Follow Us :              

Gubernur Instruksikan Pihak Terkait Segera Atasi Kerusakan Jalan Pantura Timur

  03 March 2023  |   15:00:00  |   dibaca : 335 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur Instruksikan Pihak Terkait Segera Atasi Kerusakan Jalan Pantura Timur

03 March 2023 | 15:00:00 | dibaca : 335
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

KUDUS -  Masyarakat mengadukan kerusakan parah di Jalan Pantura Timur, tepatnya di Jalan Raya Kudus-Pati. Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan panjang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung lokasi tersebut dan menelpon Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta untuk mendapatkan solusi secepatnya.

Hal tersebut terjadi saat Gubernur sedang melakukan kunjungan kerja di daerah Kudus dan Pati, Jumat (3/3/2023). Saat melintas Demak misalnya, hampir sepanjang Jalan Raya Semarang-Demak berlubang yang mengakibatkan kemacetan panjang. Apalagi kendaraan yang melintas sebagian besar bermuatan besar, seperti kendaraan logistik dan truk membawa material.

Kondisi serupa juga ditemukan Gubernur saat memasuki Kabupaten Kudus. Tidak hanya berlubang, sejumlah jalan protokol tampak tergenang air. Meski tidak semuanya merupakan jalan provinsi. Saat di perjalanan menuju Pati, Gubernur beberapa kali berhenti dan mendokumentasikan kerusakan jalan yang ditemuinya.

Kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalan tersebut, salah satunya disebab di tengah badan jalan ada kendaraan besar yang tampak sedang beraktivitas menambal kerusakan jalan.

Petugas keamanan pabrik di sekitar jalan tersebut, juga tampak sibuk mengatur lalu lintas. Gubernur mengaku sangat mengapresiasi keperdulian mereka untuk membantu. Pada sisi lain, Gubernur langsung menginstruksikan
Kepala BBPJN Jawa Tengah-DIY Wida Nurfaida dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkomunikasi secepatnya memperbaiki kerusakan jalan.

Pada kunjungan kerja tersebut, didampingi Plt Asisten II Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto, Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono, Kepala BBWS Pemali Juwana Adek Rizaldi, Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Wida Nurfaida dan jajaran Forkopimda Kabupaten Pati. Gubernur juga mengecek perkembangan pengerjaan Jembatan Juwana. Kemacetan di lokasi ini juga banyak dikeluhkan masyarakat.

Gubernur mengakui, dirinya juga sangat ingin pengerjaan Jembatan Juwana cepat selesai. Bahkan pernah mengusulkan, jika perlu SDM-nya ditambah. “Saya bukan insinyur, saya tidak mau memaksakan kecepatan waktu kalau itu mengabaikan teknisnya. Maka kualitasnya kami serahkan, ada BBPJN Jawa Tengah-DIY, dari Bina Marga provinsi, kabupaten biar bantu bagaimana kami lakukan percepatan ini,” tuturnya.

“Saya tadi telpon Pak Hanung (Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Prov Jateng), karena Bu Wida masih rapat di Jakarta langsung lari ke sini (Juwana, Pati) untuk kami koordinasikan. Sehingga "sepaket," ketika tim teknis mengerjakan jalan, harus ada yang mengatur lalu lintas,” terangnya .

Kolaborasi tersebut nantinya akan mengurangi potensi munculnya komplain dari pengguna jalan. Selain itu keberadaan petugas yang mengatur lalu lintas juga akan bisa menjaga keselamatan pekerja, maupun pengendara. “Mungkin tidak bisa secepat yang diharapkan oleh masyarakat, tapi kami menunjukkan improvement (usaha) atas komplain masyarakat itu betul-betul kami lakukan (tindaklanjutnya),” kata Gubernur.

Terkait kemacetan, Gubernur mengatakan kondisi tersebut memang tidak bisa dihindari. Untuk mengurangi keparahan, Gubernur telah meminta bantuan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah untuk membantu. Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Asfauri mengatakan pihaknya telah menyiagakan anggotanya 24 jam penuh di Jembatan Juwana untuk pengaturan lalu lintas.

"Kami mencoba mengalihkan kendaraan pribadi terutama kendaraan kecil ke Jembatan Sampang, Jaken-Jakenan kemudian tembus sampai Rembang,” ujarnya. Kepada para pengendara, khususnya sopir truk yang hendak melintas Jembatan Juwana supaya bersabar. “Tanggal 1 April mudah-mudahan (selesai) sesuai schedule, jembatan ini bisa difungsionalkan. Kami berharap supaya tetap mematuhi peraturan lalu lintas kemudian mengikuti petunjuk petugas kami di lapangan,” tandasnya.


Bagikan :

KUDUS -  Masyarakat mengadukan kerusakan parah di Jalan Pantura Timur, tepatnya di Jalan Raya Kudus-Pati. Kondisi tersebut menimbulkan kemacetan panjang. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meninjau langsung lokasi tersebut dan menelpon Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Tengah-DI Yogyakarta untuk mendapatkan solusi secepatnya.

Hal tersebut terjadi saat Gubernur sedang melakukan kunjungan kerja di daerah Kudus dan Pati, Jumat (3/3/2023). Saat melintas Demak misalnya, hampir sepanjang Jalan Raya Semarang-Demak berlubang yang mengakibatkan kemacetan panjang. Apalagi kendaraan yang melintas sebagian besar bermuatan besar, seperti kendaraan logistik dan truk membawa material.

Kondisi serupa juga ditemukan Gubernur saat memasuki Kabupaten Kudus. Tidak hanya berlubang, sejumlah jalan protokol tampak tergenang air. Meski tidak semuanya merupakan jalan provinsi. Saat di perjalanan menuju Pati, Gubernur beberapa kali berhenti dan mendokumentasikan kerusakan jalan yang ditemuinya.

Kepadatan kendaraan terjadi di ruas jalan tersebut, salah satunya disebab di tengah badan jalan ada kendaraan besar yang tampak sedang beraktivitas menambal kerusakan jalan.

Petugas keamanan pabrik di sekitar jalan tersebut, juga tampak sibuk mengatur lalu lintas. Gubernur mengaku sangat mengapresiasi keperdulian mereka untuk membantu. Pada sisi lain, Gubernur langsung menginstruksikan
Kepala BBPJN Jawa Tengah-DIY Wida Nurfaida dan seluruh pemangku kepentingan untuk berkomunikasi secepatnya memperbaiki kerusakan jalan.

Pada kunjungan kerja tersebut, didampingi Plt Asisten II Provinsi Jawa Tengah Sujarwanto, Kepala Dinas PU, Bina Marga dan Cipta Karya Hanung Triyono, Kepala BBWS Pemali Juwana Adek Rizaldi, Kepala BBPJN Jawa Tengah-DI Yogyakarta, Wida Nurfaida dan jajaran Forkopimda Kabupaten Pati. Gubernur juga mengecek perkembangan pengerjaan Jembatan Juwana. Kemacetan di lokasi ini juga banyak dikeluhkan masyarakat.

Gubernur mengakui, dirinya juga sangat ingin pengerjaan Jembatan Juwana cepat selesai. Bahkan pernah mengusulkan, jika perlu SDM-nya ditambah. “Saya bukan insinyur, saya tidak mau memaksakan kecepatan waktu kalau itu mengabaikan teknisnya. Maka kualitasnya kami serahkan, ada BBPJN Jawa Tengah-DIY, dari Bina Marga provinsi, kabupaten biar bantu bagaimana kami lakukan percepatan ini,” tuturnya.

“Saya tadi telpon Pak Hanung (Dinas PU Bina Marga dan Cipta Karya Prov Jateng), karena Bu Wida masih rapat di Jakarta langsung lari ke sini (Juwana, Pati) untuk kami koordinasikan. Sehingga "sepaket," ketika tim teknis mengerjakan jalan, harus ada yang mengatur lalu lintas,” terangnya .

Kolaborasi tersebut nantinya akan mengurangi potensi munculnya komplain dari pengguna jalan. Selain itu keberadaan petugas yang mengatur lalu lintas juga akan bisa menjaga keselamatan pekerja, maupun pengendara. “Mungkin tidak bisa secepat yang diharapkan oleh masyarakat, tapi kami menunjukkan improvement (usaha) atas komplain masyarakat itu betul-betul kami lakukan (tindaklanjutnya),” kata Gubernur.

Terkait kemacetan, Gubernur mengatakan kondisi tersebut memang tidak bisa dihindari. Untuk mengurangi keparahan, Gubernur telah meminta bantuan Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Tengah untuk membantu. Kasatlantas Polresta Pati, Kompol Asfauri mengatakan pihaknya telah menyiagakan anggotanya 24 jam penuh di Jembatan Juwana untuk pengaturan lalu lintas.

"Kami mencoba mengalihkan kendaraan pribadi terutama kendaraan kecil ke Jembatan Sampang, Jaken-Jakenan kemudian tembus sampai Rembang,” ujarnya. Kepada para pengendara, khususnya sopir truk yang hendak melintas Jembatan Juwana supaya bersabar. “Tanggal 1 April mudah-mudahan (selesai) sesuai schedule, jembatan ini bisa difungsionalkan. Kami berharap supaya tetap mematuhi peraturan lalu lintas kemudian mengikuti petunjuk petugas kami di lapangan,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu