Follow Us :              

Dapat Vaksinasi PMK, Kelompok Ternak Sri Mulih Salatiga Tak Lagi Waswas

  24 June 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 97 
Kategori :
Bagikan :


Dapat Vaksinasi PMK, Kelompok Ternak Sri Mulih Salatiga Tak Lagi Waswas

24 June 2022 | 10:00:00 | dibaca : 97
Kategori :
Bagikan :

Foto : istimewa (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : istimewa (Humas Jateng)

SALATIGA - Begitu mendapatkan distribusi vaksin Penyakit Kaki dan Mulut (PMK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), sejumlah wilayah langsung melaksanakan vaksinasi. Salah satu yang bergegas melakukannya adalah para anggota Kelompok Ternak Sri Mulih, di Kota Salatiga. 

Ketua Kelompok Ternak Sri Mulih,  Ahmad Solihun terlihat gembira, melihat seluruh ternak di kandang koloni Dusun Kradenan, Kelurahan Tingkir Lor,  Kecamatan Tingkir, itu telah divaksinasi hari ini, Jumat (24/6/2022). 

"Kelompok Ternak Srimulih senang sekali karena ada perawatan dari dinas peternakan," kata Solihun. Menurutnya, pemberian vaksinasi itu membuat peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran ternaknya akan terkena PMK. Guna mencegah terjangkir wabah PMK, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang. Bahkan, satu bulan terakhir ini, dengan bantuan pemerintah setempat, pihaknya juga  memberikan vitamin kepada hewan ternak. 

Kelompok Ternak Sri Mulih saat ini memiliki 65 ekor sapi. 15 ditempatkan di kandang koloni dan yang dirawat di kandang warga sebanyak 50 ekor. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henni Mulyani mengatakan, Kota Salatiga termasuk satu di antara delapan kabupaten/kota yang mendapat vaksin darurat. Jumlah vaksin yang diterima pemerintah provinsi sekitar 1.500 vaksin. 

"Salatiga mendapat 1 botol untuk 100 ekor atau 100 kali suntik. 1 kali suntiknya 2 mili liter. Suntikan itu diberikan ke sapi sehat. Sebab sesuai SOP-nya, ternak yang mendapatkan vaksinasi harus ternak sehat. Oleh karenanya kita memilih Kecamatan Tingkir yang memang masih hijau, masih bersih," kata Henni di sela-sela vaksinasi PMK untuk ternak di areal peternakan milik Kelompok Ternak Sri Mulih. 

Heni menambahkan, nantinya Salatiga akan kembali mendapat vaksin untuk PMK sebanyak 55 botol untuk 5.500 ekor ternak. Dari data yang ia terima, hewan ternak yang terkena PMK di Kota Salatiga sebanyak 586 ekor. Dari jumlah itu, delapan ekor diantaranya mati, yang terdiri dari 2 induk, 1 jantan, dan 5 anakan. "Penanganannya yang sakit otomatis harus diobati karena tidak bisa divaksin. Ketika pengobatan, maka itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota karena provinsi maupun pusat untuk pengobatan, sifatnya stimulan," terangnya. 

Hari ini, pihaknya juga meluncurkan mobil Unit Reaksi Cepat. Pihaknya berharap, warga yang mengenali mobil URC akan melaporkan ke petugas jika menemukan ternak yang mengalami PMK. 

Atas perhatian Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang mengupayakan vaksinasi bagi peternak ke Kota Salatiga, Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi, mengaku sangat berterimakasih. 

Sebagai informasi, setelah sebelumnya menerima 1.500 dosis, Provinsi Jateng kembali mendapatkan alokasi vaksin PMK pada Kamis (23/6/2022), sebanyak 75.500 dosis. Seluruh vaksin tersebut kini disimpan pada fasilitas cold storage Disnakeswan Jateng dan siap didistribusikan ke 35 wilayah.

Adapun, dari 1.500 dosis vaksin yang telah datang terlebih dahulu, ada delapan daerah yang telah mendapatkan alokasi. Yaitu Boyolali 400 dosis, Kabupaten Semarang 300 dosis, Klaten 200 dosis, Sukoharjo 200 dosis, Salatiga 100 dosis, Kabupaten Magelang 100 dosis, Kota Semarang 100 dosis dan Wonosobo 100 dosis.


Bagikan :

SALATIGA - Begitu mendapatkan distribusi vaksin Penyakit Kaki dan Mulut (PMK) dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng), sejumlah wilayah langsung melaksanakan vaksinasi. Salah satu yang bergegas melakukannya adalah para anggota Kelompok Ternak Sri Mulih, di Kota Salatiga. 

Ketua Kelompok Ternak Sri Mulih,  Ahmad Solihun terlihat gembira, melihat seluruh ternak di kandang koloni Dusun Kradenan, Kelurahan Tingkir Lor,  Kecamatan Tingkir, itu telah divaksinasi hari ini, Jumat (24/6/2022). 

"Kelompok Ternak Srimulih senang sekali karena ada perawatan dari dinas peternakan," kata Solihun. Menurutnya, pemberian vaksinasi itu membuat peternak tidak lagi diliputi kekhawatiran ternaknya akan terkena PMK. Guna mencegah terjangkir wabah PMK, pihaknya juga melakukan penyemprotan disinfektan ke kandang. Bahkan, satu bulan terakhir ini, dengan bantuan pemerintah setempat, pihaknya juga  memberikan vitamin kepada hewan ternak. 

Kelompok Ternak Sri Mulih saat ini memiliki 65 ekor sapi. 15 ditempatkan di kandang koloni dan yang dirawat di kandang warga sebanyak 50 ekor. Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kota Salatiga Henni Mulyani mengatakan, Kota Salatiga termasuk satu di antara delapan kabupaten/kota yang mendapat vaksin darurat. Jumlah vaksin yang diterima pemerintah provinsi sekitar 1.500 vaksin. 

"Salatiga mendapat 1 botol untuk 100 ekor atau 100 kali suntik. 1 kali suntiknya 2 mili liter. Suntikan itu diberikan ke sapi sehat. Sebab sesuai SOP-nya, ternak yang mendapatkan vaksinasi harus ternak sehat. Oleh karenanya kita memilih Kecamatan Tingkir yang memang masih hijau, masih bersih," kata Henni di sela-sela vaksinasi PMK untuk ternak di areal peternakan milik Kelompok Ternak Sri Mulih. 

Heni menambahkan, nantinya Salatiga akan kembali mendapat vaksin untuk PMK sebanyak 55 botol untuk 5.500 ekor ternak. Dari data yang ia terima, hewan ternak yang terkena PMK di Kota Salatiga sebanyak 586 ekor. Dari jumlah itu, delapan ekor diantaranya mati, yang terdiri dari 2 induk, 1 jantan, dan 5 anakan. "Penanganannya yang sakit otomatis harus diobati karena tidak bisa divaksin. Ketika pengobatan, maka itu menjadi tanggung jawab kabupaten/kota karena provinsi maupun pusat untuk pengobatan, sifatnya stimulan," terangnya. 

Hari ini, pihaknya juga meluncurkan mobil Unit Reaksi Cepat. Pihaknya berharap, warga yang mengenali mobil URC akan melaporkan ke petugas jika menemukan ternak yang mengalami PMK. 

Atas perhatian Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, yang mengupayakan vaksinasi bagi peternak ke Kota Salatiga, Pj Wali Kota Salatiga Sinoeng N Rachmadi, mengaku sangat berterimakasih. 

Sebagai informasi, setelah sebelumnya menerima 1.500 dosis, Provinsi Jateng kembali mendapatkan alokasi vaksin PMK pada Kamis (23/6/2022), sebanyak 75.500 dosis. Seluruh vaksin tersebut kini disimpan pada fasilitas cold storage Disnakeswan Jateng dan siap didistribusikan ke 35 wilayah.

Adapun, dari 1.500 dosis vaksin yang telah datang terlebih dahulu, ada delapan daerah yang telah mendapatkan alokasi. Yaitu Boyolali 400 dosis, Kabupaten Semarang 300 dosis, Klaten 200 dosis, Sukoharjo 200 dosis, Salatiga 100 dosis, Kabupaten Magelang 100 dosis, Kota Semarang 100 dosis dan Wonosobo 100 dosis.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu