Follow Us :              

Kawal Bantuan Pemprov, Ganjar Sidak Rumah Berbasis Komunitas dan Puskesmas Jeruklegi Di Cilacap

  28 May 2022  |   15:00:00  |   dibaca : 442 
Kategori :
Bagikan :


Kawal Bantuan Pemprov, Ganjar Sidak Rumah Berbasis Komunitas dan Puskesmas Jeruklegi Di Cilacap

28 May 2022 | 15:00:00 | dibaca : 442
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

CILACAP - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menginisiasi rumah berbasis komunitas di beberapa daerah prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem. Program ini dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, salah satunya dengan Kabupaten Cilacap. 

Pada Sabtu (28/5), Gubernur mengunjungi rumah berbasis komunitas yang berada di Cilacap. Keberadaan rumah gratis bagi 29 warga di perumahan ini berkat bantuan penyediaan lahan oleh Pemkab Cilacap dan bantuan dana pembangunan rumah senilai Rp35 juta / rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Rumah-rumah itu kini telah selesai dan dihuni. 

"Rumahnya bagus ya, bersih dan sehat. Gimana Pak? Nyaman nggak tinggal di sini ?" sapa Ganjar pada para warga yang menyambutnya. "Nyaman Pak. Terima kasih banyak Pak Ganjar," sahut salah seorang warga diantara warga-warga lain yang menjawab hal yang senada. 

Mahmudi mengungkapkan, sebagai buruh tani serabutan yang pendapatan Rp100-150 ribu dan tidak menentu, program ini telah memberinya kesempatan mewujudkan impian memiliki rumah layak huni. Hanya membayar Rp35 juta untuk pembelian tanah seluas 80m2, Mahmudi dan warga terpilih lainnya dapat memiliki rumah berbasis komunitas. 

"Waktu dengar ada program ini, saya langsung daftar. Alhamdulillah, dari 200 yang daftar dan diambil 29 orang, saya masuk salah satunya. Ini dulu beli tanahnya Rp35 juta dan dapat bantuan untuk bangun rumah dari Pemprov Jateng Rp35 juta," kata Mahmudi. 

Ganjar senang melihat kualitas pembangunan baik dan warga puas dengan rumah yang mereka dapatkan. Rencanya, program ini akan lebih dikembangkan. 

"Ini akan terus kita kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat rumah layak huni. Tidak hanya dibangun alakadarnya, tapi dengan kualitas bagus. Di Jateng sudah ada 168 unit rumah yang kami bangun dengan metode ini dan akan kita kembangkan terus" pungkasnya. 

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, tahun 2021, sudah ada 186 warga yang dibangunkan rumah dengan program pembangunan perumahan berbasis komunitas ini. Untuk tahun 2022, Pemprov Jateng akan kembali membangun 256 rumah lagi. 

"Untuk daerah yang sudah dibangun adalah  Magelang, Cilacap, Brebes, Kendal, Jepara dan Purbalingga," ucapnya. 

Saat berada di Cilacap, Ganjar juga sempat melakukan sidak pembangunan Puskesmas Jeruklegi. Setelah mengamati secara seksama, ia masih menemukan dinding retak, cat tidak rata, plafon bocor, lantai keramik pecah dan sejumlah kerusakan lainnya. 

"Tadi penyedia jasanya sudah berkomitmen untuk memperbaiki. Saya minta penyedia jasa menunjukkan kualitasnya. Nanti tinggal saya minta laporan hasil perbaikannya," tegasnya. Sebagai pelayan masyarakat, Ganjar merasa perlu memantau hasil bantuan anggaran yang diberikan. 

Anggaran pembangunan Puskesmas Jeruklegi ini berasal dari bantuan Pemprov Jateng sebesar Rp3 miliar serta bantuan dari Pemkab Cilacap untuk pengembangan. 

"Maka tadi saya tanya, ada yang minta duit nggak? Jangan-jangan pada minta duit, minta setoran semuanya, terus kemudian kualitasnya dikurangi. Tadi jawabannya tidak. Maka saya kita komitmen dari penyedia jasa untuk memperbaiki. Karena Pemprov membantu ini, ya saya akan ikut mengawal. Kita akan ikut mengawal," pungkasnya.


Bagikan :

CILACAP - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menginisiasi rumah berbasis komunitas di beberapa daerah prioritas pengentasan kemiskinan ekstrem. Program ini dilakukan secara kolaboratif antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, salah satunya dengan Kabupaten Cilacap. 

Pada Sabtu (28/5), Gubernur mengunjungi rumah berbasis komunitas yang berada di Cilacap. Keberadaan rumah gratis bagi 29 warga di perumahan ini berkat bantuan penyediaan lahan oleh Pemkab Cilacap dan bantuan dana pembangunan rumah senilai Rp35 juta / rumah dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng). Rumah-rumah itu kini telah selesai dan dihuni. 

"Rumahnya bagus ya, bersih dan sehat. Gimana Pak? Nyaman nggak tinggal di sini ?" sapa Ganjar pada para warga yang menyambutnya. "Nyaman Pak. Terima kasih banyak Pak Ganjar," sahut salah seorang warga diantara warga-warga lain yang menjawab hal yang senada. 

Mahmudi mengungkapkan, sebagai buruh tani serabutan yang pendapatan Rp100-150 ribu dan tidak menentu, program ini telah memberinya kesempatan mewujudkan impian memiliki rumah layak huni. Hanya membayar Rp35 juta untuk pembelian tanah seluas 80m2, Mahmudi dan warga terpilih lainnya dapat memiliki rumah berbasis komunitas. 

"Waktu dengar ada program ini, saya langsung daftar. Alhamdulillah, dari 200 yang daftar dan diambil 29 orang, saya masuk salah satunya. Ini dulu beli tanahnya Rp35 juta dan dapat bantuan untuk bangun rumah dari Pemprov Jateng Rp35 juta," kata Mahmudi. 

Ganjar senang melihat kualitas pembangunan baik dan warga puas dengan rumah yang mereka dapatkan. Rencanya, program ini akan lebih dikembangkan. 

"Ini akan terus kita kembangkan agar semakin banyak masyarakat yang dapat rumah layak huni. Tidak hanya dibangun alakadarnya, tapi dengan kualitas bagus. Di Jateng sudah ada 168 unit rumah yang kami bangun dengan metode ini dan akan kita kembangkan terus" pungkasnya. 

Kepala Dinas Perumahan dan Pemukiman Jateng, Arief Djatmiko mengatakan, tahun 2021, sudah ada 186 warga yang dibangunkan rumah dengan program pembangunan perumahan berbasis komunitas ini. Untuk tahun 2022, Pemprov Jateng akan kembali membangun 256 rumah lagi. 

"Untuk daerah yang sudah dibangun adalah  Magelang, Cilacap, Brebes, Kendal, Jepara dan Purbalingga," ucapnya. 

Saat berada di Cilacap, Ganjar juga sempat melakukan sidak pembangunan Puskesmas Jeruklegi. Setelah mengamati secara seksama, ia masih menemukan dinding retak, cat tidak rata, plafon bocor, lantai keramik pecah dan sejumlah kerusakan lainnya. 

"Tadi penyedia jasanya sudah berkomitmen untuk memperbaiki. Saya minta penyedia jasa menunjukkan kualitasnya. Nanti tinggal saya minta laporan hasil perbaikannya," tegasnya. Sebagai pelayan masyarakat, Ganjar merasa perlu memantau hasil bantuan anggaran yang diberikan. 

Anggaran pembangunan Puskesmas Jeruklegi ini berasal dari bantuan Pemprov Jateng sebesar Rp3 miliar serta bantuan dari Pemkab Cilacap untuk pengembangan. 

"Maka tadi saya tanya, ada yang minta duit nggak? Jangan-jangan pada minta duit, minta setoran semuanya, terus kemudian kualitasnya dikurangi. Tadi jawabannya tidak. Maka saya kita komitmen dari penyedia jasa untuk memperbaiki. Karena Pemprov membantu ini, ya saya akan ikut mengawal. Kita akan ikut mengawal," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu