid. 

Pada acara gerakan penanaman itu, hadir pula Istri Gubernur Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar, Bupati Kabupaten Boyolali Said Hidayat dan Wakil Bupati Kabupaten Boyolali Wahyu Irawan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Desa Cabean Kunti dan masyarakat sekitar.


Bagikan :

KAB.BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo bersama warga melakukan penanaman 2.600 pohon trembesi dan buah-buahan di kawasan Embung Kedung Banteng, Desa Cabean Kunti, Kecamatan Cepogo, Kabupaten Boyolali, Kamis (11/3/2021). 

Ganjar berharap gerakan penanaman pohon tersebut dapat mempercantik kawasan Embung Kedung Banteng dan menjadikan kawasan itu sebagai tempat pariwisata. 

"Jadi Embung Kedung Banteng ini kita harapkan nanti akan menjadi tempat pariwisata. Inspirasinya adalah, banyak tempat galian C yang rusak atau mungkin ditinggalkan, ternyata kalau kita tata ulang bisa menjadi tempat yang bagus," jelas Ganjar. 

Kedung Embung Banteng dulunya, daerah bekas penambangan pasir yang keadaan lahannya sudah kritis. Untuk mengatasi lahan kritis tersebut, pemerintah setempat memanfaatkan kawasan itu untuk dijadikan embung (penampungan air). Upaya ini diapresiasi positif oleh Ganjar. Ia bahkan menjadikan kawasan Embung Kedung Banteng sebagai contoh rehabilitasi lahan kritis atau rusak akibat galian C. 

"Beberapa tempat yang mesti direhabilitasi karena galian C, sebenarnya bisa dibuat semacam ini. Jadi nanti semuanya bisa terinspirasi," kata Ganjar. 

Selain merehabilitasi lahan, melakukan gerakan penanaman pohon juga sangat penting untuk melestarikan sumber mata air. Di Desa Cabean Kunti terdapat beberapa sumber mata air yang disebut oleh warga sebagai Sendang Pitu (Sendang Tujuh). 

"Semakin banyak pohon ditanam, harapan kita sumber air makin banyak, dan itu akan menjadi tempat kehidupan. Kalau sekarang kita tanami, mudah-mudahan nanti anak cucu kita yang merasakan, pariwisata juga akan berjalan," harap Ganjar. 

Kepala Desa Cabean Kunti, Khamid Winardi mengatakan, Embung Kedung Banteng selesai dibangun pada Bulan Oktober 2020 lalu. Embung ini akan digunakan untuk penyaluran kebutuhan perairan dan akan diolah menjadi sumber air bersih. 

"Terima kasih pak gubernur berkenan hadir di Embung Kedung Banteng. Dulunya ini bekas penambangan pasir, yang keadaannya (lahan) kritis. Kemudian diusulkan untuk dijadikan embung. Setelah ini akan dibuat sebagai tempat pariwisata untuk daerah sekitarnya, sekaligus sumbet air bersih," jelas Khamid. 

Pada acara gerakan penanaman itu, hadir pula Istri Gubernur Jawa Tengah Siti Atikoh Ganjar, Bupati Kabupaten Boyolali Said Hidayat dan Wakil Bupati Kabupaten Boyolali Wahyu Irawan, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Kepala Desa Cabean Kunti dan masyarakat sekitar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu