Follow Us :              

Wagub Apresiasi Upaya JMQH Mendorong Kemandirian Anggota

  22 January 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 226 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Apresiasi Upaya JMQH Mendorong Kemandirian Anggota

22 January 2022 | 10:00:00 | dibaca : 226
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SRAGEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi upaya membangun kemandirian yang ditunjukkan organisasi JMQH (Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah). Organisasi yang beranggotakan para perempuan penghafal Al-Qur'an itu meskipun baru berusia tiga tahun tetapi telah berhasil melakukan terobosan untuk menggerakkan ekonomi lewat kegiatan-kegiatan mereka. 

"Apalagi saya lihat, JMQH ini sekarang tambah maju. Bukan hanya mengajak orang menghafalkan Al Qur'an saja. Namun (juga) terobosan inovasi (pemberdayaan). Bagaimanapun hafidz hafidzah (selain) mengamalkan Al Qur'an (juga) bisa bermanfaat bagi orang banyak," jelas Wagub saat memberikan sambutan pada kegiatan Deklarasi JMQH di Kanzus Sholawat Kaliyoso Sragen, Sabtu (22/01/2022). 

Terobosan ini, menurut Wagub mampu menggerakkan ekonomi para anggotanya ini. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk membantu dalam mengentaskan kemiskinan. 

"Ini menunjukkan seumpama sebagai orang tua (Pemprov) Jateng ini agak sukses. Orang tua itu kalau mau tau anaknya maju, (ukurannya) kalau anaknya bisa disapih. Tapi kalau tidak disapih itu, berarti orang tuanya tidak sukses. Saya lihat JMQH ini kemajuannya pesat. Bikin acara (swadaya). Alhamdulillah sudah mulai memikirkan bagaimana organisasi ini benar-benar tidak merepotkan orang lain, tapi memberikan manfaat bagi orang lain," urai dia. 

Saat ini anggota JMQH telah banyak yang memiliki usaha. Beberapa dari mereka menjual sarung, mukena, hijab, madu dan lainnya. Salah satu dukungan pemasaran dengan menggelar bazar karya anggota pada kegiatan-kegiatan yang mereka selenggarakan. 

Terobosan menggerakkan sektor ekonomi ini, sambung Wagub, juga memberi contoh pendidikan kemandirian yang baik kepada para santri.  

Dan, memang seharusnya seperti itulah cermin kehidupan umat muslim yang paham Al Qur'an. Semakin memahami Al Qur'an, maka akan semakin mengedepankan untuk menolong sesama. 

"Di sini sama-sama kalau ada yang tidak mampu, dibantu. Ada yang kesusahan, dibantu.  Apabila lagi ada yang bersuka cita atau gembira tidak dinikmati sendiri, namun mengajak lainnya," katanya. 

Terkait rencana JMQH untuk menggelar musyawarah nasional pada bulan Maret 2022 di Surakarta, Wagub mengingatkan agar hal itu dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Hal ini karena kondisi waspada Covid yang kembali ditingkatkan pasca ditemukan 9 orang di Jawa Tengah terpapar varian Omicron hingga 21 Januari 2022. 

"JMQH Munas di bulan Maret nanti. Kita melihat perkembangan ya. Kita tetap nanti koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Jawa Tengah. Apakah bisa dilaksanakan atau tidak. Tapi saya berharap kalau kita mau menerapkan protokol kesehatan bersama-sama, Insya Allah bisa kita lalui. Kalau itu aman semua, bisa dilakukan," himbau Wagub.


Bagikan :

SRAGEN - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengapresiasi upaya membangun kemandirian yang ditunjukkan organisasi JMQH (Jamiyah Mudarasatul Quran Al Hafidzah). Organisasi yang beranggotakan para perempuan penghafal Al-Qur'an itu meskipun baru berusia tiga tahun tetapi telah berhasil melakukan terobosan untuk menggerakkan ekonomi lewat kegiatan-kegiatan mereka. 

"Apalagi saya lihat, JMQH ini sekarang tambah maju. Bukan hanya mengajak orang menghafalkan Al Qur'an saja. Namun (juga) terobosan inovasi (pemberdayaan). Bagaimanapun hafidz hafidzah (selain) mengamalkan Al Qur'an (juga) bisa bermanfaat bagi orang banyak," jelas Wagub saat memberikan sambutan pada kegiatan Deklarasi JMQH di Kanzus Sholawat Kaliyoso Sragen, Sabtu (22/01/2022). 

Terobosan ini, menurut Wagub mampu menggerakkan ekonomi para anggotanya ini. Langkah ini menjadi salah satu cara untuk membantu dalam mengentaskan kemiskinan. 

"Ini menunjukkan seumpama sebagai orang tua (Pemprov) Jateng ini agak sukses. Orang tua itu kalau mau tau anaknya maju, (ukurannya) kalau anaknya bisa disapih. Tapi kalau tidak disapih itu, berarti orang tuanya tidak sukses. Saya lihat JMQH ini kemajuannya pesat. Bikin acara (swadaya). Alhamdulillah sudah mulai memikirkan bagaimana organisasi ini benar-benar tidak merepotkan orang lain, tapi memberikan manfaat bagi orang lain," urai dia. 

Saat ini anggota JMQH telah banyak yang memiliki usaha. Beberapa dari mereka menjual sarung, mukena, hijab, madu dan lainnya. Salah satu dukungan pemasaran dengan menggelar bazar karya anggota pada kegiatan-kegiatan yang mereka selenggarakan. 

Terobosan menggerakkan sektor ekonomi ini, sambung Wagub, juga memberi contoh pendidikan kemandirian yang baik kepada para santri.  

Dan, memang seharusnya seperti itulah cermin kehidupan umat muslim yang paham Al Qur'an. Semakin memahami Al Qur'an, maka akan semakin mengedepankan untuk menolong sesama. 

"Di sini sama-sama kalau ada yang tidak mampu, dibantu. Ada yang kesusahan, dibantu.  Apabila lagi ada yang bersuka cita atau gembira tidak dinikmati sendiri, namun mengajak lainnya," katanya. 

Terkait rencana JMQH untuk menggelar musyawarah nasional pada bulan Maret 2022 di Surakarta, Wagub mengingatkan agar hal itu dikoordinasikan dengan Satgas Covid-19 Jawa Tengah. Hal ini karena kondisi waspada Covid yang kembali ditingkatkan pasca ditemukan 9 orang di Jawa Tengah terpapar varian Omicron hingga 21 Januari 2022. 

"JMQH Munas di bulan Maret nanti. Kita melihat perkembangan ya. Kita tetap nanti koordinasi dengan Satgas Covid-19 di Jawa Tengah. Apakah bisa dilaksanakan atau tidak. Tapi saya berharap kalau kita mau menerapkan protokol kesehatan bersama-sama, Insya Allah bisa kita lalui. Kalau itu aman semua, bisa dilakukan," himbau Wagub.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu