Follow Us :              

Kunjungi Jateng, Dubes Afghanistan Bahas Peluang Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

  08 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 648 
Kategori :
Bagikan :


Kunjungi Jateng, Dubes Afghanistan Bahas Peluang Kerja Sama Ekonomi dan Budaya

08 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 648
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Faizullah Zaki Ibrahim, di Kantor Gubernur, Kamis (8/4/2021). Kedatangan Faizullah Zaki untuk menjalin kerja sama bilateral antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Afganistan. 

"Kunjungan Dubes Afghanistan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melihat secara langsung berbagai potensi yang dapat dikembangkan di Afghanistan dan sebaliknya," kata Taj Yasin usai menerima kunjungan tersebut di ruang kerjanya. 

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, berbincang tentang berbagai potensi investasi yang ada di Jawa Tengah dan peluang-peluang bisnis yang bisa segera ditindaklanjuti. Termasuk potensi mengekspor minyak, tekstil, kopi, teh, kaca, dan kertas, karena selama ini Afghanistan tidak dapat memproduksi sendiri. 

"Apabila (antara) Afghanistan dengan Provinsi Jawa Tengah sudah ada kerja sama ekonomi, maka kebutuhan itu dapat dikirim dari Jawa Tengah," katanya. 

Ia menjelaskan, saat ini proyek pembangunan di Afghanistan dilakukan secara masif. Sehingga membuka peluang investasi bagi para pelaku ekonomi Indonesia. Selain sektor ekonomi, dibahas juga tentang  kerjasama bidang kebudayaan dan pendidikan, termasuk pertukaran pelajar. Sehingga persaudaraan antara Jawa Tengah dengan Afghanistan bisa dikembangkan dengan baik. 

Selain itu, Taj Yasin menambahkan, Dubes Afghanistan juga tertarik untuk mengetahui, upaya-upaya yang dilakukan Jawa Tengah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.   

Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Faizullah Zaki Ibrahim mengatakan, hubungan erat Afghanistan dan Indonesia sudah terjalin sejak 67 tahun lalu, saat pemerintahan Presiden Soekarno. Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan pada 2018 semakin merekatkan hubungan dan kerja sama kedua negara.  

"Pada saat kunjungan tahun 2018, terdapat 12 draf MoU atau perjanjian yang sudah diinisiasi Afganistan dan Indonesia yang mencangkup semua sektor. Diantara 12 aspek itu, hari ini kami akan membahas 3 aspek utama. Yaitu ekonomi, budaya dan pendidikan, serta penanganan Covid-19," bebernya. 

Untuk aspek ekonomi, Afganistan terus meningkatkan dan mendorong perdagangan dan investasi di berbagai bidang. Afganistan memiliki potensi sangat besar untuk ekspor maupun impor. Bahkan untuk kebutuhan minyak, kopi, teh, kertas, tekstil, karet dan kaca selama ini Afganistan tidak dapat memproduksi sendiri sehingga harus mengekspor dari negara lain. Namun, Afganistan memiliki produk marmer unggulan dengan kualitas istimewa yang telah diakui dunia. 

"Kami berfikir apakah lebih baik membeli dari Indonesia saja. Demikian pula kebalikannya, sayuran dan buah-buahan Indonesia masih mengimpor dari negara lain seperti dari Meksiko dan Chili. Kenapa tidak mengimpor dari Afganistan, kami juga bisa memproduksi sayuran dan buah-buahan seperti yang dibeli dari Meksiko dan Chili," katanya.  

Dalam bidang budaya, Dubes Afganistan untuk Indonesia selalu mengikuti kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri di berbagai pelosok nusantara, termasuk di Jawa Tengah. Ketika Kementerian Pariwisata Indonesia mengajukan lima aktivitas multinasional, Afganistan sudah menandatangani seluruh kegiatan multinasional tersebut. 

Mengenai pertukaran kebudayaan dan pelajar, pihaknya mengaku sangat senang ketika Universitas Negeri Semarang memberikan beasiswa kepada pemuda-pemuda di Afganista,  agar dapat belajar di Jateng termasuk mengenai pertukaran budaya. 

"Kami berkantor di Jakarta  dan kami selalu terbuka dan jika Jateng ingin berinvestasi di Afganistan ataupun sebaliknya. Kami akan sangat senang menyampaikan informasi- informasi yang baik kepada pengusaha- pengusaha di Afganisatan," ungkapnya. 

Pada akhir pertemuan, Gus Yasin menyerahkan cinderamata berupa miniatur wayang dan Candi Borobudur, buku daftar investasi Jawa Tengah, serta mengalungkan selendang motif batik khas Jateng kepada sang Dubes.


Bagikan :

SEMARANG- Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menerima kunjungan Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Faizullah Zaki Ibrahim, di Kantor Gubernur, Kamis (8/4/2021). Kedatangan Faizullah Zaki untuk menjalin kerja sama bilateral antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dengan Afganistan. 

"Kunjungan Dubes Afghanistan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah untuk melihat secara langsung berbagai potensi yang dapat dikembangkan di Afghanistan dan sebaliknya," kata Taj Yasin usai menerima kunjungan tersebut di ruang kerjanya. 

Dalam pertemuan tersebut, Gus Yasin, sapaan akrab Taj Yasin, berbincang tentang berbagai potensi investasi yang ada di Jawa Tengah dan peluang-peluang bisnis yang bisa segera ditindaklanjuti. Termasuk potensi mengekspor minyak, tekstil, kopi, teh, kaca, dan kertas, karena selama ini Afghanistan tidak dapat memproduksi sendiri. 

"Apabila (antara) Afghanistan dengan Provinsi Jawa Tengah sudah ada kerja sama ekonomi, maka kebutuhan itu dapat dikirim dari Jawa Tengah," katanya. 

Ia menjelaskan, saat ini proyek pembangunan di Afghanistan dilakukan secara masif. Sehingga membuka peluang investasi bagi para pelaku ekonomi Indonesia. Selain sektor ekonomi, dibahas juga tentang  kerjasama bidang kebudayaan dan pendidikan, termasuk pertukaran pelajar. Sehingga persaudaraan antara Jawa Tengah dengan Afghanistan bisa dikembangkan dengan baik. 

Selain itu, Taj Yasin menambahkan, Dubes Afghanistan juga tertarik untuk mengetahui, upaya-upaya yang dilakukan Jawa Tengah dalam mengendalikan penyebaran Covid-19.   

Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Faizullah Zaki Ibrahim mengatakan, hubungan erat Afghanistan dan Indonesia sudah terjalin sejak 67 tahun lalu, saat pemerintahan Presiden Soekarno. Kunjungan Presiden Joko Widodo ke Afghanistan pada 2018 semakin merekatkan hubungan dan kerja sama kedua negara.  

"Pada saat kunjungan tahun 2018, terdapat 12 draf MoU atau perjanjian yang sudah diinisiasi Afganistan dan Indonesia yang mencangkup semua sektor. Diantara 12 aspek itu, hari ini kami akan membahas 3 aspek utama. Yaitu ekonomi, budaya dan pendidikan, serta penanganan Covid-19," bebernya. 

Untuk aspek ekonomi, Afganistan terus meningkatkan dan mendorong perdagangan dan investasi di berbagai bidang. Afganistan memiliki potensi sangat besar untuk ekspor maupun impor. Bahkan untuk kebutuhan minyak, kopi, teh, kertas, tekstil, karet dan kaca selama ini Afganistan tidak dapat memproduksi sendiri sehingga harus mengekspor dari negara lain. Namun, Afganistan memiliki produk marmer unggulan dengan kualitas istimewa yang telah diakui dunia. 

"Kami berfikir apakah lebih baik membeli dari Indonesia saja. Demikian pula kebalikannya, sayuran dan buah-buahan Indonesia masih mengimpor dari negara lain seperti dari Meksiko dan Chili. Kenapa tidak mengimpor dari Afganistan, kami juga bisa memproduksi sayuran dan buah-buahan seperti yang dibeli dari Meksiko dan Chili," katanya.  

Dalam bidang budaya, Dubes Afganistan untuk Indonesia selalu mengikuti kegiatan-kegiatan kebudayaan yang diselenggarakan Kementerian Luar Negeri di berbagai pelosok nusantara, termasuk di Jawa Tengah. Ketika Kementerian Pariwisata Indonesia mengajukan lima aktivitas multinasional, Afganistan sudah menandatangani seluruh kegiatan multinasional tersebut. 

Mengenai pertukaran kebudayaan dan pelajar, pihaknya mengaku sangat senang ketika Universitas Negeri Semarang memberikan beasiswa kepada pemuda-pemuda di Afganista,  agar dapat belajar di Jateng termasuk mengenai pertukaran budaya. 

"Kami berkantor di Jakarta  dan kami selalu terbuka dan jika Jateng ingin berinvestasi di Afganistan ataupun sebaliknya. Kami akan sangat senang menyampaikan informasi- informasi yang baik kepada pengusaha- pengusaha di Afganisatan," ungkapnya. 

Pada akhir pertemuan, Gus Yasin menyerahkan cinderamata berupa miniatur wayang dan Candi Borobudur, buku daftar investasi Jawa Tengah, serta mengalungkan selendang motif batik khas Jateng kepada sang Dubes.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu