Follow Us :              

Pemulihan Ekonomi Masih Jadi Prioritas Pembangunan 2022

  18 October 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 539 
Kategori :
Bagikan :


Pemulihan Ekonomi Masih Jadi Prioritas Pembangunan 2022

18 October 2021 | 09:00:00 | dibaca : 539
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (18/10/2021) melakukan penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) - Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022 di Gedung Berlian. 

Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan bersama 4 pimpinan DPRD Jateng, yakni Sukirman, Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono dan Quatly A Alkatiri. 

Wakil Gubernur Taj Yasin mengatakan, pada tahun depan, anggaran masih diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi. Pembangunan-pembangunan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akan kembali dilanjutkan. 

"Pembangunan kemarin yang sempat tertunda karena adanya pandemi, saat ini insyaallah kita jalankan untuk dilaksanakan," tuturnya usai mengikuti sidang. 

Pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas, untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis, pertumbuhan ekonomi Jateng kuartal kedua 2021 sudah tumbuh positif di angka 5,56 persen. 

Meski sudah tetap tumbuh positif setelah meski terdampak pandemi Covid 19, tetapi pertumbuhannya masih perlu ditingkatkan lagi. Sebab, Jateng adalah salah satu provinsi yang mendapatkan tugas dari pemerintah pusat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen. 

Terkait upaya peningkatan pendapatan daerah yang salah satunya bersumber dari pajak, Taj Yasin menuturkan, pemerintah akan melakukan pemetaan lagi. Pihaknya berharap, masyarakat Jawa Tengah tergerak memberikan kontribusi pajak yang lebih baik lagi. 

"Saya berharap partisipasi (pajak) masyarakat. Jateng ini ya milik panjenengan sedaya (Anda semua). Kalau njenengan semua mau taat pajak, tepat pembayaran pajaknya, sehingga kita bekerja untuk pembangunan dan pemulihan ekonomi (agar) segera terwujud," tutupnya.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, mewakili Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, Senin (18/10/2021) melakukan penandatanganan nota kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (KUA) - Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD tahun anggaran 2022 di Gedung Berlian. 

Penandatanganan nota kesepakatan dilakukan bersama 4 pimpinan DPRD Jateng, yakni Sukirman, Heri Pudyatmoko, Ferry Wawan Cahyono dan Quatly A Alkatiri. 

Wakil Gubernur Taj Yasin mengatakan, pada tahun depan, anggaran masih diprioritaskan untuk pemulihan ekonomi. Pembangunan-pembangunan yang sempat tertunda akibat pandemi Covid-19, akan kembali dilanjutkan. 

"Pembangunan kemarin yang sempat tertunda karena adanya pandemi, saat ini insyaallah kita jalankan untuk dilaksanakan," tuturnya usai mengikuti sidang. 

Pemulihan ekonomi masih menjadi prioritas, untuk mengejar angka pertumbuhan ekonomi. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah merilis, pertumbuhan ekonomi Jateng kuartal kedua 2021 sudah tumbuh positif di angka 5,56 persen. 

Meski sudah tetap tumbuh positif setelah meski terdampak pandemi Covid 19, tetapi pertumbuhannya masih perlu ditingkatkan lagi. Sebab, Jateng adalah salah satu provinsi yang mendapatkan tugas dari pemerintah pusat untuk mencapai pertumbuhan ekonomi 7 persen. 

Terkait upaya peningkatan pendapatan daerah yang salah satunya bersumber dari pajak, Taj Yasin menuturkan, pemerintah akan melakukan pemetaan lagi. Pihaknya berharap, masyarakat Jawa Tengah tergerak memberikan kontribusi pajak yang lebih baik lagi. 

"Saya berharap partisipasi (pajak) masyarakat. Jateng ini ya milik panjenengan sedaya (Anda semua). Kalau njenengan semua mau taat pajak, tepat pembayaran pajaknya, sehingga kita bekerja untuk pembangunan dan pemulihan ekonomi (agar) segera terwujud," tutupnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu