Follow Us :              

Gubernur Jateng Ingatkan, Tanggul Laut bukan Satu-Satunya Cara Atasi Banjir Rob

  07 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 110 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Jateng Ingatkan, Tanggul Laut bukan Satu-Satunya Cara Atasi Banjir Rob

07 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 110
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, meninjau proyek tanggul laut dan drainase di Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (7/9/2022). Gubernur menegaskan agar para pekerja, kontraktor, dan pengawas, bekerja dengan baik dan selalu menjaga kualitas bangunan.  

"Kami titip kepada kontraktor, kepada pengawas untuk diawasi yang baik karena ini anggarannya cukup besar. (Anggaran) kita dibantu oleh (pemerintah) pusat dengan Pemkot Pekalongan. Tolong hasilnya yang baik. Beberapa yang hasil tidak baik agar segera direvisi. Ini ikhtiar kita agar masyarakat lebih nyaman hidupnya", imbau Gubernur usai meninjau lokasi proyek tanggul laut. 

Imbauan ini disampaikan, karena Gubernur masih menemukan beberapa pekerjaan yang masih kurang baik. Termasuk tanggul laut yang sudah jadi yang masih ada rembesan air laut. Rembesan tersebut membuat jalan menjadi basah. 

"Iya, saya minta untuk dikoreksi, untuk diperbaiki, karena kemungkinan isian di dalamnya itu masih tidak rapat, khususnya bagian yang bawah makanya tadi ada masih ada rembesan. Kalau rembes seperti itu masih bisa ditolerir tapi jangan sampai ada genangan yang itu terkesan menjadi banjir. Kalau soal rembesan itu kita minta kontraktornya nanti memperbaiki," tegasnya. 

Terkait hal ini, Gubernur mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim dari Pemprov untuk ikut mengawasi pembangunan tanggul laut. Ia ingin memastikan bahwa semua pekerjaan yang menggunakan uang rakyat dapat benar-benar bagus dan masyarakat merasakan manfaatnya. 

"Pengawas saya minta perbaiki, kontraktor kerja yang baik, dari dinas, akan saya tugaskan khusus untuk memantau ini agar kualitasnya baik," katanya. 

Gubernur juga sempat berdialog dengan warga di sekitar lokasi. Secara umum masyarakat sudah mulai merasakan dampak dari pembangunan tanggul laut. Misalnya pada sisi tanggul yang sudah jadi, hampir setahun ini sudah tidak ada banjir rob lagi. 

"Yang ini baru dimulai, baru ditutup dengan seabelt, ini sudah mulai bisa sedikit. Nanti karena kalau penutup ini sudah jadi, di sini dibuat cor (beton), insyallah sudah bagus. Makanya kita senang lihat masyarakat hari ini (bilang), "lumayan Pak sudah tidak kebanjiran lagi dari rob"," ungkapnya 

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan tanggul laut itu bukan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir atau rob di wilayah Pekalongan. Masih diperlukan tindakan-tindakan lain agar penurunan muka tanah dapat dikurangi. 

"Tidak bisa kita andalkan ini (tanggul) saja, mesti ada tindakan-tindakan lain. Berkaitan dengan rob ini pengambilan air tanah musti dikurangi. Pemerintah musti menyiapkan air bersihnya juga. Partisipasi masyarakat juga, ditanami (pohon), sampahnya dikelola biar lokasinya tidak kumuh," pungkasnya. 

Sebagai informasi, pembangunan tanggul laut sepanjang 700 meter tersebut menggunakan bantuan Pemerintah Provinsi Jateng tahun anggaran 2022 senilai Rp12,75 miliar. Tanggul laut itu melanjutkan pekerjaan dari Pemkot Pekalongan yang sudah jadi sepanjang 400 meter. Selain memberikan bantuan untuk pembangunan tanggul laut, Pemprov Jateng juga memberi bantuan pembangunan drainase di daerah langganan banjir rob sepanjang 800 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp20 miliar.


Bagikan :

PEKALONGAN - Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo, meninjau proyek tanggul laut dan drainase di Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Rabu (7/9/2022). Gubernur menegaskan agar para pekerja, kontraktor, dan pengawas, bekerja dengan baik dan selalu menjaga kualitas bangunan.  

"Kami titip kepada kontraktor, kepada pengawas untuk diawasi yang baik karena ini anggarannya cukup besar. (Anggaran) kita dibantu oleh (pemerintah) pusat dengan Pemkot Pekalongan. Tolong hasilnya yang baik. Beberapa yang hasil tidak baik agar segera direvisi. Ini ikhtiar kita agar masyarakat lebih nyaman hidupnya", imbau Gubernur usai meninjau lokasi proyek tanggul laut. 

Imbauan ini disampaikan, karena Gubernur masih menemukan beberapa pekerjaan yang masih kurang baik. Termasuk tanggul laut yang sudah jadi yang masih ada rembesan air laut. Rembesan tersebut membuat jalan menjadi basah. 

"Iya, saya minta untuk dikoreksi, untuk diperbaiki, karena kemungkinan isian di dalamnya itu masih tidak rapat, khususnya bagian yang bawah makanya tadi ada masih ada rembesan. Kalau rembes seperti itu masih bisa ditolerir tapi jangan sampai ada genangan yang itu terkesan menjadi banjir. Kalau soal rembesan itu kita minta kontraktornya nanti memperbaiki," tegasnya. 

Terkait hal ini, Gubernur mengatakan pihaknya akan menerjunkan tim dari Pemprov untuk ikut mengawasi pembangunan tanggul laut. Ia ingin memastikan bahwa semua pekerjaan yang menggunakan uang rakyat dapat benar-benar bagus dan masyarakat merasakan manfaatnya. 

"Pengawas saya minta perbaiki, kontraktor kerja yang baik, dari dinas, akan saya tugaskan khusus untuk memantau ini agar kualitasnya baik," katanya. 

Gubernur juga sempat berdialog dengan warga di sekitar lokasi. Secara umum masyarakat sudah mulai merasakan dampak dari pembangunan tanggul laut. Misalnya pada sisi tanggul yang sudah jadi, hampir setahun ini sudah tidak ada banjir rob lagi. 

"Yang ini baru dimulai, baru ditutup dengan seabelt, ini sudah mulai bisa sedikit. Nanti karena kalau penutup ini sudah jadi, di sini dibuat cor (beton), insyallah sudah bagus. Makanya kita senang lihat masyarakat hari ini (bilang), "lumayan Pak sudah tidak kebanjiran lagi dari rob"," ungkapnya 

Meski demikian, Gubernur mengingatkan bahwa pembangunan tanggul laut itu bukan satu-satunya cara untuk mengatasi banjir atau rob di wilayah Pekalongan. Masih diperlukan tindakan-tindakan lain agar penurunan muka tanah dapat dikurangi. 

"Tidak bisa kita andalkan ini (tanggul) saja, mesti ada tindakan-tindakan lain. Berkaitan dengan rob ini pengambilan air tanah musti dikurangi. Pemerintah musti menyiapkan air bersihnya juga. Partisipasi masyarakat juga, ditanami (pohon), sampahnya dikelola biar lokasinya tidak kumuh," pungkasnya. 

Sebagai informasi, pembangunan tanggul laut sepanjang 700 meter tersebut menggunakan bantuan Pemerintah Provinsi Jateng tahun anggaran 2022 senilai Rp12,75 miliar. Tanggul laut itu melanjutkan pekerjaan dari Pemkot Pekalongan yang sudah jadi sepanjang 400 meter. Selain memberikan bantuan untuk pembangunan tanggul laut, Pemprov Jateng juga memberi bantuan pembangunan drainase di daerah langganan banjir rob sepanjang 800 meter dengan nilai anggaran mencapai Rp20 miliar.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu