Follow Us :              

Wujudkan Ekonomi Mandiri, Ganjar Isi Peringatan Bulan Bung Karno Dengan Pemberdayaan UMKM

  15 June 2022  |   14:00:00  |   dibaca : 437 
Kategori :
Bagikan :


Wujudkan Ekonomi Mandiri, Ganjar Isi Peringatan Bulan Bung Karno Dengan Pemberdayaan UMKM

15 June 2022 | 14:00:00 | dibaca : 437
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar sejumlah acara dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno atau Bulan Pancasila. Salah satu fokus utamanya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi melalui UMKM, termasuk UMKM yang digerakkan eks orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). 

Besarnya perhatian Gubernur Ganjar Pranowo pada UMKM diantaranya karena sektor ini sangat potensial dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena itu pada Peringatan Bulan Bung Karno sekaligus Bulan Pancasila, Rabu (15/6), Ganjar membuat berbagai acara  terkait peningkatan dan pendampingan UMKM Jateng di Kota Solo. 

Acara pertama adalah seminar nasional bertajuk Menggali Gagasan Trisakti, Peran UMKM dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Transformasi Digital. Sejumlah narasumber ternama dihadirkan dalam acara yang bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini. 

"Kemarin banyak teman-teman yang merayakan Bulan Bung Karno atau Bulan Pancasila, ada yang upacara, ada yang bicara kesenian, dan lainnya. Hari ini kita bekerjasama dengan UNS kita ingin mengupas bagaimana kemandirian kita di bidang ekonomi, khusus untuk UMKM," terang Ganjar. 

UMKM lanjut dia dipilih karena memiliki potensi sangat besar. Namun di sisi lain mereka butuh pendampingan agar semakin berkembang. Salah satu pendampingan yang dibutuhkan adalah di bidang marketing. Karena itu di Bulan Bung Karno, Pemprov Jateng bekerjasama dengan e-commerce raksasa nasional, blibli.com, meluncurkan marketplace bernama LapakJateng.id. Marketplace ini digunakan untuk menampung aneka produk UMKM Jateng. 

"Hari ini kita melaunching lapakjateng.id untuk memberikan ruang pada UMKM kita untuk bisa jualan. Produk-produk yang dikurasi ternyata cukup bagus. Saya senang Pak Wali Kota Solo, Mas Gibran juga memberikan spirit (penyemangat) yang kongkret. Siapa yang produknya bagus, akan diajak pameran ke Paris," kata Ganjar. 

Ganjar berharap, dengan dibukanya marketplace ini, para pelaku UMKM akan semakin semangat dan terus memperbaiki kualitas. "Tadi jualannya bagus-bagus, dan itu sudah ekspor semua. Tugas kami mendorong mereka (UMKM) yang lain, maka pelatihan sangat penting. Kami ingin betul-betul menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi berdikari. Tetap stronger, tidak keder (kuatir)," tekadnya. 

Selain menghadiri dua acara diatas, Gubernur juga meninjau bazar aneka produk UMKM karya eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diselenggarakan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Ki Hadjar Dewantoro Solo. Para eks ODGJ ini adalah pasien yang pernah dirawat di RSJD Ki Hadjar Dewantara. 

Di luar Peringatan Bulan Bung Karno, pihak rumah sakit menyediakan bazar seminggu sekali di hari Jum'at yang disebut, program Duminten Dolan (dinten jumat dodol lan ketemuan/ hari jumat jualan dan bertemu). Pada program ini, selain para eks ODGJ mendapat pendampingan usaha, mereka juga bisa berjualan dan berbaur dengan masyarakat umum lainnya. 

"Saya dirawat kejiwaan sejak 1999 lalu. Saya masuk di RSJD Solo ini sejak 2006 dan diberikan pendampingan ini (usaha)," kata Sri Haryanto, eks ODGJ yang ikut berjualan. Ia mengaku, setelah puluhan tahun berobat, kini kondisinya sudah membaik. Kini Sri sehari-hari berjualan aneka makanan seperti tahu bacem, tempe bacem, sosis bakar dan lainnya. 

Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi RSJD Ki Hadjar Dewantoro atas inisiatifnya memberdayakan eks ODGJ pasien mereka. Ganjar mengaku siap untuk memberikan dukungan agar program itu terus berjalan. 

"Kawan-kawan dari rumah sakit selama ini ternyata itu tidak hanya merawat teman-teman ODGJ. Ini menurut saya sangat bagus. Fungsi rumah sakit tidak hanya sekadar kita mengobati, tapi juga membuat mereka bisa mandiri," katanya. 

"Nanti dari Dinas Koperasi dan UMKM bisa bantu. Kita libatkan marketplace dan kurator agar produk yang dijual bisa lebih baik. Dengan pendampingan dan bantuan yang diberikan, saya berharap produk-produk mereka bisa (bertahan) jangka panjang dan hidup mereka tidak lagi bergantung pada orang lain," pungkasnya.


Bagikan :

SOLO - Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menggelar sejumlah acara dalam rangka peringatan Bulan Bung Karno atau Bulan Pancasila. Salah satu fokus utamanya adalah mewujudkan kemandirian ekonomi melalui UMKM, termasuk UMKM yang digerakkan eks orang dengan gangguan kejiwaan (ODGJ). 

Besarnya perhatian Gubernur Ganjar Pranowo pada UMKM diantaranya karena sektor ini sangat potensial dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Karena itu pada Peringatan Bulan Bung Karno sekaligus Bulan Pancasila, Rabu (15/6), Ganjar membuat berbagai acara  terkait peningkatan dan pendampingan UMKM Jateng di Kota Solo. 

Acara pertama adalah seminar nasional bertajuk Menggali Gagasan Trisakti, Peran UMKM dalam Membangun Kemandirian Ekonomi Melalui Transformasi Digital. Sejumlah narasumber ternama dihadirkan dalam acara yang bekerjasama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta ini. 

"Kemarin banyak teman-teman yang merayakan Bulan Bung Karno atau Bulan Pancasila, ada yang upacara, ada yang bicara kesenian, dan lainnya. Hari ini kita bekerjasama dengan UNS kita ingin mengupas bagaimana kemandirian kita di bidang ekonomi, khusus untuk UMKM," terang Ganjar. 

UMKM lanjut dia dipilih karena memiliki potensi sangat besar. Namun di sisi lain mereka butuh pendampingan agar semakin berkembang. Salah satu pendampingan yang dibutuhkan adalah di bidang marketing. Karena itu di Bulan Bung Karno, Pemprov Jateng bekerjasama dengan e-commerce raksasa nasional, blibli.com, meluncurkan marketplace bernama LapakJateng.id. Marketplace ini digunakan untuk menampung aneka produk UMKM Jateng. 

"Hari ini kita melaunching lapakjateng.id untuk memberikan ruang pada UMKM kita untuk bisa jualan. Produk-produk yang dikurasi ternyata cukup bagus. Saya senang Pak Wali Kota Solo, Mas Gibran juga memberikan spirit (penyemangat) yang kongkret. Siapa yang produknya bagus, akan diajak pameran ke Paris," kata Ganjar. 

Ganjar berharap, dengan dibukanya marketplace ini, para pelaku UMKM akan semakin semangat dan terus memperbaiki kualitas. "Tadi jualannya bagus-bagus, dan itu sudah ekspor semua. Tugas kami mendorong mereka (UMKM) yang lain, maka pelatihan sangat penting. Kami ingin betul-betul menjadikan UMKM tulang punggung ekonomi berdikari. Tetap stronger, tidak keder (kuatir)," tekadnya. 

Selain menghadiri dua acara diatas, Gubernur juga meninjau bazar aneka produk UMKM karya eks orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang diselenggarakan Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) Ki Hadjar Dewantoro Solo. Para eks ODGJ ini adalah pasien yang pernah dirawat di RSJD Ki Hadjar Dewantara. 

Di luar Peringatan Bulan Bung Karno, pihak rumah sakit menyediakan bazar seminggu sekali di hari Jum'at yang disebut, program Duminten Dolan (dinten jumat dodol lan ketemuan/ hari jumat jualan dan bertemu). Pada program ini, selain para eks ODGJ mendapat pendampingan usaha, mereka juga bisa berjualan dan berbaur dengan masyarakat umum lainnya. 

"Saya dirawat kejiwaan sejak 1999 lalu. Saya masuk di RSJD Solo ini sejak 2006 dan diberikan pendampingan ini (usaha)," kata Sri Haryanto, eks ODGJ yang ikut berjualan. Ia mengaku, setelah puluhan tahun berobat, kini kondisinya sudah membaik. Kini Sri sehari-hari berjualan aneka makanan seperti tahu bacem, tempe bacem, sosis bakar dan lainnya. 

Ganjar Pranowo sangat mengapresiasi RSJD Ki Hadjar Dewantoro atas inisiatifnya memberdayakan eks ODGJ pasien mereka. Ganjar mengaku siap untuk memberikan dukungan agar program itu terus berjalan. 

"Kawan-kawan dari rumah sakit selama ini ternyata itu tidak hanya merawat teman-teman ODGJ. Ini menurut saya sangat bagus. Fungsi rumah sakit tidak hanya sekadar kita mengobati, tapi juga membuat mereka bisa mandiri," katanya. 

"Nanti dari Dinas Koperasi dan UMKM bisa bantu. Kita libatkan marketplace dan kurator agar produk yang dijual bisa lebih baik. Dengan pendampingan dan bantuan yang diberikan, saya berharap produk-produk mereka bisa (bertahan) jangka panjang dan hidup mereka tidak lagi bergantung pada orang lain," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu