Follow Us :              

Jateng Tawarkan Investasi Melalui Indonesia Investment Promotion Center Singapura

  15 December 2021  |   09:00:00  |   dibaca : 368 
Kategori :
Bagikan :


Jateng Tawarkan Investasi Melalui Indonesia Investment Promotion Center Singapura

15 December 2021 | 09:00:00 | dibaca : 368
Kategori :
Bagikan :

Foto : Simon (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Simon (Humas Jateng)

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menawarkan sejumlah investasi potensial di Jawa Tengah melalui forum Webinar Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Singapura. Menurutnya, investasi yang berpotensi diminati di Jawa Tengah utamanya adalah sektor pertanian atau agrikultur, manufaktur, pariwisata, infrastruktur, properti dan energi. 

"Peluang investasi tersebut telah melalui proses studi atau kajian oleh masing-masing kabupaten/ kota, serta penilaian dan perbaikan oleh Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, atau biasa kita sebut aplikasi KERIS JATENG melalui kegiatan Central Java's Potential Investment Challenge," tutur Wagub saat memberikan pidato kunci pada Insight Webinar IIPC secara virtual di Rumah Dinas Rinjani, Rabu (15/12/2021). 

Peluang investasi yang sudah melalui proses tersebut, dikategorikan sebagai proyek yang siap ditawarkan, prospektif dan potensial. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah sudah mengemas seluruh peluang itu, ke dalam Profil Peluang Investasi Jawa Tengah tahun 2021. Pada profil itu terdapat total ada 11 proyek investasi yang siap ditawarkan, 28 peluang investasi prospektif, dan 38 potensi investasi dari seluruh kabupaten/ kota, serta tujuh kawasan industri.  

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk tetap meningkatkan realisasi investasi di masa pandemi Covid-19 ini. Komitmen itu diwujudkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan promosi investasi, salah satunya melalui Webinar IIPC.  

Webinar ini merupakan event promosi investasi berskala internasional yang dilaksanakan atas kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, dan Bank Indonesia. 

"Tahun ini target investasi Jawa Tengah sebesar Rp 53,53 triliun. Kami optimis mampu memenuhi target tersebut, karena kami mempunyai daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja, sekaligus komitmen kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan pro-investasi," tandasnya. 

Infrastruktur di Jawa Tengah, menurut Wagub sudah memadai. Pemerintah menyediakan kawasan-kawasan industri hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah. Koneksi transportasi antarwilayah juga mudah.  

"Cilacap saat ini juga kita kembangkan dengan pembangunan. Insyaallah nanti terkoneksi dengan jalur darat atau tol, yang kita koneksikan mulai dari Kabupaten Brebes sampai ke Kabupaten Cilacap, sehingga itu akan lebih memudahkan transportasi di kawasan Jawa Tengah. Juga kalau kita bicara tentang kereta api, alhamdulillah semua jalur sudah dilewati dengan jalur kereta api," paparnya.    

Selain faktor-faktor tersebut, Jawa Tengah juga senantiasa menjaga iklim politik yang sejuk sehingga memberikan kenyamanan bagi investor. Selain itu masyarakatnya juga mendukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi.


Bagikan :

SEMARANG - Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menawarkan sejumlah investasi potensial di Jawa Tengah melalui forum Webinar Indonesia Investment Promotion Center (IIPC) Singapura. Menurutnya, investasi yang berpotensi diminati di Jawa Tengah utamanya adalah sektor pertanian atau agrikultur, manufaktur, pariwisata, infrastruktur, properti dan energi. 

"Peluang investasi tersebut telah melalui proses studi atau kajian oleh masing-masing kabupaten/ kota, serta penilaian dan perbaikan oleh Koridor Ekonomi, Perdagangan, Investasi dan Pariwisata Jawa Tengah, atau biasa kita sebut aplikasi KERIS JATENG melalui kegiatan Central Java's Potential Investment Challenge," tutur Wagub saat memberikan pidato kunci pada Insight Webinar IIPC secara virtual di Rumah Dinas Rinjani, Rabu (15/12/2021). 

Peluang investasi yang sudah melalui proses tersebut, dikategorikan sebagai proyek yang siap ditawarkan, prospektif dan potensial. Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah sudah mengemas seluruh peluang itu, ke dalam Profil Peluang Investasi Jawa Tengah tahun 2021. Pada profil itu terdapat total ada 11 proyek investasi yang siap ditawarkan, 28 peluang investasi prospektif, dan 38 potensi investasi dari seluruh kabupaten/ kota, serta tujuh kawasan industri.  

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk tetap meningkatkan realisasi investasi di masa pandemi Covid-19 ini. Komitmen itu diwujudkan dengan mengikuti kegiatan-kegiatan promosi investasi, salah satunya melalui Webinar IIPC.  

Webinar ini merupakan event promosi investasi berskala internasional yang dilaksanakan atas kerja sama antara Pemprov Jawa Tengah dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura, Kementerian Investasi/ Badan Koordinasi Penanaman Modal Republik Indonesia, dan Bank Indonesia. 

"Tahun ini target investasi Jawa Tengah sebesar Rp 53,53 triliun. Kami optimis mampu memenuhi target tersebut, karena kami mempunyai daya saing dalam hal potensi, dukungan infrastruktur, tenaga kerja, sekaligus komitmen kuat untuk mendorong peningkatan investasi melalui kebijakan pro-investasi," tandasnya. 

Infrastruktur di Jawa Tengah, menurut Wagub sudah memadai. Pemerintah menyediakan kawasan-kawasan industri hampir di seluruh wilayah Jawa Tengah. Koneksi transportasi antarwilayah juga mudah.  

"Cilacap saat ini juga kita kembangkan dengan pembangunan. Insyaallah nanti terkoneksi dengan jalur darat atau tol, yang kita koneksikan mulai dari Kabupaten Brebes sampai ke Kabupaten Cilacap, sehingga itu akan lebih memudahkan transportasi di kawasan Jawa Tengah. Juga kalau kita bicara tentang kereta api, alhamdulillah semua jalur sudah dilewati dengan jalur kereta api," paparnya.    

Selain faktor-faktor tersebut, Jawa Tengah juga senantiasa menjaga iklim politik yang sejuk sehingga memberikan kenyamanan bagi investor. Selain itu masyarakatnya juga mendukung meningkatnya pertumbuhan ekonomi.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu