Follow Us :              

Idul Fitri Aman dan Covid-19 Landai, Ganjar Apresiasi Kerja Keras Petugas Keamanan dan Kedisiplinan Masyarakat

  11 May 2022  |   11:00:00  |   dibaca : 136 
Kategori :
Bagikan :


Idul Fitri Aman dan Covid-19 Landai, Ganjar Apresiasi Kerja Keras Petugas Keamanan dan Kedisiplinan Masyarakat

11 May 2022 | 11:00:00 | dibaca : 136
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menemukan kejadian menonjol, apalagi kejadian meresahkan seperti aksi terorisme yang terjadi pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Ia mengapresiasi seluruh petugas keamanan dan masyarakat karena telah menciptakan suasana kondusif di Jawa Tangah. 

"Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari kepolisian dan TNI yang bisa mengamankan semuanya. Terima kasih masyarakat semua yang sudah membantu," ucap Gubernur usai menerima Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/5/2022). 

Mudik lebaran tahun ini animo masyarakat memang sangat besar. Tercatat ada sekitar 11,4 juta pemudik yang masuk ke Jawa Tengah dengan total 1,7 jutaan kendaraan. Meski begitu, Ganjar menilai petugas yang di lapangan telah bekerja dengan baik dalam menjaga kondusifitas wilayah. Pengamanan arus mudik dan arus balik juga berjalan lancar sampai hari ini 

Fenomena yang terjadi pada arus mudik-balik tahun ini adalah lebih banyak kendaraan dari Jawa Tengah yang keluar daerah pada saat arus balik. "(Kendaraan) yang keluar lebih banyak karena mengantar saudaranya, nanti akan balik lagi. Masih ada operasi yang berjalan selama ini untuk menuntaskan tugas kita karena beberapa kemarin mungkin ada yang work from home, ada yang anak-anaknya belum kembali ke tempat masing-masing," katanya. 

Lebaran tahun ini bukan saja aman dari sisi kejadian meresahkan, tetapi juga aman dari penyebaran Covid-19. Terbukti tidak terjadi penambahan kasus luar biasa pasca Ramadan. 

"Indikasi-indikasi tidak tambah. Jadi kemungkinan betul-betul ini terjadi herd immunity atau vaksinnya cukup efektif dan karena kedisiplinan (masyarakat). (Status) endeminya hanya butuh statement (pemerintah pusat) saja. Tapi suasananya sudah suasana endemi," katanya. 

Meski begitu kewaspadaan tidak boleh lengah. Pembelajaran Tatap Muka tetap dijalankan dengan protokol kesehatan, hal ini karena kemunculan Hepatitis Misterius membayangi anak-anak. 

"PTM jalan saja sambil kita berjaga untuk yang Hepatitis, khususnya pada anak-anak. Tapi sampai saat ini dan belum ada laporan luar biasa terkait hal itu," tegasnya. 

Sementara, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, meski Operasi Ketupat sudah berakhir, demi memastikan arus balik berjalan lancar hingga akhir, pihaknya akan tetap melakukan operasi lanjutan hingga satu pekan ke depan.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tidak menemukan kejadian menonjol, apalagi kejadian meresahkan seperti aksi terorisme yang terjadi pada lebaran Idul Fitri tahun ini. Ia mengapresiasi seluruh petugas keamanan dan masyarakat karena telah menciptakan suasana kondusif di Jawa Tangah. 

"Saya menyampaikan terima kasih atas dukungan dari kepolisian dan TNI yang bisa mengamankan semuanya. Terima kasih masyarakat semua yang sudah membantu," ucap Gubernur usai menerima Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi dan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (11/5/2022). 

Mudik lebaran tahun ini animo masyarakat memang sangat besar. Tercatat ada sekitar 11,4 juta pemudik yang masuk ke Jawa Tengah dengan total 1,7 jutaan kendaraan. Meski begitu, Ganjar menilai petugas yang di lapangan telah bekerja dengan baik dalam menjaga kondusifitas wilayah. Pengamanan arus mudik dan arus balik juga berjalan lancar sampai hari ini 

Fenomena yang terjadi pada arus mudik-balik tahun ini adalah lebih banyak kendaraan dari Jawa Tengah yang keluar daerah pada saat arus balik. "(Kendaraan) yang keluar lebih banyak karena mengantar saudaranya, nanti akan balik lagi. Masih ada operasi yang berjalan selama ini untuk menuntaskan tugas kita karena beberapa kemarin mungkin ada yang work from home, ada yang anak-anaknya belum kembali ke tempat masing-masing," katanya. 

Lebaran tahun ini bukan saja aman dari sisi kejadian meresahkan, tetapi juga aman dari penyebaran Covid-19. Terbukti tidak terjadi penambahan kasus luar biasa pasca Ramadan. 

"Indikasi-indikasi tidak tambah. Jadi kemungkinan betul-betul ini terjadi herd immunity atau vaksinnya cukup efektif dan karena kedisiplinan (masyarakat). (Status) endeminya hanya butuh statement (pemerintah pusat) saja. Tapi suasananya sudah suasana endemi," katanya. 

Meski begitu kewaspadaan tidak boleh lengah. Pembelajaran Tatap Muka tetap dijalankan dengan protokol kesehatan, hal ini karena kemunculan Hepatitis Misterius membayangi anak-anak. 

"PTM jalan saja sambil kita berjaga untuk yang Hepatitis, khususnya pada anak-anak. Tapi sampai saat ini dan belum ada laporan luar biasa terkait hal itu," tegasnya. 

Sementara, Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan, meski Operasi Ketupat sudah berakhir, demi memastikan arus balik berjalan lancar hingga akhir, pihaknya akan tetap melakukan operasi lanjutan hingga satu pekan ke depan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu