Follow Us :              

Taj Yasin Menegaskan Penggunaan Dana Desa Untuk Kemajuan dan Kemakmuran

  19 October 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 83 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Menegaskan Penggunaan Dana Desa Untuk Kemajuan dan Kemakmuran

19 October 2021 | 09:00:00 | dibaca : 83
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Berbagai program dan terobosan harus dilakukan pemerintah desa guna membangkitkan ekonomi daerahnya. Hal ini sekaligus mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dan berdikari. Salah satunya dengan memanfaatkan Dana Desa secara baik dan tepat untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa. 

"Berbagai inovasi harus dilakukan. Tidak hanya terkait tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga berbagai program inovatif yang mampu memberdayakan masyarakat, mengolah seluruh potensi desa secara optimal, agar semakin maju dan sejahtera," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dalam seminar online dengan tajuk 'Sinergitas Legislatif Eksekutif Membangun Jawa Tengah Sejahtera Dari Desa', Selasa (19/10/2021). 

Taj Yasin menyebutkan, tahun 2019 Jateng mendapat alokasi Rp 7,8 triliun yang dikucurkan kepada 7.809 desa se-Jateng. Jumlah ini kemudian mengalami kenaikan menjadi Rp. 8,2 trilyun tahun 2020 dan 2021. 

"Dana yang diamanahkan ke desa harus dimanfaatkan secara tepat dan baik untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa," pintanya. 

Ia menghimbau semua kepala desa untuk dapat memanfaatkan kucuran dana dari pemerintah pusat dengan baik melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Diantaranya untuk pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Taj Yasin mencontohkan keberhasilan BUMDes di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. BUMDes yang mengangkat Desa Wisata ini sukses dan menginspirasi desa-desa lain di berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan Desa Wisata memang tepat untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. 

"Sekarang semua kepala desa bisa berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Berdiskusi dengan para mahasiswa untuk membantu menggali potensi-potensi yang ada di masing-masing desa," katanya. 

Termasuk membantu menggali dan mengembangkan potensi pariwisata, bagaimana mengolah hasil pertanian menjadi produk unggulan, pendampingan pengemasan produk agar menarik konsumen, meningkatkan kualitas produk, hingga pemasaran. 

"Saya menyambut positif kegiatan ini, sebagai wahana bagi kita bersama, jajaran legislatif dan eksekutif untuk menyamakan persepsi, menyatukan langkah, bersama-sama mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dengan membangkitkan ekonomi desa," jelas Taj Yasin.


Bagikan :

SEMARANG - Berbagai program dan terobosan harus dilakukan pemerintah desa guna membangkitkan ekonomi daerahnya. Hal ini sekaligus mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dan berdikari. Salah satunya dengan memanfaatkan Dana Desa secara baik dan tepat untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa. 

"Berbagai inovasi harus dilakukan. Tidak hanya terkait tata kelola pemerintahan desa, tetapi juga berbagai program inovatif yang mampu memberdayakan masyarakat, mengolah seluruh potensi desa secara optimal, agar semakin maju dan sejahtera," kata Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, dalam seminar online dengan tajuk 'Sinergitas Legislatif Eksekutif Membangun Jawa Tengah Sejahtera Dari Desa', Selasa (19/10/2021). 

Taj Yasin menyebutkan, tahun 2019 Jateng mendapat alokasi Rp 7,8 triliun yang dikucurkan kepada 7.809 desa se-Jateng. Jumlah ini kemudian mengalami kenaikan menjadi Rp. 8,2 trilyun tahun 2020 dan 2021. 

"Dana yang diamanahkan ke desa harus dimanfaatkan secara tepat dan baik untuk kemajuan serta kemakmuran masyarakat desa," pintanya. 

Ia menghimbau semua kepala desa untuk dapat memanfaatkan kucuran dana dari pemerintah pusat dengan baik melalui berbagai program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat. Diantaranya untuk pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Keberadaan BUMDes dinilai mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. 

Taj Yasin mencontohkan keberhasilan BUMDes di Desa Ponggok, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten. BUMDes yang mengangkat Desa Wisata ini sukses dan menginspirasi desa-desa lain di berbagai daerah di Indonesia. Pengembangan Desa Wisata memang tepat untuk menggerakkan ekonomi pedesaan. 

"Sekarang semua kepala desa bisa berkoordinasi dengan perguruan tinggi. Berdiskusi dengan para mahasiswa untuk membantu menggali potensi-potensi yang ada di masing-masing desa," katanya. 

Termasuk membantu menggali dan mengembangkan potensi pariwisata, bagaimana mengolah hasil pertanian menjadi produk unggulan, pendampingan pengemasan produk agar menarik konsumen, meningkatkan kualitas produk, hingga pemasaran. 

"Saya menyambut positif kegiatan ini, sebagai wahana bagi kita bersama, jajaran legislatif dan eksekutif untuk menyamakan persepsi, menyatukan langkah, bersama-sama mewujudkan Jawa Tengah sejahtera dengan membangkitkan ekonomi desa," jelas Taj Yasin.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu