Follow Us :              

Internet Perlu Dioptimalkan Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

  24 March 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 901 
Kategori :
Bagikan :


Internet Perlu Dioptimalkan Untuk Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi

24 March 2022 | 10:00:00 | dibaca : 901
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Pandemi covid - 19 membuat masyarakat lebih adaptif terhadap penggunaan teknologi, termasuk soal belanja. Pembatasan mobilitas memaksa penjual maupun pembeli bermigrasi untuk menciptakan transaksi secara daring. 

Saat memberikan sambutan pada kegiatan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Konreg PDRB), Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) Tahun 2022, Kamis (24/03/2022), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan, salah satu sektor yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Jawa Tengah adalah sektor digital. 

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, pengguna internet di Indonesia pada 2021 sebanyak 202,6 juta. Angka itu naik sebesar 27 juta atau 16 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya, di bulan yang sama. 

“Pertambahan jumlah pengguna internet di Indonesia ini, dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan (pengguna internet) global yang hanya 7 persen,” ungkap dia. 

Dari total pengguna internet 202,6 juta, sebanyak 170 juta orang aktif bermedia sosial. Pengguna media sosial ini juga naik sebesar 10 juta, dibanding tahun sebelumnya (2020) 

Seiring naiknya pengguna internet, masyarakat pun semakin akrab berbelanja secara online. Data dari perusahaan marketing We Are Social berjudul 'Digital 2021', setidaknya 87 persen responden di Indonesia mengaku berbelanja secara daring. 

“Dari data-data tersebut, maka sudah pas kalau kita mengambil tema Transformasi Digital Guna Meningkatkan Produktivitas sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena memang masyarakat kita, utamanya anak-anak muda lebih senang bekerja di rumah, di kafe, hanya menggunakan internet,” jelasnya. 

Wagub juga menyebutkan, Jawa Tengah saat ini juga memiliki sosok inspiratif yang mampu memberdayakan ratusan masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan untuk menguasai digital marketing. Dia adalah Nofi Bayu Darmawan, warga Desa Tanjungmuli, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. 

Nofi rela memilih resign dari pegawai Kementerian Keuangan untuk fokus pada pengembangan digital marketing pada 2017 lalu. Jaringan internet di desanya yang berada di kaki Gunung Slamet, menjadi tantangan berat di awal merintis. 

Tantangan berikutnya adalah tingkat pendidikan yang rendah membuat warga lokal sulit menerima buah pemikiran Nofi. Tetaapi berkat kerja keras Nofi, seiring berjalannya waktu, Desa Tanjungmuli kini dikenal sebagai Kampung Marketer. 

Pola bisnis dengan basis gerakan pemberdayaan ini bahkan sekarang bertransformasi menjadi startup bernama Komerce. Pada 2020, nilai perputaran uang yang bersumber dari keterlibatan warga kampung bahkan sudah mencapai Rp 15,6 miliar.


Bagikan :

SEMARANG - Pandemi covid - 19 membuat masyarakat lebih adaptif terhadap penggunaan teknologi, termasuk soal belanja. Pembatasan mobilitas memaksa penjual maupun pembeli bermigrasi untuk menciptakan transaksi secara daring. 

Saat memberikan sambutan pada kegiatan Konsultasi Regional Produk Domestik Regional Bruto (Konreg PDRB), Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabalnusra) Tahun 2022, Kamis (24/03/2022), Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen menyampaikan, salah satu sektor yang dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya Jawa Tengah adalah sektor digital. 

Berdasarkan data Kementerian Komunikasi dan Informatika, pengguna internet di Indonesia pada 2021 sebanyak 202,6 juta. Angka itu naik sebesar 27 juta atau 16 persen, jika dibandingkan tahun sebelumnya, di bulan yang sama. 

“Pertambahan jumlah pengguna internet di Indonesia ini, dua kali lebih banyak jika dibandingkan dengan rata-rata pertumbuhan (pengguna internet) global yang hanya 7 persen,” ungkap dia. 

Dari total pengguna internet 202,6 juta, sebanyak 170 juta orang aktif bermedia sosial. Pengguna media sosial ini juga naik sebesar 10 juta, dibanding tahun sebelumnya (2020) 

Seiring naiknya pengguna internet, masyarakat pun semakin akrab berbelanja secara online. Data dari perusahaan marketing We Are Social berjudul 'Digital 2021', setidaknya 87 persen responden di Indonesia mengaku berbelanja secara daring. 

“Dari data-data tersebut, maka sudah pas kalau kita mengambil tema Transformasi Digital Guna Meningkatkan Produktivitas sebagai Upaya Pemulihan Ekonomi dalam rangka mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Karena memang masyarakat kita, utamanya anak-anak muda lebih senang bekerja di rumah, di kafe, hanya menggunakan internet,” jelasnya. 

Wagub juga menyebutkan, Jawa Tengah saat ini juga memiliki sosok inspiratif yang mampu memberdayakan ratusan masyarakat dengan berbagai latar belakang pendidikan untuk menguasai digital marketing. Dia adalah Nofi Bayu Darmawan, warga Desa Tanjungmuli, Kecamatan Karangmoncol Kabupaten Purbalingga. 

Nofi rela memilih resign dari pegawai Kementerian Keuangan untuk fokus pada pengembangan digital marketing pada 2017 lalu. Jaringan internet di desanya yang berada di kaki Gunung Slamet, menjadi tantangan berat di awal merintis. 

Tantangan berikutnya adalah tingkat pendidikan yang rendah membuat warga lokal sulit menerima buah pemikiran Nofi. Tetaapi berkat kerja keras Nofi, seiring berjalannya waktu, Desa Tanjungmuli kini dikenal sebagai Kampung Marketer. 

Pola bisnis dengan basis gerakan pemberdayaan ini bahkan sekarang bertransformasi menjadi startup bernama Komerce. Pada 2020, nilai perputaran uang yang bersumber dari keterlibatan warga kampung bahkan sudah mencapai Rp 15,6 miliar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu