Follow Us :              

Ganjar Menyapa, Cara Gubernur Pantau Kondisi Migran Jawa Tengah

  10 October 2021  |   19:00:00  |   dibaca : 317 
Kategori :
Bagikan :


Ganjar Menyapa, Cara Gubernur Pantau Kondisi Migran Jawa Tengah

10 October 2021 | 19:00:00 | dibaca : 317
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai negara. Ganjar menyapa mereka melalui zoom dari rumah dinasnya, Minggu (10/10) malam. Ratusan PMI bergabung dalam acara yang juga disiarkan secara langsung di akun media sosial milik Ganjar. 

Perbincangan Ganjar dengan para pahlawan devisa ini berlangsung seru dan cair. Tanpa rasa sungkan mereka menyampaikan beragam keluhan mulai dari soal layanan pemerintah hingga permasalahan pribadi. 

"Halo, halo, ini dari mana saja? Walah rame banget, " ucap Ganjar mengawali acara yang diikuti setidaknya 300-an PMI. 

Satu persatu PMI yang ikut dalam acara tersebut disapa Ganjar. PMI yang ikut tersebar di banyak negara antara lain Jepang, Singapura, Malaysia, Taiwan, Inggris, Canada, Jerman hingga Amerika Serikat. Usai menyapa, Ganjar kemudian mengajak mereka berinteraksi. 

"Puji Astuti di Canada, wah ini pernah ketemu. Wah ada yang rambutnya putih semua dari Toronto. Mbak Kustia di Singapur, Mbak Puri, Mbak Yuni, wah banyak sekali. Saya pengin tahu apakah semua sudah divaksin? Tulis di forum chat," ujar Ganjar. 

Merespon pertanyaan itu, hampir semua peserta mengaku sudah divaksinasi. Bahkan ada juga yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster. Ganjar mengingatkan, walau sudah divaksin mereka tetap diminta tetap disiplin protokol kesehatan. 

"Alhamdulillah Covid di Taiwan saat ini sudah siaga dua Pak, artinya nol kasus jadi sudah banyak pelonggaran. Tapi untuk protokol kesehatan tetap ketat, dendanya sampai 15 juta rupiah," ujar Siti PMI asal Purwodadi yang bekerja di Tainan, Taiwan. 

Lain lagi cerita Desi, PMI asal Salatiga yang berada di Singapura. Negara tetangga ini sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 varian Delta, karena itu Ganjar  memberi perhatian khusus. 

"Iya Pak di sini (Singapura) untuk kasus local community-nya tinggi tapi terhitungnya masih terkontrol. Selain itu untuk vaksin, sebagian (PMI) juga sudah mulai mendapat suntikan ketiga," kata Desi, PMI asal Salatiga. 

Seorang PMI lajang bernama Indra yang berasal dari Cilacap, malah mengaku saat ini dirinya sedang menjalani karantina di Miami, Amerika Serikat. Dia mengaku pelayanan karantina di negara itu sangat baik. 

Indra berkisah, sebagai seorang kru kapal pesiar yang selalu berpergian keberbagai negara, dirinya mengaku senang. Namun di sisi hal itu membuat ia jarang bisa bergaul di masyarakat untuk mendapatkan istri. 

“Wah hebat kye wong Cilacapwis tekan Napoli. Yawis tak dongakke entuk jodoh, (Hebat orang Cilacap sudah sampai Napoli. Saya doakan dapat jodoh). Kawan-kawan PMI di sini ini ada Mas Indra dari Cilacap. Monggo ada yang mau apa tidak (jadi istri). Lho ini banyak yang angkat tangan,” goda Ganjar. 

Jika Indra mengeluh belum sempat bertemu jodoh, Adi seorang PMI asal Batang justru sebaliknya. Meski sudah bertemu jodoh, tetapi ia tidak bisa tingga bersama dengan istrinya. Baru seminggu menikah, Adi sudah harus kembali bekerja di Jepang. 

Di luar masalah pribadi, ada pula yang mengeluhkan tentang masih adanya pungutan liar pada ABK kapal ikan serta sulitnya perpanjangan paspor pelaut. 

Pada mereka Ganjar meminta agar langsung melapor jika menemukan atau menjadi korban pungli. 

“Kalau Anda menjadi korban pungli tapi tidak lapor, kan kita tidak tahu. Kalau kemudian menyampaikan kepada kita ya kita tahu. Dulu laporan pungli di tempat lain juga laporan dari masyarakat. Ada aplikasi Laporgub, paling gampang follow ig twitter facebook-nya pak gubernur,” tutur Ganjar. 

Terkait pertanyaan tentang bantuan bagi PMI yang sudah purna tugas, Ganjar mengatakan, sebenarnya Disnakertrans sudah memiliki program tersebut tetapi belum banyak diketahui masyarakat. 

“Pendampingan PMI yang purna ini sebenarnya kita juga punya, latihane mulai dari produksi sampai menjual mesti dilatih secara lengkap nah nanti kita dampingi. Tapi ternyata komunikasi tidak bisa berjalan lancar apalagi di Pemkab. Nah nanti kita bantu, komunikasi dengan Pemkab,” kata Ganjar. 

Dari pertemua online selama 1.5 jam itu, Ganjar menilai kondisi PMI Jawa Tengah secara umum dalam kondisi baik. Ganjar berharap komunikasi yang dilakukan ini bisa memberikan perasaan nyaman bagi mereka untuk tenang bekerja di negeri orang.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyapa para Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang tersebar di berbagai negara. Ganjar menyapa mereka melalui zoom dari rumah dinasnya, Minggu (10/10) malam. Ratusan PMI bergabung dalam acara yang juga disiarkan secara langsung di akun media sosial milik Ganjar. 

Perbincangan Ganjar dengan para pahlawan devisa ini berlangsung seru dan cair. Tanpa rasa sungkan mereka menyampaikan beragam keluhan mulai dari soal layanan pemerintah hingga permasalahan pribadi. 

"Halo, halo, ini dari mana saja? Walah rame banget, " ucap Ganjar mengawali acara yang diikuti setidaknya 300-an PMI. 

Satu persatu PMI yang ikut dalam acara tersebut disapa Ganjar. PMI yang ikut tersebar di banyak negara antara lain Jepang, Singapura, Malaysia, Taiwan, Inggris, Canada, Jerman hingga Amerika Serikat. Usai menyapa, Ganjar kemudian mengajak mereka berinteraksi. 

"Puji Astuti di Canada, wah ini pernah ketemu. Wah ada yang rambutnya putih semua dari Toronto. Mbak Kustia di Singapur, Mbak Puri, Mbak Yuni, wah banyak sekali. Saya pengin tahu apakah semua sudah divaksin? Tulis di forum chat," ujar Ganjar. 

Merespon pertanyaan itu, hampir semua peserta mengaku sudah divaksinasi. Bahkan ada juga yang sudah mendapat vaksin dosis ketiga atau booster. Ganjar mengingatkan, walau sudah divaksin mereka tetap diminta tetap disiplin protokol kesehatan. 

"Alhamdulillah Covid di Taiwan saat ini sudah siaga dua Pak, artinya nol kasus jadi sudah banyak pelonggaran. Tapi untuk protokol kesehatan tetap ketat, dendanya sampai 15 juta rupiah," ujar Siti PMI asal Purwodadi yang bekerja di Tainan, Taiwan. 

Lain lagi cerita Desi, PMI asal Salatiga yang berada di Singapura. Negara tetangga ini sedang mengalami peningkatan kasus Covid-19 varian Delta, karena itu Ganjar  memberi perhatian khusus. 

"Iya Pak di sini (Singapura) untuk kasus local community-nya tinggi tapi terhitungnya masih terkontrol. Selain itu untuk vaksin, sebagian (PMI) juga sudah mulai mendapat suntikan ketiga," kata Desi, PMI asal Salatiga. 

Seorang PMI lajang bernama Indra yang berasal dari Cilacap, malah mengaku saat ini dirinya sedang menjalani karantina di Miami, Amerika Serikat. Dia mengaku pelayanan karantina di negara itu sangat baik. 

Indra berkisah, sebagai seorang kru kapal pesiar yang selalu berpergian keberbagai negara, dirinya mengaku senang. Namun di sisi hal itu membuat ia jarang bisa bergaul di masyarakat untuk mendapatkan istri. 

“Wah hebat kye wong Cilacapwis tekan Napoli. Yawis tak dongakke entuk jodoh, (Hebat orang Cilacap sudah sampai Napoli. Saya doakan dapat jodoh). Kawan-kawan PMI di sini ini ada Mas Indra dari Cilacap. Monggo ada yang mau apa tidak (jadi istri). Lho ini banyak yang angkat tangan,” goda Ganjar. 

Jika Indra mengeluh belum sempat bertemu jodoh, Adi seorang PMI asal Batang justru sebaliknya. Meski sudah bertemu jodoh, tetapi ia tidak bisa tingga bersama dengan istrinya. Baru seminggu menikah, Adi sudah harus kembali bekerja di Jepang. 

Di luar masalah pribadi, ada pula yang mengeluhkan tentang masih adanya pungutan liar pada ABK kapal ikan serta sulitnya perpanjangan paspor pelaut. 

Pada mereka Ganjar meminta agar langsung melapor jika menemukan atau menjadi korban pungli. 

“Kalau Anda menjadi korban pungli tapi tidak lapor, kan kita tidak tahu. Kalau kemudian menyampaikan kepada kita ya kita tahu. Dulu laporan pungli di tempat lain juga laporan dari masyarakat. Ada aplikasi Laporgub, paling gampang follow ig twitter facebook-nya pak gubernur,” tutur Ganjar. 

Terkait pertanyaan tentang bantuan bagi PMI yang sudah purna tugas, Ganjar mengatakan, sebenarnya Disnakertrans sudah memiliki program tersebut tetapi belum banyak diketahui masyarakat. 

“Pendampingan PMI yang purna ini sebenarnya kita juga punya, latihane mulai dari produksi sampai menjual mesti dilatih secara lengkap nah nanti kita dampingi. Tapi ternyata komunikasi tidak bisa berjalan lancar apalagi di Pemkab. Nah nanti kita bantu, komunikasi dengan Pemkab,” kata Ganjar. 

Dari pertemua online selama 1.5 jam itu, Ganjar menilai kondisi PMI Jawa Tengah secara umum dalam kondisi baik. Ganjar berharap komunikasi yang dilakukan ini bisa memberikan perasaan nyaman bagi mereka untuk tenang bekerja di negeri orang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu