Follow Us :              

Gubernur Jateng Ajak PT Aviasi Indonesia Tingkatkan Kerjasama Pariwisata Pasca Pandemi

  27 January 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 308 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Ajak PT Aviasi Indonesia Tingkatkan Kerjasama Pariwisata Pasca Pandemi

27 January 2022 | 10:00:00 | dibaca : 308
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG -  PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menjajaki kerjasama pengembangan dunia pariwisata Jawa Tengah dengan mengkonsolidasikan Borobudur, Kota Lama dan Bandara. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap langkah ini bisa membantu kebangkitan ekonomi Jawa Tengah pasca pandemi. 

"Buat saya ini energi luar biasa, jadi aviasi datang terus kemudian mengkonsolidasikan banyak kekuatan, ada bandaranya, hotelnya, destinasinya, kalau sudah jadi satu harapan kita nanti juga secara komunikasi dan manajerialnya lebih gampang," jelas Gubernur usai menerima audiensi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) di ruang rapat Kantor Gubernur, Kamis (27/1). 

PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney adalah Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung.  Anggotanya terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero). 

"Pariwisata mesti kita siapkan, saya tadi menyampaikan kepada beliau-beliau untuk kita menyiapkan event. Jadi create event agar di tengah pandemi ini tidak kosong-kosong amat, tapi massal juga tidak boleh. Maka (event) terbatas sehingga sangat bisa dikontrol," jelas Gubernur. 

Guna memastikan pelaksanaan kegiatan bisa berjalan aman dari penyebaran Covid-19, Gubernur berharap hal ini dipersiapkan dengan matang. 

"Mudah-mudahan Omicron bisa melandai di bulan Maret. Februari ini kita siapkan dengan matang, kita kolaborasi bareng-bareng dengan pemkab juga, pelaku wisatanya juga, maka Maret kita siap dengan berbagai kegiatan," terang Gubernur. "Terima kasih sudah banyak dukungan," sambungnya lagi. 

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), Dony Oskaria mengatakan penentuan tiga lokasi prioritas tersebut, yaitu Borobudur, Kota Lama dan Bandara, telah melalui serangkaian diskusi dengan berbagai stakeholder pusat maupun daerah. Dari tiga lokasi tersebut, Borobudur menjadi prioritas utama karena lokasi ini merupakan salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. 

"Kedua adalah Kota Lama Semarang. Ini hasil diskusi yang kami lihat kemarin bahwa ini merupakan salah satu kota terbaik yang pernah kita lihat, karena sudah terintegrasi dan fasilitasnya juga sudah dikembangkan dengan sangat baik," ujar Dirut PT Aviasi. 

Apalagi di Kota Lama terdapat 32 bangunan yang dimiliki BUMN. Harapannya program ini bisa memberikan kontribusi untuk menambah daya tarik yang sudah ada di Kota Lama. Pada sisi lain keberadaan bandara yang bisa diakses UMKM untuk menampilkan sekaligus menjual produk mereka, menjadi prioritas berikutnya. 

"Ketiga tentu bandara, bagaimana aksesibilitas bagi UMKM Jawa Tengah. Jadi tidak hanya mengambil produk yang sudah besar tetapi harapkan juga jadi tempat UMKM kita untuk melakukan transaksi," tandasnya. 

Sementara itu, Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Triawan Munaf berharap dari pertemuan ini, InJourney sebagai holding yang membawahi Aviasi dan Pariwisata bisa memberikan kontribusi lebih banyak untuk geliat ekonomi di Jawa Tengah pasca pandemi. 

"Holding ini akan mensinergikan aset dari BUMN di bidang aviasi dan pariwisata untuk kita bisa maksimalkan kontribusi kita ke pariwisata terutama nanti pasca Covid sehingga kita bisa bangkit lebih cepat dan lebih kuat," tegasnya.


Bagikan :

SEMARANG -  PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah sedang menjajaki kerjasama pengembangan dunia pariwisata Jawa Tengah dengan mengkonsolidasikan Borobudur, Kota Lama dan Bandara. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap langkah ini bisa membantu kebangkitan ekonomi Jawa Tengah pasca pandemi. 

"Buat saya ini energi luar biasa, jadi aviasi datang terus kemudian mengkonsolidasikan banyak kekuatan, ada bandaranya, hotelnya, destinasinya, kalau sudah jadi satu harapan kita nanti juga secara komunikasi dan manajerialnya lebih gampang," jelas Gubernur usai menerima audiensi PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) di ruang rapat Kantor Gubernur, Kamis (27/1). 

PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney adalah Holding BUMN Pariwisata dan Pendukung.  Anggotanya terdiri dari PT Angkasa Pura I (Persero), PT Angkasa Pura II (Persero), PT Hotel Indonesia Natour (Persero), PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (Persero), dan PT Sarinah (Persero). 

"Pariwisata mesti kita siapkan, saya tadi menyampaikan kepada beliau-beliau untuk kita menyiapkan event. Jadi create event agar di tengah pandemi ini tidak kosong-kosong amat, tapi massal juga tidak boleh. Maka (event) terbatas sehingga sangat bisa dikontrol," jelas Gubernur. 

Guna memastikan pelaksanaan kegiatan bisa berjalan aman dari penyebaran Covid-19, Gubernur berharap hal ini dipersiapkan dengan matang. 

"Mudah-mudahan Omicron bisa melandai di bulan Maret. Februari ini kita siapkan dengan matang, kita kolaborasi bareng-bareng dengan pemkab juga, pelaku wisatanya juga, maka Maret kita siap dengan berbagai kegiatan," terang Gubernur. "Terima kasih sudah banyak dukungan," sambungnya lagi. 

Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero), Dony Oskaria mengatakan penentuan tiga lokasi prioritas tersebut, yaitu Borobudur, Kota Lama dan Bandara, telah melalui serangkaian diskusi dengan berbagai stakeholder pusat maupun daerah. Dari tiga lokasi tersebut, Borobudur menjadi prioritas utama karena lokasi ini merupakan salah satu destinasi super prioritas di Indonesia. 

"Kedua adalah Kota Lama Semarang. Ini hasil diskusi yang kami lihat kemarin bahwa ini merupakan salah satu kota terbaik yang pernah kita lihat, karena sudah terintegrasi dan fasilitasnya juga sudah dikembangkan dengan sangat baik," ujar Dirut PT Aviasi. 

Apalagi di Kota Lama terdapat 32 bangunan yang dimiliki BUMN. Harapannya program ini bisa memberikan kontribusi untuk menambah daya tarik yang sudah ada di Kota Lama. Pada sisi lain keberadaan bandara yang bisa diakses UMKM untuk menampilkan sekaligus menjual produk mereka, menjadi prioritas berikutnya. 

"Ketiga tentu bandara, bagaimana aksesibilitas bagi UMKM Jawa Tengah. Jadi tidak hanya mengambil produk yang sudah besar tetapi harapkan juga jadi tempat UMKM kita untuk melakukan transaksi," tandasnya. 

Sementara itu, Komisaris Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) Triawan Munaf berharap dari pertemuan ini, InJourney sebagai holding yang membawahi Aviasi dan Pariwisata bisa memberikan kontribusi lebih banyak untuk geliat ekonomi di Jawa Tengah pasca pandemi. 

"Holding ini akan mensinergikan aset dari BUMN di bidang aviasi dan pariwisata untuk kita bisa maksimalkan kontribusi kita ke pariwisata terutama nanti pasca Covid sehingga kita bisa bangkit lebih cepat dan lebih kuat," tegasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu