Follow Us :              

Hadapi Ramadan-IdulFitri, Sekda Jateng Minta Kab/Kota Tingkatkan Pemantauan Stok dan Harga Sembako

  25 March 2022  |   08:00:00  |   dibaca : 250 
Kategori :
Bagikan :


Hadapi Ramadan-IdulFitri, Sekda Jateng Minta Kab/Kota Tingkatkan Pemantauan Stok dan Harga Sembako

25 March 2022 | 08:00:00 | dibaca : 250
Kategori :
Bagikan :

Foto : Rinto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Rinto (Humas Jateng)

CILACAP - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno meminta semua sekda di kabupaten/kota di Jateng meningkatkan pemantauan ketersediaan bahan pokok, serta pengawasan harga sembako agar tetap stabil saat Ramadan dan IdulFitri. Hal ini perlu dilakukan agar inflasi di daerah dapat ditekan. 

"Kita akan menghadapi Ramadan dan Lebaran, maka kita (Pemprov) meminta sekda-sekda di kabupaten kota untuk mengawasi fluktuasi harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di masyarakat. Apalagi sudah dimulai dengan harga minyak goreng dan daging sapi yang tinggi," kata Sumarno di sela Rakor Forum Koordinasi Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Jawa Tengah di Fave Hotel Cilacap, Kamis (24/3/2022) malam. 

Sekda mengatakan, harus ada pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dari berbagai pemangku kebijakan. Pemantauan itu terutama dari para sekda selaku Ketua Pelaksana Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing kabupaten dan kota. Karena itu para sekda diminta selalu mengupdate kondisi di lapangan, sehingga jika terjadi gejolak harga atau kelangkaan bahan pokok dapat segera diatasi. 

Ia mencontohkan harga komoditas beras di Jawa Tengah yang mengalami kenaikan meskipun di beberapa kabupaten sedang masa panen raya. Kondisi tersebut dikarenakan beras dari Jawa Tengah banyak dijual ke luar daerah, terutama ke Jakarta. Stok beras yang seharusnya sudah tercukupi dari para petani lokal, menjadi berkurang sehingga berdampak pada kenaikan harga. 

Ia menegaskan, sekda kabupaten/kota harus rutin memantau pasar tradisional, distributor barang kebutuhan pokok, dan ritel modern. Terlebih saat Ramadan dan Lebaran, kecenderungan terjadi kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional  seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan komoditas lain. 

Dalam rakor yang berlangsung dua hari tersebut, para sekda juga akan membahas mengenai kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan masyarakat untuk pulang kampung atau mudik. Sehingga pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga harus mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut pemudik menjelang hingga usai lebaran. 

"Pemkab dan pemkot harus mempercepat suntikan vaksin booster. Karena kalau mudik lebaran sudah dibuka maka kekebalan kelompok juga harus ditingkatkan," katanya. 

Guna mempercepat capaian vaksinasi Pemprov telah siap terjun membantu kabupaten dan kota. Masyarakat harus lebih dipermudah dalam mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster yang digunakan sebagai syarat mudik Lebaran 2022.


Bagikan :

CILACAP - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jawa Tengah, Sumarno meminta semua sekda di kabupaten/kota di Jateng meningkatkan pemantauan ketersediaan bahan pokok, serta pengawasan harga sembako agar tetap stabil saat Ramadan dan IdulFitri. Hal ini perlu dilakukan agar inflasi di daerah dapat ditekan. 

"Kita akan menghadapi Ramadan dan Lebaran, maka kita (Pemprov) meminta sekda-sekda di kabupaten kota untuk mengawasi fluktuasi harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di masyarakat. Apalagi sudah dimulai dengan harga minyak goreng dan daging sapi yang tinggi," kata Sumarno di sela Rakor Forum Koordinasi Sekretaris Daerah Seluruh Indonesia (Forsesdasi) Jawa Tengah di Fave Hotel Cilacap, Kamis (24/3/2022) malam. 

Sekda mengatakan, harus ada pemantauan harga dan ketersediaan bahan pokok dari berbagai pemangku kebijakan. Pemantauan itu terutama dari para sekda selaku Ketua Pelaksana Harian Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di masing-masing kabupaten dan kota. Karena itu para sekda diminta selalu mengupdate kondisi di lapangan, sehingga jika terjadi gejolak harga atau kelangkaan bahan pokok dapat segera diatasi. 

Ia mencontohkan harga komoditas beras di Jawa Tengah yang mengalami kenaikan meskipun di beberapa kabupaten sedang masa panen raya. Kondisi tersebut dikarenakan beras dari Jawa Tengah banyak dijual ke luar daerah, terutama ke Jakarta. Stok beras yang seharusnya sudah tercukupi dari para petani lokal, menjadi berkurang sehingga berdampak pada kenaikan harga. 

Ia menegaskan, sekda kabupaten/kota harus rutin memantau pasar tradisional, distributor barang kebutuhan pokok, dan ritel modern. Terlebih saat Ramadan dan Lebaran, kecenderungan terjadi kenaikan harga bahan pokok di pasar tradisional  seperti beras, gula pasir, minyak goreng, tepung, dan komoditas lain. 

Dalam rakor yang berlangsung dua hari tersebut, para sekda juga akan membahas mengenai kebijakan pemerintah pusat yang memperbolehkan masyarakat untuk pulang kampung atau mudik. Sehingga pemerintah provinsi, kabupaten, dan kota juga harus mempersiapkan berbagai hal untuk menyambut pemudik menjelang hingga usai lebaran. 

"Pemkab dan pemkot harus mempercepat suntikan vaksin booster. Karena kalau mudik lebaran sudah dibuka maka kekebalan kelompok juga harus ditingkatkan," katanya. 

Guna mempercepat capaian vaksinasi Pemprov telah siap terjun membantu kabupaten dan kota. Masyarakat harus lebih dipermudah dalam mendapatkan vaksin dosis ketiga atau booster yang digunakan sebagai syarat mudik Lebaran 2022.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu