Follow Us :              

Bantu Perijinan Gedung Koordinasi Qiraati, Pemprov Dukung Upaya Kemandirian Kiai dan Santri

  18 December 2021  |   11:00:00  |   dibaca : 362 
Kategori :
Bagikan :


Bantu Perijinan Gedung Koordinasi Qiraati, Pemprov Dukung Upaya Kemandirian Kiai dan Santri

18 December 2021 | 11:00:00 | dibaca : 362
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

KAB. SEMARANG -  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung upaya para Kiai dan santri untuk menjadi insan mandiri. Hal itu menurutnya sesuai dengan cita-cita Jawa Tengah "Sejahtera dan Berdikari". Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan membantu perizinan pembangunan Gedung Pusat Kegiatan (Koordinasi) Qiraati Indonesia. 

"Pemerintah hanya memfasilitasi, maka kemarin ketika perizinan dari Kabupaten kok nggak keluar, ya kita bantu segera dikeluarkan. Sehingga alhamdulillah saat ini sudah keluar dan tinggal pembangunan saja," 

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Koordinasi Qiraati Indonesia dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada Sabtu (18/12/2021) di Kabupaten Semarang. 

Wagub memberikan apresiasi atas pembangunan gedung ini yang dilakukan secara swadaya oleh para pengajar Al Quran Metode Qiraati. 

"Artinya metode Qiraati benar-benar ingin mandiri. Saya senang pembangunan ini dilakukan secara swadaya. Tanah disediakan sendiri. Metode (Qiraati) ini sudah mandiri. Dan  sesuai cita-cita Jateng. 'Jateng Berdikari' direfleksikan oleh kawan-kawan Qiraati," kata Wagub usai acara peletakan batu pertama. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gedung, Zainal Marlis, mengaku bahwa pertemuan Qiraati di tingkat nasional sebelumnya, selalu terkendala pada masalah tempat. Oleh karenanya, dia beserta pengurus lainnya telah mengupayakan pembangunan gedung pusat koordinasi bersama-sama. 

"Ini nanti untuk pusat koordinasi Qiraati Se Indonesia, nanti di sini. Rencana pembangunan setahun lalu, (dengan) pengadaan lahan," imbuhnya. 

Lebih jauh, Marlis menegaskan bahwa pihaknya selalu menekankan untuk mampu mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Meski begitu  dia mengaku merasa senang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  

Pada tahap pertama, lanjut Marlis, pembangunan akan difokuskan pada gedung pertemuan dan rumah tinggal. Kemudian pada tahap berikutnya akan dibangun gedung koordinasi nasional. 

"Gedung pertemuan akan dibangun selama enam bulan. Tahap kedua itu, kira-kira (akan dibangun) setahun," pungkasnya.


Bagikan :

KAB. SEMARANG -  Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung upaya para Kiai dan santri untuk menjadi insan mandiri. Hal itu menurutnya sesuai dengan cita-cita Jawa Tengah "Sejahtera dan Berdikari". Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan membantu perizinan pembangunan Gedung Pusat Kegiatan (Koordinasi) Qiraati Indonesia. 

"Pemerintah hanya memfasilitasi, maka kemarin ketika perizinan dari Kabupaten kok nggak keluar, ya kita bantu segera dikeluarkan. Sehingga alhamdulillah saat ini sudah keluar dan tinggal pembangunan saja," 

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Koordinasi Qiraati Indonesia dilakukan Wakil Gubernur Jawa Tengah pada Sabtu (18/12/2021) di Kabupaten Semarang. 

Wagub memberikan apresiasi atas pembangunan gedung ini yang dilakukan secara swadaya oleh para pengajar Al Quran Metode Qiraati. 

"Artinya metode Qiraati benar-benar ingin mandiri. Saya senang pembangunan ini dilakukan secara swadaya. Tanah disediakan sendiri. Metode (Qiraati) ini sudah mandiri. Dan  sesuai cita-cita Jateng. 'Jateng Berdikari' direfleksikan oleh kawan-kawan Qiraati," kata Wagub usai acara peletakan batu pertama. 

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Gedung, Zainal Marlis, mengaku bahwa pertemuan Qiraati di tingkat nasional sebelumnya, selalu terkendala pada masalah tempat. Oleh karenanya, dia beserta pengurus lainnya telah mengupayakan pembangunan gedung pusat koordinasi bersama-sama. 

"Ini nanti untuk pusat koordinasi Qiraati Se Indonesia, nanti di sini. Rencana pembangunan setahun lalu, (dengan) pengadaan lahan," imbuhnya. 

Lebih jauh, Marlis menegaskan bahwa pihaknya selalu menekankan untuk mampu mandiri tanpa menunggu bantuan dari pihak lain. Meski begitu  dia mengaku merasa senang mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.  

Pada tahap pertama, lanjut Marlis, pembangunan akan difokuskan pada gedung pertemuan dan rumah tinggal. Kemudian pada tahap berikutnya akan dibangun gedung koordinasi nasional. 

"Gedung pertemuan akan dibangun selama enam bulan. Tahap kedua itu, kira-kira (akan dibangun) setahun," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu