Follow Us :              

Gerakan Cinta Zakat, Ganjar : Jawa Tengah Sudah Awali Dari ASN Melalui Baznas

  15 April 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 561 
Kategori :
Bagikan :


Gerakan Cinta Zakat, Ganjar : Jawa Tengah Sudah Awali Dari ASN Melalui Baznas

15 April 2021 | 14:00:00 | dibaca : 561
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara Peluncuran Gerakan Cinta Zakat oleh Presiden Joko Widodo secara daring, Kamis (15/4/2021). Usai acara, Ganjar langsung melakukan simulasi pembayaran zakat bersama Ketua Baznas Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji di Puri Gedeh. 

Ganjar yakin gerakan ini akan memberikan banyak manfaat, salah satunya pengentasan kemiskinan, namun menurutnya masih diperlukan upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat. 

“Program (Gerakan Cinta Zakat) ini sangat luar biasa, hanya banyak masyarakat belum paham, belum tahu. Maka perlu kita angkat," ucap Ganjar. 

Ganjar menyampaikan bahwa ia sudah sejak lama mengajak para ASN di Jawa Tengah untuk berzakat melalui Baznas. Meski awalnya sempat menuai pro dan kontra, saat ini gerakan zakat tersebut sudah tersistematisasi dengan pemotongan langsung pada pendapatan dan berjalan secara baik sampai sekarang. 

"Dengan cara itu, ternyata bisa menjadi spirit bersama untuk mencintai gerakan cinta zakat. Sehingga (gerakan) ini sudah berjalan beberapa tahun. Alhamdulillah bisa kita laksanakan. (Disayangkan) masyarakat, bahkan ASN dan Pemerintah Daerah seperti kami, yang belum tahu bahwa (gerakan) ini ternyata banyak manfaatnya," tegas Ganjar. 

Ganjar mencontohkan, dengan bantuan dari Baznas, berbagai kebutuhan mendesak masyarakat kurang mampu, bisa cepat diselesaikan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar memaksimalkan fungsi-fungsi Baznas pada pengentasan kemiskinan. 

“Orang sakit di rumah sakit ngga bisa bayar, cepet diselesaikan. anak ngga bisa bayar sekolah, cepet diselesaikan. Mungkin mereka belum tercatat di Dinsos bantuan cepet, jadi artinya kita bisa membuat banyak hal dari zakat ini,”  ujar Ganjar. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Gerakan Cinta Zakat ini diharapkan mampu mendukung program-program pemerintah. Terutama yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Sehingga, fungsi dari lembaga zakat bisa dimaksimalkan. 

"Saya harapkan badan zakat ini bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan-kesulitan akibat Pandemi Covid dan juga untuk membantu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh di negara kita," ujarnya. 

Pada acara peluncuran itu, Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyampaikan, penerimaan zakat dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 lalu mencapai nilai Rp 55 Milyar. Nilai tersebut, belum termasuk dari Baznas kabupaten/kota yang totalnya sekitar Rp 400 Milyar. 

Darodji menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 60 persen digunakan untuk pengentasan kemiskinan dalam bentuk bantuan maupun program pelatihan. 

"Insyaallah, kami memang utamakan pengentasan kemiskinan. Kami (berharap) zakat ini mengubah mustahiq penerima, menjadi muzakih pemberi. Itu tujuan utama kami," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menghadiri acara Peluncuran Gerakan Cinta Zakat oleh Presiden Joko Widodo secara daring, Kamis (15/4/2021). Usai acara, Ganjar langsung melakukan simulasi pembayaran zakat bersama Ketua Baznas Jawa Tengah, KH Ahmad Darodji di Puri Gedeh. 

Ganjar yakin gerakan ini akan memberikan banyak manfaat, salah satunya pengentasan kemiskinan, namun menurutnya masih diperlukan upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat. 

“Program (Gerakan Cinta Zakat) ini sangat luar biasa, hanya banyak masyarakat belum paham, belum tahu. Maka perlu kita angkat," ucap Ganjar. 

Ganjar menyampaikan bahwa ia sudah sejak lama mengajak para ASN di Jawa Tengah untuk berzakat melalui Baznas. Meski awalnya sempat menuai pro dan kontra, saat ini gerakan zakat tersebut sudah tersistematisasi dengan pemotongan langsung pada pendapatan dan berjalan secara baik sampai sekarang. 

"Dengan cara itu, ternyata bisa menjadi spirit bersama untuk mencintai gerakan cinta zakat. Sehingga (gerakan) ini sudah berjalan beberapa tahun. Alhamdulillah bisa kita laksanakan. (Disayangkan) masyarakat, bahkan ASN dan Pemerintah Daerah seperti kami, yang belum tahu bahwa (gerakan) ini ternyata banyak manfaatnya," tegas Ganjar. 

Ganjar mencontohkan, dengan bantuan dari Baznas, berbagai kebutuhan mendesak masyarakat kurang mampu, bisa cepat diselesaikan. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo agar memaksimalkan fungsi-fungsi Baznas pada pengentasan kemiskinan. 

“Orang sakit di rumah sakit ngga bisa bayar, cepet diselesaikan. anak ngga bisa bayar sekolah, cepet diselesaikan. Mungkin mereka belum tercatat di Dinsos bantuan cepet, jadi artinya kita bisa membuat banyak hal dari zakat ini,”  ujar Ganjar. 

Presiden Joko Widodo dalam sambutannya mengatakan, Gerakan Cinta Zakat ini diharapkan mampu mendukung program-program pemerintah. Terutama yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan. Sehingga, fungsi dari lembaga zakat bisa dimaksimalkan. 

"Saya harapkan badan zakat ini bisa dipergunakan sebaik-baiknya untuk membantu saudara-saudara kita yang mengalami kesulitan-kesulitan akibat Pandemi Covid dan juga untuk membantu mengentaskan kemiskinan secara menyeluruh di negara kita," ujarnya. 

Pada acara peluncuran itu, Ketua Baznas Jawa Tengah KH Ahmad Darodji menyampaikan, penerimaan zakat dari ASN Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2020 lalu mencapai nilai Rp 55 Milyar. Nilai tersebut, belum termasuk dari Baznas kabupaten/kota yang totalnya sekitar Rp 400 Milyar. 

Darodji menjelaskan, dari jumlah tersebut sebanyak 60 persen digunakan untuk pengentasan kemiskinan dalam bentuk bantuan maupun program pelatihan. 

"Insyaallah, kami memang utamakan pengentasan kemiskinan. Kami (berharap) zakat ini mengubah mustahiq penerima, menjadi muzakih pemberi. Itu tujuan utama kami," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu