Follow Us :              

Sekda Minta TPKAD Terus Berinovasi Berikan Kemudahan Akses Masyarakat Ke Lembaga Keuangan

  22 March 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 514 
Kategori :
Bagikan :


Sekda Minta TPKAD Terus Berinovasi Berikan Kemudahan Akses Masyarakat Ke Lembaga Keuangan

22 March 2022 | 11:00:00 | dibaca : 514
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah daerah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui berbagai program kemudahan akses keuangan. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno saat menjadi narasumber talkshow "Peran TPAKD dalam Literasi Inklusi Keuangan serta Pemulihan Ekonomi" di Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY, Selasa (22/3/2022). 

"TPKAD merupakan sinergi kita semua, bagaimana meningkatkan masyarakat mau dan tahu kaitannya dengan akses-akses lembaga keuangan," kata Sumarno. 

Dalam melaksanakan perannya, kata dia, TPAKD tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi dengan pemerintah, lembaga perbankan, serta instansi terkait lain untuk bersama-sama mendorong masyarakat mengetahui adanya akses-akses keuangan, serta supaya masyarakat berani untuk memanfaatkan akses keuangan yang ada. 

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang minim informasi bahkan belum mengetahui informasi tentang akses-akses keuangan untuk masyarakat. Ia mencontohkan petani durian di daerah Magelang yang tidak dapat menikmati hasil panen karena terjerat sistem ijon. Kalau petani mengetahui tentang akses keuangan, maka mereka akan mendapat kemudahan dalam pembiayaan dan permodalan. 

"Kalau sistem ijon memang terima di depannya besar, tetapi tahun-tahun berikutnya tidak ada penerimaan. Kalau melalui lembaga keuangan sebenarnya mereka bisa, sehingga setiap tahunnya tidak memberatkan." bebernya. 

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Kebumen, Alfia Dian Anita Zulfa menjelaskan berbagai strategi dan inovasi dilakukan daerahnya untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. 

Pemkab Kebumen membuat beragam program terkait akses keuangan, diantaranya program Mikro Kecil (Simiki), Kredit Murah Pedagang Pasar Kebumen (Kompak), dan Kredit Murah Bersama (KMB). 

Karena keterbatasan modal, banyak pedagang pasar yang tidak mampu menyewa kios. Mereka hanya berjualan di emperan. 

"Tidak sedikit pedagang di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kebumen yang tidak mempunyai kios atau hanya menempati emperan," katanya. 

Menurutnya, meskipun sebagian besar pedagang pasar tradisional di wilayahnya masih membutuhkan suntikan modal usaha. Tetapi mereka enggan mengajukan pinjaman kredit di perbankan, dengan alasan proses administrasi berbelit. Mereka lebih memilih kredit kepada rentenir yang prosesnya sangat mudah dan cepat. 

Untuk meningkatkan minat para UMKM pada kredit perbankan, Kabupaten Kebumen mengupayakan agar layanan kredit UMKM bisa diakses semudah mungkin. 

"Salah satu kemudahan akses keuangan yang ada adalah ATM atau Angkat Telepon Mangkat. Jadi kalau pinjam rentenir cukup menabok pundak rentenirnya, maka kita cukup angkat telpon langsung berangkat. Ini sekaligus menghapus image akses perbankan yang ribet," jelasnya. 

Turut ditambahkan, dari berbagai program tersebut selain kemudahan akses kredit, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang menangani pedagang kecil dan UMKM.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah daerah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan lembaga terkait terus melakukan berbagai upaya dan inovasi untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. Salah satunya dengan meningkatkan peran Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui berbagai program kemudahan akses keuangan. 

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Jawa Tengah Sumarno saat menjadi narasumber talkshow "Peran TPAKD dalam Literasi Inklusi Keuangan serta Pemulihan Ekonomi" di Kantor OJK Regional 3 Jawa Tengah-DIY, Selasa (22/3/2022). 

"TPKAD merupakan sinergi kita semua, bagaimana meningkatkan masyarakat mau dan tahu kaitannya dengan akses-akses lembaga keuangan," kata Sumarno. 

Dalam melaksanakan perannya, kata dia, TPAKD tidak bisa berdiri sendiri, melainkan harus bersinergi dengan pemerintah, lembaga perbankan, serta instansi terkait lain untuk bersama-sama mendorong masyarakat mengetahui adanya akses-akses keuangan, serta supaya masyarakat berani untuk memanfaatkan akses keuangan yang ada. 

Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang minim informasi bahkan belum mengetahui informasi tentang akses-akses keuangan untuk masyarakat. Ia mencontohkan petani durian di daerah Magelang yang tidak dapat menikmati hasil panen karena terjerat sistem ijon. Kalau petani mengetahui tentang akses keuangan, maka mereka akan mendapat kemudahan dalam pembiayaan dan permodalan. 

"Kalau sistem ijon memang terima di depannya besar, tetapi tahun-tahun berikutnya tidak ada penerimaan. Kalau melalui lembaga keuangan sebenarnya mereka bisa, sehingga setiap tahunnya tidak memberatkan." bebernya. 

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda Kabupaten Kebumen, Alfia Dian Anita Zulfa menjelaskan berbagai strategi dan inovasi dilakukan daerahnya untuk meningkatkan akses keuangan masyarakat. 

Pemkab Kebumen membuat beragam program terkait akses keuangan, diantaranya program Mikro Kecil (Simiki), Kredit Murah Pedagang Pasar Kebumen (Kompak), dan Kredit Murah Bersama (KMB). 

Karena keterbatasan modal, banyak pedagang pasar yang tidak mampu menyewa kios. Mereka hanya berjualan di emperan. 

"Tidak sedikit pedagang di beberapa pasar tradisional di Kabupaten Kebumen yang tidak mempunyai kios atau hanya menempati emperan," katanya. 

Menurutnya, meskipun sebagian besar pedagang pasar tradisional di wilayahnya masih membutuhkan suntikan modal usaha. Tetapi mereka enggan mengajukan pinjaman kredit di perbankan, dengan alasan proses administrasi berbelit. Mereka lebih memilih kredit kepada rentenir yang prosesnya sangat mudah dan cepat. 

Untuk meningkatkan minat para UMKM pada kredit perbankan, Kabupaten Kebumen mengupayakan agar layanan kredit UMKM bisa diakses semudah mungkin. 

"Salah satu kemudahan akses keuangan yang ada adalah ATM atau Angkat Telepon Mangkat. Jadi kalau pinjam rentenir cukup menabok pundak rentenirnya, maka kita cukup angkat telpon langsung berangkat. Ini sekaligus menghapus image akses perbankan yang ribet," jelasnya. 

Turut ditambahkan, dari berbagai program tersebut selain kemudahan akses kredit, pelaku UMKM juga mendapat pendampingan dari Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) maupun organisasi perangkat daerah (OPD) terkait yang menangani pedagang kecil dan UMKM.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu