Follow Us :              

Pemprov Jateng Bangun Sumur Bor Untuk Ponpes di Desa Pesawahan Banyumas

  12 August 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 155 
Kategori :
Bagikan :


Pemprov Jateng Bangun Sumur Bor Untuk Ponpes di Desa Pesawahan Banyumas

12 August 2022 | 10:00:00 | dibaca : 155
Kategori :
Bagikan :

Foto : Handy (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Handy (Humas Jateng)

BANYUMAS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyerahkan bantuan sumur bor pada pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, di Desa Pesawahan, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/08/2022). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen, kepada perwakilan pengasuh ponpes, Hanan Maskur. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga ponpes dan masyarakat sekitar. 

Wagub menyebutkan instalasi sumur bor senilai Rp147 juta ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah. 

"Ini dana zakat, infaq dari kawan-kawan ASN. Syariat ketika dijalankan membawa berkah. Kalau kita mau gotong royong, permasalahan mudah. Ini menunjukkan kalau pemerintah tidak bisa sendirian. Kita semua harus belajar bersama. Ada yang zakat, jadi air (sumur bor)," kata Wagub. 

Terkait bantuan yang diberikan, Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, menerangkan, sumur bor tersebut memiliki kedalaman hingga 130 meter. Pada kedalaman tersebut, sumur bor dipasang pada zona konservasi. Tujuannya, agar ketersediaan air tetap ada dan tidak merusak lapisan tanah. 

"Setelah kita cermati, air yang bagus adalah setelah meter ke-108 sampai 129. Tetapi memang tidak banyak (air), karena debitnya kalau dipompa bisa 58 m³ dalam sehari. Tapi kalau dipompa maksimal, ya pasokannya terkuras terlalu banyak. (Itu pada ) Debit optimum, (maka) kita tekan lagi ke debit konservasi," kata Sujarwanto. 

Lebih jauh, Sujarwanto berpesan agar sumur bor yang telah diserahkan tersebut dirawat dengan baik. Selain itu ia juga menyarankan agar penyedotan air jangan terlalu banyak untuk menjaga keutuhan lapisan tanah. 

"Pompalah pada yang stabil, jangan digenjot (eksplorasi) habis-habisan, nanti konstruksi sumurnya bisa rusak. Susunan yang tadinya tenang, ikut larut terlalu kencang. Kalau sehari (menyedot) 43 m³ sudah itu saja cukup," papar Sujarwanto. 

Setelah menyerahkan bantuan sumur bor, Wagub melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara. Bersama Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, Wagub menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kekuatan sebesar 10 KWp.


Bagikan :

BANYUMAS - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyerahkan bantuan sumur bor pada pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda, di Desa Pesawahan, Kabupaten Banyumas, Jumat (12/08/2022). Bantuan diserahkan secara langsung oleh Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen, kepada perwakilan pengasuh ponpes, Hanan Maskur. Bantuan ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga ponpes dan masyarakat sekitar. 

Wagub menyebutkan instalasi sumur bor senilai Rp147 juta ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Jateng melalui Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah. 

"Ini dana zakat, infaq dari kawan-kawan ASN. Syariat ketika dijalankan membawa berkah. Kalau kita mau gotong royong, permasalahan mudah. Ini menunjukkan kalau pemerintah tidak bisa sendirian. Kita semua harus belajar bersama. Ada yang zakat, jadi air (sumur bor)," kata Wagub. 

Terkait bantuan yang diberikan, Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, menerangkan, sumur bor tersebut memiliki kedalaman hingga 130 meter. Pada kedalaman tersebut, sumur bor dipasang pada zona konservasi. Tujuannya, agar ketersediaan air tetap ada dan tidak merusak lapisan tanah. 

"Setelah kita cermati, air yang bagus adalah setelah meter ke-108 sampai 129. Tetapi memang tidak banyak (air), karena debitnya kalau dipompa bisa 58 m³ dalam sehari. Tapi kalau dipompa maksimal, ya pasokannya terkuras terlalu banyak. (Itu pada ) Debit optimum, (maka) kita tekan lagi ke debit konservasi," kata Sujarwanto. 

Lebih jauh, Sujarwanto berpesan agar sumur bor yang telah diserahkan tersebut dirawat dengan baik. Selain itu ia juga menyarankan agar penyedotan air jangan terlalu banyak untuk menjaga keutuhan lapisan tanah. 

"Pompalah pada yang stabil, jangan digenjot (eksplorasi) habis-habisan, nanti konstruksi sumurnya bisa rusak. Susunan yang tadinya tenang, ikut larut terlalu kencang. Kalau sehari (menyedot) 43 m³ sudah itu saja cukup," papar Sujarwanto. 

Setelah menyerahkan bantuan sumur bor, Wagub melanjutkan kunjungan kerjanya ke Pondok Pesantren Tanbihul Ghofilin di Desa Mantrianom, Kabupaten Banjarnegara. Bersama Kepala Dinas ESDM Jateng, Sujarwanto, Wagub menyerahkan bantuan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap dengan kekuatan sebesar 10 KWp.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu