Follow Us :              

Ganjar Akan Libatkan Bupati/Wali Kota Untuk Optimalkan Fungsi Selokan

  20 April 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 568 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Akan Libatkan Bupati/Wali Kota Untuk Optimalkan Fungsi Selokan

20 April 2021 | 10:00:00 | dibaca : 568
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

DEMAK - Tekanan cuaca global dengan curah hujan yang tinggi membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menaruh perhatian pada kondisi selokan-selokan yang ada. 

Hal ini juga dilakukannya saat melakukan perjalanan dinas ke Kabupaten Grobogan pada Selasa (20/4/2021). Ganjar sempat menghentikan mobilnya untuk mengecek proyek peningkatan jalan provinsi ruas Semarang-Godong, tepatnya di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. 

Saat menyadari mereka tidak menemukan selokan di sisi jalan, Ganjar meminta agar Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah mempertimbangkan kondisi selokan setiap melakukan perbaikan jalan. 

"Ini kok tidak ada selokannya, nanti air ke jalan, kan jalannya rusak lagi," tanya Ganjar. 

Kepala Dinas PU BMCK, Hanung Triyono mengatakan pada Ganjar, bahwa sebenarnya sudah ada selokan di sisi seberang jalan. Namun saat Ganjar melihat ke sisi seberang, ternyata kondisinya tidak berfungsi optimal. Sedimentasi cukup tinggi dan di atas selokan banyak berdiri bangunan warga, sehingga hampir sebagian besar atas selokan dicor untuk keperluan parkir atau jembatan menuju rumah. 

"Ini (membuat fungsinya) tidak optimal. Kalau atasnya dicor seperti ini, kalau mampet, membersihkannya sulit," tegas Ganjar. 

Pada Hanung, Ganjar meminta PU BMCK untuk membantu mengatasi persoalan ini, Ia menyarankan, jika memang harus ditutup maka penutupan selokan sebaiknya tidak permanen. 

"Coba dicari ahlinya, bagaimana persoalan menyelesaikan persoalan ini, sambil (kita) terus edukasi warga," terangnya. 

Sebagai upaya mendukung PU BMCK melakukan optimalisasi fungsi selokan, Ganjar akan mengajak Bupati/Wali Kota untuk berdialog tentang hal ini. Ia juga akan meminta ada aturan khusus terkait penanganan saluran. 

"Nanti saya juga akan berkomunikasi dengan Bupati/Wali Kota untuk membuat aturan terkait saluran air ini. Syarat apa yang harus ada jika akan menutup saluran air, apakah harus ada yang bisa dibuka dan lain sebagainya. Ini harus dilakukan karena tekanan cuaca global ini sangat luar biasa," tutupnya.


Bagikan :

DEMAK - Tekanan cuaca global dengan curah hujan yang tinggi membuat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, menaruh perhatian pada kondisi selokan-selokan yang ada. 

Hal ini juga dilakukannya saat melakukan perjalanan dinas ke Kabupaten Grobogan pada Selasa (20/4/2021). Ganjar sempat menghentikan mobilnya untuk mengecek proyek peningkatan jalan provinsi ruas Semarang-Godong, tepatnya di Kecamatan Karangawen, Kabupaten Demak. 

Saat menyadari mereka tidak menemukan selokan di sisi jalan, Ganjar meminta agar Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya (PU BMCK) Provinsi Jawa Tengah mempertimbangkan kondisi selokan setiap melakukan perbaikan jalan. 

"Ini kok tidak ada selokannya, nanti air ke jalan, kan jalannya rusak lagi," tanya Ganjar. 

Kepala Dinas PU BMCK, Hanung Triyono mengatakan pada Ganjar, bahwa sebenarnya sudah ada selokan di sisi seberang jalan. Namun saat Ganjar melihat ke sisi seberang, ternyata kondisinya tidak berfungsi optimal. Sedimentasi cukup tinggi dan di atas selokan banyak berdiri bangunan warga, sehingga hampir sebagian besar atas selokan dicor untuk keperluan parkir atau jembatan menuju rumah. 

"Ini (membuat fungsinya) tidak optimal. Kalau atasnya dicor seperti ini, kalau mampet, membersihkannya sulit," tegas Ganjar. 

Pada Hanung, Ganjar meminta PU BMCK untuk membantu mengatasi persoalan ini, Ia menyarankan, jika memang harus ditutup maka penutupan selokan sebaiknya tidak permanen. 

"Coba dicari ahlinya, bagaimana persoalan menyelesaikan persoalan ini, sambil (kita) terus edukasi warga," terangnya. 

Sebagai upaya mendukung PU BMCK melakukan optimalisasi fungsi selokan, Ganjar akan mengajak Bupati/Wali Kota untuk berdialog tentang hal ini. Ia juga akan meminta ada aturan khusus terkait penanganan saluran. 

"Nanti saya juga akan berkomunikasi dengan Bupati/Wali Kota untuk membuat aturan terkait saluran air ini. Syarat apa yang harus ada jika akan menutup saluran air, apakah harus ada yang bisa dibuka dan lain sebagainya. Ini harus dilakukan karena tekanan cuaca global ini sangat luar biasa," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu