Follow Us :              

Wagub Intruksikan Penanganan Bencana Harus Terkoordinasi

  22 March 2022  |   09:00:00  |   dibaca : 512 
Kategori :
Bagikan :


Wagub Intruksikan Penanganan Bencana Harus Terkoordinasi

22 March 2022 | 09:00:00 | dibaca : 512
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

PEMALANG - Peralihan musim, atau biasa disebut dengan pancaroba biasanya ditandai dengan cuaca ekstrim. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan, bahwa semua wilayah di Jawa Tengah adalah wilayah rawan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus dilakukan. 

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Pemalang, Selasa (22/03/2022). 

"Kalau peta bencana di Jateng, tidak ada yang tidak rawan. Semuanya rawan. Kita harus antisipasi semua. Seluruh kader, relawan, baik itu PMI maupun dari BPBD itu harus siap. Juga dari kawan-kawan relawan kebencanaan juga harus siap," tandasnya di Pendopo Kabupaten Pemalang. 

Apabila bencana terjadi, penanganan harus dilakukan dengan terkoordinasi. Koordinasi ini penting agar komandonya jelas dan tidak ada kesalahan dalam menangani bencana. 

"Kalau ada bencana jangan berjalan sendiri-sendiri. Harus berkoordinasi terus," imbau Wagub yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah kabupaten/ kota yang telah mengkoordinasikan penanganan bencana dengan baik dengan seluruh pihak yang terlibat. Mereka antara lain adalah PMI, BPBD, dan relawan dari organisasi kemasyarakatan. 

"Kemarin ketika saya kunjungan di Purwokerto, di sana juga ada bencana. Pak Bupati-nya, seluruh relawannya langsung hadir untuk memberikan bantuan. Artinya di Jateng, (penanganan) kebencanaan di Jateng masih menjadi rujukan, percontohan," bebernya. 

Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Pemalang yang baru dilantik, Letkol Infantri Roihan Hidayatullah pada pidatonya meminta semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah untuk berkerjasama dan membantu PMI. 

Secara khusus, dia juga mengajak seluruh jajaran PMI Kabupaten Pemalang, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk bersikap profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas kemanusiaan. 

"(PMI harus) berintegritas dan dapat bergerak bersama masyarakat dan memberikan pelayanan yang lebih optimal," ajaknya.


Bagikan :

PEMALANG - Peralihan musim, atau biasa disebut dengan pancaroba biasanya ditandai dengan cuaca ekstrim. Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, mengingatkan, bahwa semua wilayah di Jawa Tengah adalah wilayah rawan bencana. Karena itu, kesiapsiagaan harus terus dilakukan. 

Hal itu disampaikan saat menghadiri Pelantikan Dewan Kehormatan dan Pengurus Palang Merah Indonesia Kabupaten Pemalang, Selasa (22/03/2022). 

"Kalau peta bencana di Jateng, tidak ada yang tidak rawan. Semuanya rawan. Kita harus antisipasi semua. Seluruh kader, relawan, baik itu PMI maupun dari BPBD itu harus siap. Juga dari kawan-kawan relawan kebencanaan juga harus siap," tandasnya di Pendopo Kabupaten Pemalang. 

Apabila bencana terjadi, penanganan harus dilakukan dengan terkoordinasi. Koordinasi ini penting agar komandonya jelas dan tidak ada kesalahan dalam menangani bencana. 

"Kalau ada bencana jangan berjalan sendiri-sendiri. Harus berkoordinasi terus," imbau Wagub yang juga Ketua Dewan Kehormatan PMI Jawa Tengah. 

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada seluruh pemerintah kabupaten/ kota yang telah mengkoordinasikan penanganan bencana dengan baik dengan seluruh pihak yang terlibat. Mereka antara lain adalah PMI, BPBD, dan relawan dari organisasi kemasyarakatan. 

"Kemarin ketika saya kunjungan di Purwokerto, di sana juga ada bencana. Pak Bupati-nya, seluruh relawannya langsung hadir untuk memberikan bantuan. Artinya di Jateng, (penanganan) kebencanaan di Jateng masih menjadi rujukan, percontohan," bebernya. 

Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Pemalang yang baru dilantik, Letkol Infantri Roihan Hidayatullah pada pidatonya meminta semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah daerah untuk berkerjasama dan membantu PMI. 

Secara khusus, dia juga mengajak seluruh jajaran PMI Kabupaten Pemalang, baik di tingkat kabupaten maupun kecamatan untuk bersikap profesional dan berintegritas dalam menjalankan tugas kemanusiaan. 

"(PMI harus) berintegritas dan dapat bergerak bersama masyarakat dan memberikan pelayanan yang lebih optimal," ajaknya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu