Follow Us :              

Taj Yasin Imbau Masyarakat Rawat Embung dan Waduk Untuk Atasi Kekeringan

  04 November 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 113 
Kategori :
Bagikan :


Taj Yasin Imbau Masyarakat Rawat Embung dan Waduk Untuk Atasi Kekeringan

04 November 2021 | 09:00:00 | dibaca : 113
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

KUDUS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau agar masyarakat turut merawat embung dan bendungan yang telah dibangun oleh pemerintah maupun swasta. Hal tersebut dia sampaikan saat diwawancarai oleh CNBC TV, Kamis (04/11/2021). 

Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah berpotensi mengalami kekeringan relatif tinggi tahun ini. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat merawat embung dan bendungan agar menjaga ketersediaan air. 

"Saya imbau kepada masyarakat, tolong dirawat bendungan. Kita sama-sama menjaga, jangan hanya mengandalkan pemerintah saja untuk menjaga. Namun kesadaran kita, ketika kita butuh air dari bendungan ayo kita bicarakan bersama, jangan disodet-sodet, dimasukin pralon yang tidak benar," himbau Taj Yasin. 

Taj Yasin menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang saat ini memiliki 41 bendungan, dan 90 embung, enantiasa berupaya melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan air. 

Pada masyarakat Taj Yasin juga mendorong adanya gerakan penghijauan di lahan-lahan gundul. Dia menilai penghijauan ini perlu dilakukan supaya air hujan tidak langsung mengalir ke sungai hingga laut, namun terserap oleh tanah. 

"Kami juga mendorong agar masyarakat membuat sumur resapan di lingkungan masing-masing. Kita tidak hanya memiliki embung saja. Kita harus mengembalikan air yang kita pakai untuk diserap lagi oleh tanah," tambahnya. 

Di sisi lain, Taj Yasin juga mendorong potensi ekonomis yang bisa didapatkan dari embung dan bendungan. Dia mencontohkan, di Kabupaten Pemalang yang rawan kekeringan, memiliki sungai dengan debit air melimpah. 

Kata dia, pihaknya telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk singkronisasi program terkait pembuatan bendungan-bendungan di sungai. 

"Sehingga (air) tidak langsung ke laut. Kalau kita tadi bicara soal embung konservasi air dan ekonomi masyarakat, maka bisa kita manfaatkan dengan menebar ikan di bendungan-bendungan tersebut sehingga ada nilai ekonomisnya," tutup Taj Yasin.


Bagikan :

KUDUS - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengimbau agar masyarakat turut merawat embung dan bendungan yang telah dibangun oleh pemerintah maupun swasta. Hal tersebut dia sampaikan saat diwawancarai oleh CNBC TV, Kamis (04/11/2021). 

Menurutnya, Provinsi Jawa Tengah berpotensi mengalami kekeringan relatif tinggi tahun ini. Oleh karena itu, dia meminta masyarakat merawat embung dan bendungan agar menjaga ketersediaan air. 

"Saya imbau kepada masyarakat, tolong dirawat bendungan. Kita sama-sama menjaga, jangan hanya mengandalkan pemerintah saja untuk menjaga. Namun kesadaran kita, ketika kita butuh air dari bendungan ayo kita bicarakan bersama, jangan disodet-sodet, dimasukin pralon yang tidak benar," himbau Taj Yasin. 

Taj Yasin menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang saat ini memiliki 41 bendungan, dan 90 embung, enantiasa berupaya melakukan berbagai langkah untuk menjaga ketersediaan air. 

Pada masyarakat Taj Yasin juga mendorong adanya gerakan penghijauan di lahan-lahan gundul. Dia menilai penghijauan ini perlu dilakukan supaya air hujan tidak langsung mengalir ke sungai hingga laut, namun terserap oleh tanah. 

"Kami juga mendorong agar masyarakat membuat sumur resapan di lingkungan masing-masing. Kita tidak hanya memiliki embung saja. Kita harus mengembalikan air yang kita pakai untuk diserap lagi oleh tanah," tambahnya. 

Di sisi lain, Taj Yasin juga mendorong potensi ekonomis yang bisa didapatkan dari embung dan bendungan. Dia mencontohkan, di Kabupaten Pemalang yang rawan kekeringan, memiliki sungai dengan debit air melimpah. 

Kata dia, pihaknya telah berdiskusi dengan Pemerintah Kabupaten Pemalang untuk singkronisasi program terkait pembuatan bendungan-bendungan di sungai. 

"Sehingga (air) tidak langsung ke laut. Kalau kita tadi bicara soal embung konservasi air dan ekonomi masyarakat, maka bisa kita manfaatkan dengan menebar ikan di bendungan-bendungan tersebut sehingga ada nilai ekonomisnya," tutup Taj Yasin.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu