Follow Us :              

Mimpi Jadi Qori Nasional Antarkan Azka Jadi Juara MTQ dari Cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Tilawah Tuna Netra

  24 July 2022  |   20:00:00  |   dibaca : 1862 
Kategori :
Bagikan :


Mimpi Jadi Qori Nasional Antarkan Azka Jadi Juara MTQ dari Cabang Seni Baca Al-Qur’an Golongan Tilawah Tuna Netra

24 July 2022 | 20:00:00 | dibaca : 1862
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

SEMARANG - Kondisi fisik yang tidak sempurna, bukan menjadi alasan bagi Arinal Azka Firmansyah untuk mandul berprestasi. Keberhasilannya memenangi peringkat pertama cabang seni baca Al-Qur’an golongan tilawah tuna netra pada MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Tengah, menjadi buktinya. 

Saat ditemui saat Penutupan MTQ XXIX di Lapangan Pancasila Semarang, Minggu (24/07/2022) Azka menceritakan, sejak usia sekolah dasar, dirinya sudah aktif berkegiatan. Salah satunya bergabung dengan grup musik rebana Simtuddor. Dia dipercaya sebagai vokalis.  Grup rebananya masih eksis hingga saat ini. Lantaran suara merdunya, Azka yang sekarang berusia 18 tahun, juga dipercaya menjadi muadzin di daerah asalnya di Kudus. 

Kegiatan lain yang ditekuni Azka adalah mengaji. Tidaklah mudah baginya belajar mengaji dengan kondisi mata yang tidak bisa melihat. Tetapi, ketekunan dan kepercayaan diri pada kemampuannya berhasil mengalahkan keterbatasannya. Kepandaiannya mengaji membawanya dari perlombaan ke perlombaan hingga akhirnya bisa mengikuti lomba MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Tengah dan menyabet gelar juara pertama. 

Siapakah yang memotivasi dirinya untuk terus belajar mengaji?  Dia menuturkan, cita-citanya yang membuat dirinya terus ingin belajar. Ia punya mimpi menjadi qori nasional dan bahkan internasional, seperti idolanya Muammar Zainal Asyikin. 

“Kesulitan saat latihan dan berlomba pasti ada, tapi bagaimana kita bisa menenangkan diri dan tetap fokus itu adalah solusinya. Untuk mendapatkan hasil terbaik, kita harus rajin belajar, berdoa, dan juga mengutamakan  restu kedua orang tua,” tutur Azka. Ia berharap, apa yang ditekuninya saat ini bisa membawanya pada masa depan yang cerah, sekaligus bisa berbagi ilmu. 

Cerita lain datang dari Ilham Razka Andaru. Bocah kelas V SD perwakilan dari Kota Semarang ini saat awal-awal menjalani pembinaan untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah sempat dilanda rasa takut karena harus menginap di hotel tanpa orang tua dan teman yang dikenalnya. Baru pertama kalinya ia pergi menginap tanpa didampingi. 

"Akhirnya waktu itu, orang tua menyusul di hotel tempat aku menginap. Itu membuat aku tenang," kenangnya. 

Keberanian muncul setelah beberapa kali bertemu dan mengenal teman-temannya di satu pembinaan. Dia pun terbiasa belajar tartil qur'an 5 jam per hari. Padatnya latihan, kadang membuatnya jenuh. 

"Pernah berenang biar ndak bosan, tapi "kebablasan". Jadi sempat dimarahi pembina karena sudah waktunya latihan tapi aku masih renang," ungkapnya sambil tertawa. 

Kerasnya latihan, kadang membuat bocah berusia 10 tahun ini merasa berat. Tapi masa itu sudah berhasil dilalui. Dia pun menyabet juara II cabang tartil Qur'an. Saat ditanya untuk apa hadiah yang berhasil didapatkannya, dengan polos dia menjawab untuk membeli burung dara.


Bagikan :

SEMARANG - Kondisi fisik yang tidak sempurna, bukan menjadi alasan bagi Arinal Azka Firmansyah untuk mandul berprestasi. Keberhasilannya memenangi peringkat pertama cabang seni baca Al-Qur’an golongan tilawah tuna netra pada MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Tengah, menjadi buktinya. 

Saat ditemui saat Penutupan MTQ XXIX di Lapangan Pancasila Semarang, Minggu (24/07/2022) Azka menceritakan, sejak usia sekolah dasar, dirinya sudah aktif berkegiatan. Salah satunya bergabung dengan grup musik rebana Simtuddor. Dia dipercaya sebagai vokalis.  Grup rebananya masih eksis hingga saat ini. Lantaran suara merdunya, Azka yang sekarang berusia 18 tahun, juga dipercaya menjadi muadzin di daerah asalnya di Kudus. 

Kegiatan lain yang ditekuni Azka adalah mengaji. Tidaklah mudah baginya belajar mengaji dengan kondisi mata yang tidak bisa melihat. Tetapi, ketekunan dan kepercayaan diri pada kemampuannya berhasil mengalahkan keterbatasannya. Kepandaiannya mengaji membawanya dari perlombaan ke perlombaan hingga akhirnya bisa mengikuti lomba MTQ XXIX tingkat Provinsi Jawa Tengah dan menyabet gelar juara pertama. 

Siapakah yang memotivasi dirinya untuk terus belajar mengaji?  Dia menuturkan, cita-citanya yang membuat dirinya terus ingin belajar. Ia punya mimpi menjadi qori nasional dan bahkan internasional, seperti idolanya Muammar Zainal Asyikin. 

“Kesulitan saat latihan dan berlomba pasti ada, tapi bagaimana kita bisa menenangkan diri dan tetap fokus itu adalah solusinya. Untuk mendapatkan hasil terbaik, kita harus rajin belajar, berdoa, dan juga mengutamakan  restu kedua orang tua,” tutur Azka. Ia berharap, apa yang ditekuninya saat ini bisa membawanya pada masa depan yang cerah, sekaligus bisa berbagi ilmu. 

Cerita lain datang dari Ilham Razka Andaru. Bocah kelas V SD perwakilan dari Kota Semarang ini saat awal-awal menjalani pembinaan untuk mengikuti MTQ tingkat Provinsi Jawa Tengah sempat dilanda rasa takut karena harus menginap di hotel tanpa orang tua dan teman yang dikenalnya. Baru pertama kalinya ia pergi menginap tanpa didampingi. 

"Akhirnya waktu itu, orang tua menyusul di hotel tempat aku menginap. Itu membuat aku tenang," kenangnya. 

Keberanian muncul setelah beberapa kali bertemu dan mengenal teman-temannya di satu pembinaan. Dia pun terbiasa belajar tartil qur'an 5 jam per hari. Padatnya latihan, kadang membuatnya jenuh. 

"Pernah berenang biar ndak bosan, tapi "kebablasan". Jadi sempat dimarahi pembina karena sudah waktunya latihan tapi aku masih renang," ungkapnya sambil tertawa. 

Kerasnya latihan, kadang membuat bocah berusia 10 tahun ini merasa berat. Tapi masa itu sudah berhasil dilalui. Dia pun menyabet juara II cabang tartil Qur'an. Saat ditanya untuk apa hadiah yang berhasil didapatkannya, dengan polos dia menjawab untuk membeli burung dara.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu