Follow Us :              

Terapkan Sistem Pembatasan Penjualan BBM,  SPBU di Kaliwungu Diapresiasi Ganjar

  11 April 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 664 
Kategori :
Bagikan :


Terapkan Sistem Pembatasan Penjualan BBM,  SPBU di Kaliwungu Diapresiasi Ganjar

11 April 2022 | 11:00:00 | dibaca : 664
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak sebuah SPBU Pertamina ketika melintasi wilayah Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Pada sidak itu ia menemukan, terdapat sistem kontrol dalam penjualan BBM. 

Operator SPBU bernama Halim, sempat terkaget ketika melihat Gubernur turun dari mobilnya. “Mas piye (bagaimana), ramai ya. Pasokane (pasokannya) aman?,” ujar Ganjar. “Eh Pak Ganjar,  ada apa ini?,” jawab Halim agak gugup. 

Pada Halim Ganjar menanyakan tentang kondisi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir-akhir ini. Ia juga menanyakan perihal ketersediaan berbagai jenis BBM, misalnya Dexlite dan Pertalite di SPBU tersebut. Pada Ganjar Halim menceritakan, setiap hari SPBU selalu ramai pembeli. Agar persediaan BBM bisa terjual lebih merata, Halim mengaku pihak SPBU melakukan pembatasan jumlah pembelian per kendaraan. 

“Hari-hari selalu ramai. Apalagi hari senin, pekerja banyak sekali. Antrinya panjang tiap pagi sama sore. Maksimal (beli) Rp200.000," jelasnya. Pembatasan, juga berlaku untuk pembelian solar. Terlebih pekan lalu pasokan solar dikabarkan susah di sejumlah wilayah. 

Pada sejumlah sopir truk di tempat itu, Ganjar juga menanyakan apakah mereka kesulitan untuk mendapatkan solar, namun para supir mengaku hal itu tidak mereka alami. Beberapa dari mereka mengatakan, sejauh ini solar masih mudah ditemukan. 

Ganjar mengapresiasi pembatasan pembelian pertalite maupun bahan bakar lainnya, yang dilakukan oleh SPBU ini. “Maka sempat ada pembatasan orang beli Rp 200.000 di sini, yang solar juga sangat di kontrol betul,” ujarnya. 

Demi mencegah kecurangan pembeli, mereka juga mencatat identitas sopir truk, nomor plat kendaraan serta jumlah penbelian bahan bakar. “Di sini tadi pasokannya bagus tapi dengan pembatasan. Ini untuk kontrol, menurut saya ini bagus dan saya cek sampai hari ini masih aman,” pungkas Ganjar.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo melakukan sidak sebuah SPBU Pertamina ketika melintasi wilayah Kaliwungu, Kabupaten Kendal. Pada sidak itu ia menemukan, terdapat sistem kontrol dalam penjualan BBM. 

Operator SPBU bernama Halim, sempat terkaget ketika melihat Gubernur turun dari mobilnya. “Mas piye (bagaimana), ramai ya. Pasokane (pasokannya) aman?,” ujar Ganjar. “Eh Pak Ganjar,  ada apa ini?,” jawab Halim agak gugup. 

Pada Halim Ganjar menanyakan tentang kondisi pembelian Bahan Bakar Minyak (BBM) akhir-akhir ini. Ia juga menanyakan perihal ketersediaan berbagai jenis BBM, misalnya Dexlite dan Pertalite di SPBU tersebut. Pada Ganjar Halim menceritakan, setiap hari SPBU selalu ramai pembeli. Agar persediaan BBM bisa terjual lebih merata, Halim mengaku pihak SPBU melakukan pembatasan jumlah pembelian per kendaraan. 

“Hari-hari selalu ramai. Apalagi hari senin, pekerja banyak sekali. Antrinya panjang tiap pagi sama sore. Maksimal (beli) Rp200.000," jelasnya. Pembatasan, juga berlaku untuk pembelian solar. Terlebih pekan lalu pasokan solar dikabarkan susah di sejumlah wilayah. 

Pada sejumlah sopir truk di tempat itu, Ganjar juga menanyakan apakah mereka kesulitan untuk mendapatkan solar, namun para supir mengaku hal itu tidak mereka alami. Beberapa dari mereka mengatakan, sejauh ini solar masih mudah ditemukan. 

Ganjar mengapresiasi pembatasan pembelian pertalite maupun bahan bakar lainnya, yang dilakukan oleh SPBU ini. “Maka sempat ada pembatasan orang beli Rp 200.000 di sini, yang solar juga sangat di kontrol betul,” ujarnya. 

Demi mencegah kecurangan pembeli, mereka juga mencatat identitas sopir truk, nomor plat kendaraan serta jumlah penbelian bahan bakar. “Di sini tadi pasokannya bagus tapi dengan pembatasan. Ini untuk kontrol, menurut saya ini bagus dan saya cek sampai hari ini masih aman,” pungkas Ganjar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu