Follow Us :              

Doa Para Ulama untuk Pembangunan Jawa Tengah

  10 January 2026  |   09:00:00  |   dibaca : 137 
Kategori :
Bagikan :


Doa Para Ulama untuk Pembangunan Jawa Tengah

10 January 2026 | 09:00:00 | dibaca : 137
Kategori :
Bagikan :

Foto : Mizan (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Mizan (Humas Jateng)

KAB TEGAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya dukungan dan doa dari para ulama dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul ke-52 Almarhum K.H. Sa’id bin Armia di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 10 Januari 2026. 

Adapun di hadapan ribuan jemaah, ulama, habaib, dan tokoh masyarakat, Wagub  menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan hanya dengan kekuatan struktural, tetapi membutuhkan bimbingan dari para kiai dan orang-orang saleh.

“Kami mohon doa dari para ulama agar pemerintahan di Jawa Tengah benar-benar bisa berjalan dengan rida Allah SWT,” ujarnya.

Wagub menilai, jabatan publik merupakan amanah berat yang sarat dengan risiko kekhilafan. Oleh karena itu, kedekatan pejabat dengan para ulama dan majelis-majelis ilmu bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan menjadi kebutuhan.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Pj Ketua Umum PBNU, K.H. Zulfa Mustofa; Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman; Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid; para habaib, dan kiai. Kehadiran para tokoh ini mampu mencerminkan kuatnya sinergi antara para ulama dan pemerintah dalam membangun Jawa Tengah.


Bagikan :

KAB TEGAL – Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan pentingnya dukungan dan doa dari para ulama dalam menjalankan roda pemerintahan di wilayahnya.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul ke-52 Almarhum K.H. Sa’id bin Armia di Pondok Pesantren Attauhidiyyah Giren, Kecamatan Talang, Kabupaten Tegal pada Sabtu, 10 Januari 2026. 

Adapun di hadapan ribuan jemaah, ulama, habaib, dan tokoh masyarakat, Wagub  menyampaikan bahwa pemerintah tidak bisa berjalan hanya dengan kekuatan struktural, tetapi membutuhkan bimbingan dari para kiai dan orang-orang saleh.

“Kami mohon doa dari para ulama agar pemerintahan di Jawa Tengah benar-benar bisa berjalan dengan rida Allah SWT,” ujarnya.

Wagub menilai, jabatan publik merupakan amanah berat yang sarat dengan risiko kekhilafan. Oleh karena itu, kedekatan pejabat dengan para ulama dan majelis-majelis ilmu bukan hanya sekadar pelengkap, melainkan menjadi kebutuhan.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Pj Ketua Umum PBNU, K.H. Zulfa Mustofa; Bupati Tegal, Ischak Maulana Rohman; Wakil Bupati Tegal, Ahmad Kholid; para habaib, dan kiai. Kehadiran para tokoh ini mampu mencerminkan kuatnya sinergi antara para ulama dan pemerintah dalam membangun Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu