Follow Us :              

Izin Operasional Terbit, PT BPR BKK Jateng Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Daerah

  13 January 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 237 
Kategori :
Bagikan :


Izin Operasional Terbit, PT BPR BKK Jateng Diharapkan Tingkatkan Perekonomian Daerah

13 January 2022 | 10:00:00 | dibaca : 237
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan izin operasional PT BPR BKK Jawa Tengah (Perseroda). Dengan terbitnya izin tersebut, PT BPR BKK Jateng diharapkan memberikan pelayanan lebih prima kepada masyarakat. 

"Kita sangat berharap PT BPR BKK Jateng akan berkembang menjadi lebih besar. Kami juga berpesan kepada semua karyawan untuk kedepankan tata kelola perbankan yang baik, manajemen risiko yang baik dan berintegritas. Ini menjadi modal agar BPR BKK bisa berjalan dengan baik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno di sela acara penyerahan izin operasional PT BPR BKK Jateng di Hotel PO, Kamis (13/1/2022). 

Sumarno menjelaskan, surat keputusan izin usaha dari OJK ini adalah kelengkapan instrumen bagi BPR BKK Jateng menjalankan usaha. Baginya, keunggulan BPR BKK adalah mempunyai kedekatan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan masyarakat kecil.  

Menurutnya keunggulan tersebut harus dikembangkan karena BPR BKK tidak hanya menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) melainkan juga mengenai kontribusi bagi perekonomian Jawa Tengah. 

"Itu yang harus kita dorong bagaimana mengembangkan dan berkontribusi pada UMKM di Jateng. Terlebih perekonomian Jateng lebih banyak ditopang oleh UMKM, dan sektor UMKM teruji lebih tahan terhadap kondisi-kondisi krisis," imbuhnya.  

Senada dengan Sumarno, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, ada beberapa poin penting terkait beroperasionalnya PT BPR BKK Jateng.  

Yakni  PT BPR BKK harus move on melanjutkan bisnisnya supaya tidak hanya memberikan deviden (keuntungan) kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi agen pembangunan di daerah. Terutama keterlibatannya dalam pengembangan UMKM di Jawa Tengah. 

"Menjadi agen pembangunan di daerah jauh lebih penting dari sekadar menjadi sumber pendapatan asli daerah. Kontribusinya untuk pengembangan ekonomi, termasuk UMKM jauh lebih ditunggu oleh masyarakat," katanya. 

Setelah serah terima izin operasional BPR BKK, lanjutnya, OJK akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kinerjanya agar menjadi bank yang besar dan sehat. Tidak kalah penting adalah menjaga tata kelola perusahaan jangan sampai kondisinya Jateng memburuk.  

"OJK berkomitmen untuk mengawal, mengawasi, membina, dan mendampingi agar BPR BKK Jateng menjadi bank yang besar, sehat, dan berkontribusi bagi masyarakat," harap Heru. 


Bagikan :

SEMARANG- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah resmi menerbitkan izin operasional PT BPR BKK Jawa Tengah (Perseroda). Dengan terbitnya izin tersebut, PT BPR BKK Jateng diharapkan memberikan pelayanan lebih prima kepada masyarakat. 

"Kita sangat berharap PT BPR BKK Jateng akan berkembang menjadi lebih besar. Kami juga berpesan kepada semua karyawan untuk kedepankan tata kelola perbankan yang baik, manajemen risiko yang baik dan berintegritas. Ini menjadi modal agar BPR BKK bisa berjalan dengan baik," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah, Sumarno di sela acara penyerahan izin operasional PT BPR BKK Jateng di Hotel PO, Kamis (13/1/2022). 

Sumarno menjelaskan, surat keputusan izin usaha dari OJK ini adalah kelengkapan instrumen bagi BPR BKK Jateng menjalankan usaha. Baginya, keunggulan BPR BKK adalah mempunyai kedekatan dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dan masyarakat kecil.  

Menurutnya keunggulan tersebut harus dikembangkan karena BPR BKK tidak hanya menyangkut Pendapatan Asli Daerah (PAD) melainkan juga mengenai kontribusi bagi perekonomian Jawa Tengah. 

"Itu yang harus kita dorong bagaimana mengembangkan dan berkontribusi pada UMKM di Jateng. Terlebih perekonomian Jateng lebih banyak ditopang oleh UMKM, dan sektor UMKM teruji lebih tahan terhadap kondisi-kondisi krisis," imbuhnya.  

Senada dengan Sumarno, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Heru Kristiyana mengatakan, ada beberapa poin penting terkait beroperasionalnya PT BPR BKK Jateng.  

Yakni  PT BPR BKK harus move on melanjutkan bisnisnya supaya tidak hanya memberikan deviden (keuntungan) kepada pemerintah daerah, tetapi juga menjadi agen pembangunan di daerah. Terutama keterlibatannya dalam pengembangan UMKM di Jawa Tengah. 

"Menjadi agen pembangunan di daerah jauh lebih penting dari sekadar menjadi sumber pendapatan asli daerah. Kontribusinya untuk pengembangan ekonomi, termasuk UMKM jauh lebih ditunggu oleh masyarakat," katanya. 

Setelah serah terima izin operasional BPR BKK, lanjutnya, OJK akan melakukan pengawasan dan pemeriksaan kinerjanya agar menjadi bank yang besar dan sehat. Tidak kalah penting adalah menjaga tata kelola perusahaan jangan sampai kondisinya Jateng memburuk.  

"OJK berkomitmen untuk mengawal, mengawasi, membina, dan mendampingi agar BPR BKK Jateng menjadi bank yang besar, sehat, dan berkontribusi bagi masyarakat," harap Heru. 


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu