Follow Us :              

Ganjar Minta Pemerintah Kab/Kota Segera Lakukan Penyesuaian Data ke Pusat

  16 August 2021  |   12:00:00  |   dibaca : 386 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Minta Pemerintah Kab/Kota Segera Lakukan Penyesuaian Data ke Pusat

16 August 2021 | 12:00:00 | dibaca : 386
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil positif. Pada rapat penanganan Covid-19, Senin (16/8/2021), Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo menyebut angka positivity rate di Jateng turun dari minggu ke-31 yakni 26,07 persen menjadi 21,20 persen di minggu ke-32. 

Menurut Prasetyo, penurunan positivity rate ini diiringi juga dengan penurunan bed occupancy rate (BOR). 

"BOR saat ini untuk ICU sebesar 55,04 persen, turun dari pekan sebelumnya 62,02 persen. Untuk BOR isolasi juga menurun, dari 43,62 persen minggu ke-31 saat ini menjadi 35,16 persen," jelasnya. 

Menyambung keterangan itu, Ketua Satgas Oksigen Jateng Peni Rahayu menjelaskan, penurunan jumlah kebutuhan medis juga diikuti berkurangnya kebutuhan oksigen dari rumah sakit. Itu dilihat dari laporan online milik Kementrian Kesehatan (SIRS Online). 

"Waktu awal-awal Covid-19 kebutuhan oksigen sekitar 620 (ton), kemudian turun sampai 400 ton sekian. Minggu ini, kita prediksi turun sampai 320 ton per hari," ujarnya. 

Atas prestasi ini, Ganjar mengapresiasi kerja keras semua pihak. Meski begitu, ia meminta semua pihak tidak boleh lengah agar kasus tidak peningkatan kembali. 

"Kalau kita pakai asessment level, hanya ada satu daerah yang merah yakni Kota Magelang. Lainnya sudah oranye bahkan ada yang kuning yakni Demak. Kalau kita pakai data kita, indikator epidemologis, belum ada yang kuning, oranye semuanya. Yang merah hanya Wonogiri, Kabupaten Magelang dan Banyumas masih merah. Kecamatannya hanya sedikit, kalau dilihat perdesa sudah banyak yang hijau," ucapnya. 

Terkait pencocokan data, Ganjar mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ganjar menyebut Jateng menjadi satu-satunya daerah yang sistemnya sudah terhubung dengan sistem pemerintah pusat. 

Dengan begitu, penyesuaian data pusat bisa langsung dilakukan pemda sendiri. 

"Dan sudah ada kabupaten yang benar-benar sesuai datanya dengan pusat, yakni Banjarnegara, Kendal, Kota Magelang dan Pemalang. Maka yang lainnya akan terus kita dorong untuk perbaikan," jelas Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Penanganan Covid-19 di Jawa Tengah menunjukkan hasil positif. Pada rapat penanganan Covid-19, Senin (16/8/2021), Pj Sekda Jateng, Prasetyo Aribowo menyebut angka positivity rate di Jateng turun dari minggu ke-31 yakni 26,07 persen menjadi 21,20 persen di minggu ke-32. 

Menurut Prasetyo, penurunan positivity rate ini diiringi juga dengan penurunan bed occupancy rate (BOR). 

"BOR saat ini untuk ICU sebesar 55,04 persen, turun dari pekan sebelumnya 62,02 persen. Untuk BOR isolasi juga menurun, dari 43,62 persen minggu ke-31 saat ini menjadi 35,16 persen," jelasnya. 

Menyambung keterangan itu, Ketua Satgas Oksigen Jateng Peni Rahayu menjelaskan, penurunan jumlah kebutuhan medis juga diikuti berkurangnya kebutuhan oksigen dari rumah sakit. Itu dilihat dari laporan online milik Kementrian Kesehatan (SIRS Online). 

"Waktu awal-awal Covid-19 kebutuhan oksigen sekitar 620 (ton), kemudian turun sampai 400 ton sekian. Minggu ini, kita prediksi turun sampai 320 ton per hari," ujarnya. 

Atas prestasi ini, Ganjar mengapresiasi kerja keras semua pihak. Meski begitu, ia meminta semua pihak tidak boleh lengah agar kasus tidak peningkatan kembali. 

"Kalau kita pakai asessment level, hanya ada satu daerah yang merah yakni Kota Magelang. Lainnya sudah oranye bahkan ada yang kuning yakni Demak. Kalau kita pakai data kita, indikator epidemologis, belum ada yang kuning, oranye semuanya. Yang merah hanya Wonogiri, Kabupaten Magelang dan Banyumas masih merah. Kecamatannya hanya sedikit, kalau dilihat perdesa sudah banyak yang hijau," ucapnya. 

Terkait pencocokan data, Ganjar mengatakan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan pemerintah pusat. Ganjar menyebut Jateng menjadi satu-satunya daerah yang sistemnya sudah terhubung dengan sistem pemerintah pusat. 

Dengan begitu, penyesuaian data pusat bisa langsung dilakukan pemda sendiri. 

"Dan sudah ada kabupaten yang benar-benar sesuai datanya dengan pusat, yakni Banjarnegara, Kendal, Kota Magelang dan Pemalang. Maka yang lainnya akan terus kita dorong untuk perbaikan," jelas Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu