Follow Us :              

Berikan Penghargaan Para Inovator Pemenang KIPP 2021 dan KOMPAK, Ganjar : Berikan Pelayanan yang Mudah, Murah, Cepat dan Tuntas

  30 November 2021  |   10:00:00  |   dibaca : 309 
Kategori :
Bagikan :


Berikan Penghargaan Para Inovator Pemenang KIPP 2021 dan KOMPAK, Ganjar : Berikan Pelayanan yang Mudah, Murah, Cepat dan Tuntas

30 November 2021 | 10:00:00 | dibaca : 309
Kategori :
Bagikan :

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Tim Humas (Humas Jateng)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan penghargaan kepada 20 pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Jawa Tengah, Selasa (30/11) di Semarang.  10 orang diantara mereka terpilih sebagai inovasi terbaik tingkat provinsi dan 10 lainnya untuk tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah.  

Penghargaan lain diberikan kepada program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), sebuah program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan. 

Penghargaan ini diberikan dalam Forum Inspirasi Jawa Tengah, sebuah acara yang digagas oleh Pemprov Jawa Tengah bersama KOMPAK untuk berbagi manfaat dan praktik baik inovasi-inovasi di Provinsi Jawa Tengah. 

KOMPAK berupaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan melalui berbagai inovasi, termasuk inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dimulai sejak tahun 2017. 

“Masyarakat itu senang ketika mendapatkan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan tuntas. Karena itu, saya akan selalu mendorong dilakukannya inovasi-inovasi seperti ini,” ujar Gubernur. 

Program ini telah diujicobakan di tiga kabupaten dampingan KOMPAK yaitu Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Brebes. Beberapa model atau pendekatan KOMPAK yang telah diujicobakan adalah Gerakan KUDU Sekolah, Layanan Administrasi Berbasis Kewenangan Desa (LABKD), Keperantaraan Pasar, Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) Terpadu, Posko Aspirasi BPD dan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa), dan Kelompok Selapanan. 

Hasil ujicoba model dan pendekatan yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Brebes telah mampu berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pembangunan Provinsi Jawa Tengah, yaitu membentuk masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari, serta menurunkan angka kemiskinan. 

Forum Inspirasi diharapkan menginspirasi kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah agar mereplikasi inovasi-inovasi tersebut untuk mengatasi tantangan atau persoalan serupa. Selain Gubernur, acara ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Dirjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri, Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bappenas, Counsellor for Human Development Section, Kedutaan Besar Australia, Bupati Pekalongan, Bupati Malang dan Bupati Brebes. 

Dan Woods, Counsellor for Human Development Section, Kedutaan Besar Australia mengatakan, pihaknya berharap inovasi ini akan membuat layanan pada masyarakat menjadi lebih mudah efisien, termasuk bagi kalangan rentan. 

“Pendekatan baru yang inovatif ini telah merespon kebutuhan lokal dan telah mempertimbangkan konteks lokal. Artinya, pelayanan dasar diberikan secara lebih efisien dan efektif kepada masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan, orang miskin, dan penyandang disabilitas,” jelasnya. 

Atas kerja sama ini Gubernur mengaku mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Lewat program dan ajang seperti ini dirinya bisa  melihat banyak bermunculan inovator-inovator yang unggul. 

“Saya senang Biro Organisasi bersama Forum Inspirasi Jawa Tengah menggelar kompetisi layanan publik Jawa Tengah. Saya lihat inovasinya bagus-bagus. Ada yang membuat inovasi di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, kependudukan, pelayanan pada kelompok disabilitas, dan lain-lain. Ada juga inovasi tentang keperantaraan pasar dan pariwisata. Saya berharap, daerah lain mau mereplikasi inovasi-inovasi unggulan ini di daerahnya masing-masing agar tugas kita melayani masyarakat semakin optimal,” pungkas Gubernur.


Bagikan :

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, memberikan penghargaan kepada 20 pemenang Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) Jawa Tengah, Selasa (30/11) di Semarang.  10 orang diantara mereka terpilih sebagai inovasi terbaik tingkat provinsi dan 10 lainnya untuk tingkat kabupaten/kota di Jawa Tengah.  

Penghargaan lain diberikan kepada program Kolaborasi Masyarakat dan Pelayanan untuk Kesejahteraan (KOMPAK), sebuah program kerjasama Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengurangi kemiskinan dan mengatasi kesenjangan. 

Penghargaan ini diberikan dalam Forum Inspirasi Jawa Tengah, sebuah acara yang digagas oleh Pemprov Jawa Tengah bersama KOMPAK untuk berbagi manfaat dan praktik baik inovasi-inovasi di Provinsi Jawa Tengah. 

KOMPAK berupaya mengurangi kemiskinan dan kesenjangan melalui berbagai inovasi, termasuk inovasi yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan yang dimulai sejak tahun 2017. 

“Masyarakat itu senang ketika mendapatkan pelayanan yang mudah, murah, cepat dan tuntas. Karena itu, saya akan selalu mendorong dilakukannya inovasi-inovasi seperti ini,” ujar Gubernur. 

Program ini telah diujicobakan di tiga kabupaten dampingan KOMPAK yaitu Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Brebes. Beberapa model atau pendekatan KOMPAK yang telah diujicobakan adalah Gerakan KUDU Sekolah, Layanan Administrasi Berbasis Kewenangan Desa (LABKD), Keperantaraan Pasar, Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa (PKAD) Terpadu, Posko Aspirasi BPD dan Sekolah Anggaran Desa (Sekar Desa), dan Kelompok Selapanan. 

Hasil ujicoba model dan pendekatan yang dilakukan bersama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Pemalang dan Brebes telah mampu berkontribusi dalam mendukung pencapaian target pembangunan Provinsi Jawa Tengah, yaitu membentuk masyarakat Jawa Tengah yang sejahtera dan berdikari, serta menurunkan angka kemiskinan. 

Forum Inspirasi diharapkan menginspirasi kabupaten/kota lainnya di Jawa Tengah agar mereplikasi inovasi-inovasi tersebut untuk mengatasi tantangan atau persoalan serupa. Selain Gubernur, acara ini juga dihadiri oleh Deputi Bidang Kependudukan dan Ketenagakerjaan Bappenas, Dirjen Bina Pemerintah Desa Kemendagri, Direktur Agama, Pendidikan dan Kebudayaan Bappenas, Counsellor for Human Development Section, Kedutaan Besar Australia, Bupati Pekalongan, Bupati Malang dan Bupati Brebes. 

Dan Woods, Counsellor for Human Development Section, Kedutaan Besar Australia mengatakan, pihaknya berharap inovasi ini akan membuat layanan pada masyarakat menjadi lebih mudah efisien, termasuk bagi kalangan rentan. 

“Pendekatan baru yang inovatif ini telah merespon kebutuhan lokal dan telah mempertimbangkan konteks lokal. Artinya, pelayanan dasar diberikan secara lebih efisien dan efektif kepada masyarakat, termasuk kelompok rentan seperti perempuan, orang miskin, dan penyandang disabilitas,” jelasnya. 

Atas kerja sama ini Gubernur mengaku mengapresiasi pelaksanaan acara ini. Lewat program dan ajang seperti ini dirinya bisa  melihat banyak bermunculan inovator-inovator yang unggul. 

“Saya senang Biro Organisasi bersama Forum Inspirasi Jawa Tengah menggelar kompetisi layanan publik Jawa Tengah. Saya lihat inovasinya bagus-bagus. Ada yang membuat inovasi di bidang pendidikan, infrastruktur, kesehatan, kependudukan, pelayanan pada kelompok disabilitas, dan lain-lain. Ada juga inovasi tentang keperantaraan pasar dan pariwisata. Saya berharap, daerah lain mau mereplikasi inovasi-inovasi unggulan ini di daerahnya masing-masing agar tugas kita melayani masyarakat semakin optimal,” pungkas Gubernur.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu