Follow Us :              

Semeru Erupsi, Gubernur Jateng : Warga Sekitar Merapi Tetap Waspada

  06 December 2021  |   14:00:00  |   dibaca : 307 
Kategori :
Bagikan :


Semeru Erupsi, Gubernur Jateng : Warga Sekitar Merapi Tetap Waspada

06 December 2021 | 14:00:00 | dibaca : 307
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengingatkan bahwa kewaspadaan akan erupsi, bukan hanya bagi warga di sekitar Gunung Semeru tetapi juga warga di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. Sebab sampai saat ini, aktivitas gunung Merapi masih belum stabil dan masih terjadi erupsi kecil serta guguran lava sejak 4 Januari lalu. 

"Merapi terus kita pantau dan saya minta semua siaga. Sabtu lalu, saya sudah mendapat laporan dari BPPTKG, dilaporkan bahwa erupsi yang terjadi sejak 4 Januari lalu sampai sekarang masih berlangsung," jelas Gubernur usai memberikan bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Semarang, Senin (6/12). 

Dari pantauannya, pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Guguran awan panas juga masih berlangsung karena sampai saat ini, akumulasi tekanan magma dan suplai magma dari dalam masih berlangsung. 

"Erupsi di Gunung Merapi belum akan berakhir. Maka saya minta semuanya siaga khususnya di Jogja dan di Magelang, Klaten serta sebagian Boyolali," ujarnya. 

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih terjadi di sektor Selatan dan Barat Daya. Dari hasil identifikasi yang dilakukan pihaknya, Gubernur menyebutkan, daerah-daerah yang rawan meliputi sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol dan Woro. Diperkirakan guguran lava bisa mencapai 3 sampai 5 km. 

Maka di wilayah-wilayah itu diminta bersiap. Seluruh kepala desa lanjut Gubernur harus siaga. Tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana semua standby.

"Kita harapkan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, peluit langsung ditiup dan informasi diberikan agar mereka semua segera mengungsi. Jangan ambil resiko. Kita belajar betul dengan kondisi dan karakter Merapi yang mirip dengan Semeru," tegasnya. 

Gubernur juga memperingatkan pada semua masyarakat untuk menghentikan aktivitas penambangan khususnya di sungai-sungai yang disebutkan di atas. 

"Saya minta anda semua minggir dulu. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk kita tertibkan. Mulai hari ini saya peringatkan, di tengah kondisi curah hujan makin tinggi, maka yang di sekitar Merapi khususnya aliran-aliran sungai tolong berhenti menambang. Baik yang legal apalagi ilegal, saya minta anda semua minggir dulu dari wilayah itu karena berbahaya," tegasnya. 

Sebab lanjut Ganjar, sudah ada kejadian ada korban akibat banjir lahar di sungai Merapi. Pihaknya meminta semua tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan itu. 

"Ini peringatan saya untuk kesekian kali. Setelah ini kami akan menggelar operasi untuk menertibkan," tegasnya. 

Terkait bantuan bagi masyarakat lereng Gunung Semeru yang terdampak erupsi, Gubernur mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan sejumlah kepala desa yang ada di sekitar gunung itu. 

"Hari ini kami mencoba membantu saudara-saudara kita di Semeru. Dari operasi kemanusiaan ini, saya berharap bisa meringankan beban mereka," katanya. 

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Jawa Tengah, Safrudin mengatakan, bantuan logistik dan tim relawan yang dikirimkan sudah dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Timur. Bantuan yang diberikan dan spesifikasi relawan sudah sesuai dengan kebutuhan. 

"Dari koordinasi kami, untuk kebutuhan pengungsi seperti air mineral, makanan, biskuit, pakaian dalam, kebutuhan perempuan, sarung, selimut, mukena, sajadah, obat-obatan, masker dan sebagainya. Kami juga mengirim genset, tangki air serta sembako dengan sayuran segar ke sana," ucapnya. 

Untuk relawan, tim relawan yang dikirimkan memiliki beragam keahlian. Diantaranya menangani logistik, dapur umum, kesehatan, pertukangan untuk pembuatan hunian sementara, psikososial dan sebagainya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, mengingatkan bahwa kewaspadaan akan erupsi, bukan hanya bagi warga di sekitar Gunung Semeru tetapi juga warga di lereng Gunung Merapi, Jawa Tengah. Sebab sampai saat ini, aktivitas gunung Merapi masih belum stabil dan masih terjadi erupsi kecil serta guguran lava sejak 4 Januari lalu. 

"Merapi terus kita pantau dan saya minta semua siaga. Sabtu lalu, saya sudah mendapat laporan dari BPPTKG, dilaporkan bahwa erupsi yang terjadi sejak 4 Januari lalu sampai sekarang masih berlangsung," jelas Gubernur usai memberikan bantuan untuk korban erupsi Gunung Semeru di Semarang, Senin (6/12). 

Dari pantauannya, pertumbuhan kubah lava di Gunung Merapi masih terjadi. Guguran awan panas juga masih berlangsung karena sampai saat ini, akumulasi tekanan magma dan suplai magma dari dalam masih berlangsung. 

"Erupsi di Gunung Merapi belum akan berakhir. Maka saya minta semuanya siaga khususnya di Jogja dan di Magelang, Klaten serta sebagian Boyolali," ujarnya. 

Potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas masih terjadi di sektor Selatan dan Barat Daya. Dari hasil identifikasi yang dilakukan pihaknya, Gubernur menyebutkan, daerah-daerah yang rawan meliputi sekitar Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, Putih, Gendol dan Woro. Diperkirakan guguran lava bisa mencapai 3 sampai 5 km. 

Maka di wilayah-wilayah itu diminta bersiap. Seluruh kepala desa lanjut Gubernur harus siaga. Tokoh agama, tokoh masyarakat dan relawan Forum Pengurangan Resiko Bencana semua standby.

"Kita harapkan ketika terjadi hal yang tidak diinginkan, peluit langsung ditiup dan informasi diberikan agar mereka semua segera mengungsi. Jangan ambil resiko. Kita belajar betul dengan kondisi dan karakter Merapi yang mirip dengan Semeru," tegasnya. 

Gubernur juga memperingatkan pada semua masyarakat untuk menghentikan aktivitas penambangan khususnya di sungai-sungai yang disebutkan di atas. 

"Saya minta anda semua minggir dulu. Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda untuk kita tertibkan. Mulai hari ini saya peringatkan, di tengah kondisi curah hujan makin tinggi, maka yang di sekitar Merapi khususnya aliran-aliran sungai tolong berhenti menambang. Baik yang legal apalagi ilegal, saya minta anda semua minggir dulu dari wilayah itu karena berbahaya," tegasnya. 

Sebab lanjut Ganjar, sudah ada kejadian ada korban akibat banjir lahar di sungai Merapi. Pihaknya meminta semua tidak boleh mengabaikan faktor keselamatan itu. 

"Ini peringatan saya untuk kesekian kali. Setelah ini kami akan menggelar operasi untuk menertibkan," tegasnya. 

Terkait bantuan bagi masyarakat lereng Gunung Semeru yang terdampak erupsi, Gubernur mengaku pihaknya telah berkomunikasi dengan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur dan sejumlah kepala desa yang ada di sekitar gunung itu. 

"Hari ini kami mencoba membantu saudara-saudara kita di Semeru. Dari operasi kemanusiaan ini, saya berharap bisa meringankan beban mereka," katanya. 

Sementara itu, Plt Kepala BPBD Jawa Tengah, Safrudin mengatakan, bantuan logistik dan tim relawan yang dikirimkan sudah dikoordinasikan dengan Pemprov Jawa Timur. Bantuan yang diberikan dan spesifikasi relawan sudah sesuai dengan kebutuhan. 

"Dari koordinasi kami, untuk kebutuhan pengungsi seperti air mineral, makanan, biskuit, pakaian dalam, kebutuhan perempuan, sarung, selimut, mukena, sajadah, obat-obatan, masker dan sebagainya. Kami juga mengirim genset, tangki air serta sembako dengan sayuran segar ke sana," ucapnya. 

Untuk relawan, tim relawan yang dikirimkan memiliki beragam keahlian. Diantaranya menangani logistik, dapur umum, kesehatan, pertukangan untuk pembuatan hunian sementara, psikososial dan sebagainya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu