Follow Us :              

Tumbuhkan Harapan Saat Pandemi, Ganjar Ajak Masyarakat Sebarkan Narasi Baik

  14 July 2021  |   19:00:00  |   dibaca : 352 
Kategori :
Bagikan :


Tumbuhkan Harapan Saat Pandemi, Ganjar Ajak Masyarakat Sebarkan Narasi Baik

14 July 2021 | 19:00:00 | dibaca : 352
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk membangun optimisme membangun dan menyebarkan kisah-kisah inspiratif untuk menumbuhkan harapan untuk bangkit di masa Pandemi Covid-19. 

Gini, yang penting harus disebarkan adalah optimisme, jalan keluar, kisah inspiratif. Jangan menakut-nakuti, gitu lho. Kalau yang diceritakan yang serem-serem terus ya bikin orang takut,” ucap Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021). 

Hal itu disampaikan Ganjar ketika ditanya perihal maraknya poster ajakan untuk warga Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara untuk tidak lagi mengunggah berita tentang Covid-19 agar yang akan membuat masyarakat resah. 

“Kalau kemudian yang muncul cerita-cerita, sekarang mati sekian, terus kemarin ditemukan kotak mayat yang ga ada isinya dan sebagainya, itu kan cerita-cerita yang kemudian orang akan bicara ini kok rumit semua. Kan sangat jarang cerita, "ini lho sekian orang sembuhnya banyak",” tutur Ganjar. 

Ia berharap masyarakat bijak dalam menyebarkan maupun menyerap cerita-cerita mengenai Covid-19. Tidak mudah percaya dengan hoaks atau berita-berita miring yang tidak sesuai dengan fakta, apalagi ikut menyebarkannya. 

Narasi yang bijak adalah narasi yang membangun kesadaran dan dan kewaspadaan, bukan narasi-narasi negatif yang justru meresahkan. 

“Menurut saya, yang rasional, yang proporsional gitu, kurangi yang cerita serem-serem dan mengerikan,” tegasnya. 

Saat pandemi ini, menurut Ganjar, narasi-narasi positif sangat penting untuk menumbuhkan semangat dan membangkitkan harapan. 

Ia yakin banyak kisah-kisah inspiratif yang bisa diangkat, mulai dari pedagang yang tetap berjualan dengan menerapkan prokes ketat, solidaritas antar warga lewat Jogo Tonggo, atau cerita mereka yang memilih bertahan di rumah selama pandemi demi kebaikan bersama. 

“Kita semua lagi susah hari ini, tapi kita mesti memberikan semangat kepada masyarakat. Saya tahu itu sulit, tapi kita harus lakukan,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG -Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat untuk membangun optimisme membangun dan menyebarkan kisah-kisah inspiratif untuk menumbuhkan harapan untuk bangkit di masa Pandemi Covid-19. 

Gini, yang penting harus disebarkan adalah optimisme, jalan keluar, kisah inspiratif. Jangan menakut-nakuti, gitu lho. Kalau yang diceritakan yang serem-serem terus ya bikin orang takut,” ucap Ganjar ditemui di kantornya, Rabu (14/7/2021). 

Hal itu disampaikan Ganjar ketika ditanya perihal maraknya poster ajakan untuk warga Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara untuk tidak lagi mengunggah berita tentang Covid-19 agar yang akan membuat masyarakat resah. 

“Kalau kemudian yang muncul cerita-cerita, sekarang mati sekian, terus kemarin ditemukan kotak mayat yang ga ada isinya dan sebagainya, itu kan cerita-cerita yang kemudian orang akan bicara ini kok rumit semua. Kan sangat jarang cerita, "ini lho sekian orang sembuhnya banyak",” tutur Ganjar. 

Ia berharap masyarakat bijak dalam menyebarkan maupun menyerap cerita-cerita mengenai Covid-19. Tidak mudah percaya dengan hoaks atau berita-berita miring yang tidak sesuai dengan fakta, apalagi ikut menyebarkannya. 

Narasi yang bijak adalah narasi yang membangun kesadaran dan dan kewaspadaan, bukan narasi-narasi negatif yang justru meresahkan. 

“Menurut saya, yang rasional, yang proporsional gitu, kurangi yang cerita serem-serem dan mengerikan,” tegasnya. 

Saat pandemi ini, menurut Ganjar, narasi-narasi positif sangat penting untuk menumbuhkan semangat dan membangkitkan harapan. 

Ia yakin banyak kisah-kisah inspiratif yang bisa diangkat, mulai dari pedagang yang tetap berjualan dengan menerapkan prokes ketat, solidaritas antar warga lewat Jogo Tonggo, atau cerita mereka yang memilih bertahan di rumah selama pandemi demi kebaikan bersama. 

“Kita semua lagi susah hari ini, tapi kita mesti memberikan semangat kepada masyarakat. Saya tahu itu sulit, tapi kita harus lakukan,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu