Follow Us :              

Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Selesaikan Program Replikasi Pelayanan Publik

  02 November 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 390 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Jadi Provinsi Pertama yang Selesaikan Program Replikasi Pelayanan Publik

02 November 2021 | 09:00:00 | dibaca : 390
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang menjadi provinsi pertama dalam menyelesaikan program replikasi pelayanan publik. Selesainya program ini akan menjadi pola untuk diterapkan pula di provinsi lain. 

"Hal ini tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Pemprov dengan tim pendamping, dan tentunya partisipasi yang positif dari seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah," tutur Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa pada acara Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, Selasa(02/11/2021) secara virtual di Kantor Gubernur. 

Tukar menukar yang berkelanjutan lewat program replikasi inovasi pelayanan publik, lanjutnya, ke depan bisa dilaksanakan sendiri oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/ kota. Harapannya dengan saling bertukar inovasi pelayanan publik, lambat laun akan melahirkan budaya inovasi. 

"Dalam bahasa Bapak Gubernur Jateng, menjadikan inovasi pelayanan publik sebagai tradisi. Kalau berinovasi sudah jadi tradisi, maka berinovasi akan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dihadirkan. Organisasi rasanya akan kehilangan jiwanya tanpa berinovasi," ungkapnya. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno berpandangan, replikasi inovasi pelayanan publik merupakan program yang baik. Dengan menerapkan replikasi inovasi pelayanan publik layanan akan menjadi lebih efektif dan efisien karena inovasi yang direplikasi sudah terbukti dalam pemanfaatannya. 

"Ini juga akan membuka pintu untuk mengembangkan. Jadi inovasi yang sudah ada, diakui dan sudah berjalan dengan baik, kita replikasi. Istilahnya orang Jawa itu, kalau nyontek itu, nyontek hal yang baik itu. Ini hal yang patut harus kita lakukan karena akan lebih cepat di dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sumarno berpesan kepada kabupaten/ kota yang menerapkan program replikasi inovasi pelayanan publik untuk segera membuat rencana aksi. Komitmen yang ditandatangani bukan sekadar seremoni. Pihaknya menginginkan inovasi yang direplikasi segera bisa diterapkan, sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. 

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat mengatakan, ada 6 inovasi yang direplikasi. Tiga inovasi diantaranya dari Jawa Tengah yaitu, Gerakan Kembali Bersekolah Atasi Anak Tidak Sekolah dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Brebes, 

Data Kota Magelang Open dari Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kota Magelang, inovasi Sayangi dan Dampingi Ibu dan Anak dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. 

Adapun tiga inovasi lainnya dari luar Jawa Tengah yang direplikasi dalam layanan publik adalah; Laboratorium Inovasi dari Badan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Makassar, Akta kelahiran dan kematian Terintegrasi Dana Desa dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Barat, Bandung Anti Kantong Plastik dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung,  

Program Replikasi Inovasi Pelayanan Publik itu diterapkan di 12 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, sambungnya. Yaitu, Blora, Cilacap, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Kudus, Purbalingga, Purworejo, Sragen, Tegal, Wonosobo dan Kota Magelang.


Bagikan :

SEMARANG - Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen-PAN RB) mengapresiasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah yang menjadi provinsi pertama dalam menyelesaikan program replikasi pelayanan publik. Selesainya program ini akan menjadi pola untuk diterapkan pula di provinsi lain. 

"Hal ini tentu tidak lepas dari kerja sama yang baik antara Pemprov dengan tim pendamping, dan tentunya partisipasi yang positif dari seluruh kabupaten/ kota di Jawa Tengah," tutur Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PAN-RB Diah Natalisa pada acara Penandatanganan Komitmen Pelaksanaan Replikasi Inovasi Pelayanan Publik, Selasa(02/11/2021) secara virtual di Kantor Gubernur. 

Tukar menukar yang berkelanjutan lewat program replikasi inovasi pelayanan publik, lanjutnya, ke depan bisa dilaksanakan sendiri oleh pemerintah provinsi atau pemerintah kabupaten/ kota. Harapannya dengan saling bertukar inovasi pelayanan publik, lambat laun akan melahirkan budaya inovasi. 

"Dalam bahasa Bapak Gubernur Jateng, menjadikan inovasi pelayanan publik sebagai tradisi. Kalau berinovasi sudah jadi tradisi, maka berinovasi akan menjadi sebuah kebutuhan yang harus dihadirkan. Organisasi rasanya akan kehilangan jiwanya tanpa berinovasi," ungkapnya. 

Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah Sumarno berpandangan, replikasi inovasi pelayanan publik merupakan program yang baik. Dengan menerapkan replikasi inovasi pelayanan publik layanan akan menjadi lebih efektif dan efisien karena inovasi yang direplikasi sudah terbukti dalam pemanfaatannya. 

"Ini juga akan membuka pintu untuk mengembangkan. Jadi inovasi yang sudah ada, diakui dan sudah berjalan dengan baik, kita replikasi. Istilahnya orang Jawa itu, kalau nyontek itu, nyontek hal yang baik itu. Ini hal yang patut harus kita lakukan karena akan lebih cepat di dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat," ungkapnya.

Sumarno berpesan kepada kabupaten/ kota yang menerapkan program replikasi inovasi pelayanan publik untuk segera membuat rencana aksi. Komitmen yang ditandatangani bukan sekadar seremoni. Pihaknya menginginkan inovasi yang direplikasi segera bisa diterapkan, sehingga manfaatnya cepat dirasakan masyarakat. 

Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Jawa Tengah, Ihwan Sudrajat mengatakan, ada 6 inovasi yang direplikasi. Tiga inovasi diantaranya dari Jawa Tengah yaitu, Gerakan Kembali Bersekolah Atasi Anak Tidak Sekolah dari Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah Kabupaten Brebes, 

Data Kota Magelang Open dari Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik Kota Magelang, inovasi Sayangi dan Dampingi Ibu dan Anak dari Dinas Kesehatan Kota Semarang. 

Adapun tiga inovasi lainnya dari luar Jawa Tengah yang direplikasi dalam layanan publik adalah; Laboratorium Inovasi dari Badan Penelitian Pengembangan Daerah Kota Makassar, Akta kelahiran dan kematian Terintegrasi Dana Desa dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Aceh Barat, Bandung Anti Kantong Plastik dari Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bandung,  

Program Replikasi Inovasi Pelayanan Publik itu diterapkan di 12 kabupaten/ kota di Jawa Tengah, sambungnya. Yaitu, Blora, Cilacap, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Kudus, Purbalingga, Purworejo, Sragen, Tegal, Wonosobo dan Kota Magelang.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu