Follow Us :              

Gubernur Ajak Mahasiswa "Demo" Dampingi Pembagian BLT

  27 September 2022  |   10:00:00  |   dibaca : 130 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Ajak Mahasiswa "Demo" Dampingi Pembagian BLT

27 September 2022 | 10:00:00 | dibaca : 130
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak mahasiswa untuk turun ke lapangan dan mendampingi penyaluran atau pembagian bantuan kompensasi atau pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat. Gubernur mengaku siap memfasilitasi mahasiswa yang mau turun mendampingi masyarakat. 

"Mahasiswa demo ke sana boleh nggak? Bentuk demonya mendampingi saat pembagian. Saya ajak Anda, turun bareng saya. Siapa mahasiswa yang berani turun untuk mengawasi pembagian BLT? Saya undang Anda, saya ajak turun. Demo Anda adalah untuk mengawasi, mengecek memastikan pembagiannya benar. Saya fasilitasi. Ini demo juga, tetapi bentuknya lain," katanya saat hadir dalam Diskusi Panel Dinamika dan Strategi Menghadapi Dampak Pengalihan Subsidi BBM di Hotel Patra Jasa, Selasa (27/9/2022). 

Acara ini dihadiri komunitas terdampak seperti ojol, organda, kelompok petani, kelompok nelayan, dan sebagainya, serta pemangku kepentingan dan mahasiswa. Di hadapan mereka, Gubernur secara terbuka memaparkan sejumlah data mengenai dampak kenaikan BBM. Mulai dari penurunan PDRB yang diperkirakan sebesar 0,23 persen, perkiraan kenaikan kemiskinan Jawa Tengah sebesar 0,399 persen, penurunan konsumsi rumah tangga 0,31 persen, hingga dampak yang terjadi pada belasan ribu nelayan kecil, para petani, dan pelaku transportasi baik online maupun konvensional. 

"Kita sampaikan secara terbuka, pengangguran akan naik, kemiskinan punya potensi meningkat, ekonomi ada kemungkinan memang menurun. Jadi situasinya nggak bagus. Karena kondisinya harus direspons dengan baik, maka ayo kita melakukan tindakan yang lebih jelas," terangnya. 

Menurut Gubernur aksi protes dan demonstrasi boleh-boleh saja dilakukan untuk menyampaikan aspirasi, asalkan tidak merusak. Bahkan ia siap membuka ruang dialog bagi semua kalangan. Baik mereka yang terdampak maupun yang membawa aspirasi masyarakat.

"Ada banyak yang bisa kita lakukan. Ini Polda kan kreatif ya, mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk bisa berdialog dan semua uneg-uneg dikeluarkan. Sekarang kita ajak, mau tidak dengan data yang saya berikan ini kawan-kawan bisa terlibat," jelasnya.

Para pengemudi ojek online maupun konvensional diimbau untuk mau membantu teman-temannya yang belum mendapatkan bantuan. Begitupun dengan kelompok-kelompok sasaran lain seperti industri kecil menengah, petani, dan nelayan, juga masyarakat kurang mampu.

"Siapa yang mau mendampingi? Mahasiswa di mana atau mau pilih yang mana? Ini ada kelompok dampingan. Mungkin ada yang interested ke petani, nelayan, UKM, ojek, atau barangkali mereka juga bisa mendampingi ke pembagian BLT yang bermasalah," katanya. 

Secara lugas Gubernur menyatakan siap memfasilitasi dan mendistribusikan mahasiswa yang mau mengambil peran untuk mendampingi masyarakat. Menurutnya hal itu akan menjadi sebuah pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat praktik baik atau buruk yang ada di lapangan. Kemudian mahasiswa juga bisa memberikan masukan mengenai ide-ide untuk perbaikan atau pelaksanaan yang lebih baik. 

"Kalau iya, saya akan distribusi. Silakan pembagian di sini tempatnya, mungkin ada posko mahasiswa untuk mendampingi pembagian BLT, itu keren. Nanti mahasiswa akan bisa melihat, satu perilaku korupsinya, kedua transparansi yang dilakukan, jangan-jangan menemukan governance yang baik betul, sehingga mereka akan bisa berbagi. Atau barangkali ide-ide dari mahasiswa juga bisa disampaikan. Kalau itu mau, saya akan berikan penugasan untuk berpartner dengan pemerintah daerah," tegasnya. 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan diskusi panel tersebut dilakukan setelah menggelar Forum Group Discussion (FGD) di 18 daerah se-Jawa Tengah. "Diskusi panel ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat untuk bersama mempunyai konsep sense of crisis. Jadi mempunyai solusi, menyiapkan, dan tanggap terhadap kebijakan," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak mahasiswa untuk turun ke lapangan dan mendampingi penyaluran atau pembagian bantuan kompensasi atau pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) kepada masyarakat. Gubernur mengaku siap memfasilitasi mahasiswa yang mau turun mendampingi masyarakat. 

"Mahasiswa demo ke sana boleh nggak? Bentuk demonya mendampingi saat pembagian. Saya ajak Anda, turun bareng saya. Siapa mahasiswa yang berani turun untuk mengawasi pembagian BLT? Saya undang Anda, saya ajak turun. Demo Anda adalah untuk mengawasi, mengecek memastikan pembagiannya benar. Saya fasilitasi. Ini demo juga, tetapi bentuknya lain," katanya saat hadir dalam Diskusi Panel Dinamika dan Strategi Menghadapi Dampak Pengalihan Subsidi BBM di Hotel Patra Jasa, Selasa (27/9/2022). 

Acara ini dihadiri komunitas terdampak seperti ojol, organda, kelompok petani, kelompok nelayan, dan sebagainya, serta pemangku kepentingan dan mahasiswa. Di hadapan mereka, Gubernur secara terbuka memaparkan sejumlah data mengenai dampak kenaikan BBM. Mulai dari penurunan PDRB yang diperkirakan sebesar 0,23 persen, perkiraan kenaikan kemiskinan Jawa Tengah sebesar 0,399 persen, penurunan konsumsi rumah tangga 0,31 persen, hingga dampak yang terjadi pada belasan ribu nelayan kecil, para petani, dan pelaku transportasi baik online maupun konvensional. 

"Kita sampaikan secara terbuka, pengangguran akan naik, kemiskinan punya potensi meningkat, ekonomi ada kemungkinan memang menurun. Jadi situasinya nggak bagus. Karena kondisinya harus direspons dengan baik, maka ayo kita melakukan tindakan yang lebih jelas," terangnya. 

Menurut Gubernur aksi protes dan demonstrasi boleh-boleh saja dilakukan untuk menyampaikan aspirasi, asalkan tidak merusak. Bahkan ia siap membuka ruang dialog bagi semua kalangan. Baik mereka yang terdampak maupun yang membawa aspirasi masyarakat.

"Ada banyak yang bisa kita lakukan. Ini Polda kan kreatif ya, mengundang seluruh pemangku kepentingan untuk bisa berdialog dan semua uneg-uneg dikeluarkan. Sekarang kita ajak, mau tidak dengan data yang saya berikan ini kawan-kawan bisa terlibat," jelasnya.

Para pengemudi ojek online maupun konvensional diimbau untuk mau membantu teman-temannya yang belum mendapatkan bantuan. Begitupun dengan kelompok-kelompok sasaran lain seperti industri kecil menengah, petani, dan nelayan, juga masyarakat kurang mampu.

"Siapa yang mau mendampingi? Mahasiswa di mana atau mau pilih yang mana? Ini ada kelompok dampingan. Mungkin ada yang interested ke petani, nelayan, UKM, ojek, atau barangkali mereka juga bisa mendampingi ke pembagian BLT yang bermasalah," katanya. 

Secara lugas Gubernur menyatakan siap memfasilitasi dan mendistribusikan mahasiswa yang mau mengambil peran untuk mendampingi masyarakat. Menurutnya hal itu akan menjadi sebuah pembelajaran bagi mahasiswa untuk melihat praktik baik atau buruk yang ada di lapangan. Kemudian mahasiswa juga bisa memberikan masukan mengenai ide-ide untuk perbaikan atau pelaksanaan yang lebih baik. 

"Kalau iya, saya akan distribusi. Silakan pembagian di sini tempatnya, mungkin ada posko mahasiswa untuk mendampingi pembagian BLT, itu keren. Nanti mahasiswa akan bisa melihat, satu perilaku korupsinya, kedua transparansi yang dilakukan, jangan-jangan menemukan governance yang baik betul, sehingga mereka akan bisa berbagi. Atau barangkali ide-ide dari mahasiswa juga bisa disampaikan. Kalau itu mau, saya akan berikan penugasan untuk berpartner dengan pemerintah daerah," tegasnya. 

Kapolda Jateng Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan diskusi panel tersebut dilakukan setelah menggelar Forum Group Discussion (FGD) di 18 daerah se-Jawa Tengah. "Diskusi panel ini diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat untuk bersama mempunyai konsep sense of crisis. Jadi mempunyai solusi, menyiapkan, dan tanggap terhadap kebijakan," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu