Follow Us :              

Persiapan Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Tekankan Antisipasi Inflasi dan Cuaca Ekstrem

  08 March 2023  |   10:00:00  |   dibaca : 232 
Kategori :
Bagikan :


Persiapan Ramadan dan Idul Fitri, Gubernur Tekankan Antisipasi Inflasi dan Cuaca Ekstrem

08 March 2023 | 10:00:00 | dibaca : 232
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan sektor pangan, pada hari Rabu (8/3/2023), untuk membahas persiapan Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah. Selain inflasi pergerakan pemudik juga jadi perhatian, termasuk kaitannya dengan cuaca ekstrem.

“BMKG masih mewanti (mengingatkan) soal fenomena cuaca ekstrem yang masih akan terjadi sampai akhir Maret nanti,” ujar Gubernur dalam arahannya saat rapat koordinasi di Hotel Gumaya, Semarang, tersebut.

Cuaca ekstrem tersebut menurut Gubernur, perlu diantisipasi karena berpontensi akan mengganggu produktivitas pertanian tanaman pangan di Jawa Tengah. “Ini momentum yang mesti kita perhatikan. (Karena) kaitannya dengan kebutuhan masyarakat sekaligus pengendalian inflasi,” katanya sesuai rapat.

Selain cuaca ekstrem, inflasi juga masih membayangi, terutama terkait harga beras yang masih di angka Rp 11.270 per kilogramnya, dari Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional yakni Rp 9.450. Gubernur berharap harga beras segera turun ke harga normal sehingga lebih terjangkau tetapi tidak sampai merugikan petani.

“Beras kan panen raya sudah berjalan dan harganya mulai turun, tapi jangan sampai petani rugi maka Bulog kami minta untuk stand-by, (intervensi)” tegasnya.

Bulog diminta terus siaga memantau kondisi harga Gabah Kering Panen di petani. Jika nantinya harganya terus menurun dari HAP, Gubernur menginstruksikan agar Bulog segera melakukan mengintervensi.

Tidak hanya Bulog, pada rapat itu, Gubernur juga meminta seluruh BUMD di Jawa Tengah untuk turut serta, dalam persiapan menghadapi situasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Selain memantau pergerakan beras hasil panen raya, BUMD juga dimintanya untuk mendata produktivitas lahan yang ada, serta potensi yang rawan terganggu saat cuaca ekstrem.

“BUMD khusus urusan pangan, coba semua berkoordinasi untuk cek stoknya ada berapa? Harganya seperti apa? Ambil dari mana? Jualnya kemana?" katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, bahwa inflasi yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah pada Februari 2023 mencapai 0,29 persen. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga di seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi kontribusi terbesar inflasi, mencapai 0,73 persen. Sejumlah komoditas tersebut adalah beras, rokok, serta bawang merah, dan bawang  putih.

Selain membahas inflasi dan persiapan ketersediaan bahan pokok, rapat koordinasi juga membicarakan status PPKM yang sudah dicabut, cuti bersama, serta langkah antisipasi potensi pergerakan pemudik tahun ini.

Gubernur mengatakan, tahun 2023 diprediksikan kenaikan jumlah pemudik mencapai 13,38 persen atau sekitar 12 juta pemudik melintas Jawa Tengah. “Saya minta semua siaga sampai lebaran nanti. Buat simulasi agar bisa mengelola arus mudik yang diperkirakan sampai 12 juta yang akan masuk ke Jawa Tengah. Jadi ini persiapan-persiapannya. Jauh lebih dini akan lebih baik,” tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Gubernur Ganjar Pranowo mengumpulkan seluruh pemangku kepentingan sektor pangan, pada hari Rabu (8/3/2023), untuk membahas persiapan Ramadan dan Idul Fitri 1444 Hijriah. Selain inflasi pergerakan pemudik juga jadi perhatian, termasuk kaitannya dengan cuaca ekstrem.

“BMKG masih mewanti (mengingatkan) soal fenomena cuaca ekstrem yang masih akan terjadi sampai akhir Maret nanti,” ujar Gubernur dalam arahannya saat rapat koordinasi di Hotel Gumaya, Semarang, tersebut.

Cuaca ekstrem tersebut menurut Gubernur, perlu diantisipasi karena berpontensi akan mengganggu produktivitas pertanian tanaman pangan di Jawa Tengah. “Ini momentum yang mesti kita perhatikan. (Karena) kaitannya dengan kebutuhan masyarakat sekaligus pengendalian inflasi,” katanya sesuai rapat.

Selain cuaca ekstrem, inflasi juga masih membayangi, terutama terkait harga beras yang masih di angka Rp 11.270 per kilogramnya, dari Harga Acuan Pembelian (HAP) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional yakni Rp 9.450. Gubernur berharap harga beras segera turun ke harga normal sehingga lebih terjangkau tetapi tidak sampai merugikan petani.

“Beras kan panen raya sudah berjalan dan harganya mulai turun, tapi jangan sampai petani rugi maka Bulog kami minta untuk stand-by, (intervensi)” tegasnya.

Bulog diminta terus siaga memantau kondisi harga Gabah Kering Panen di petani. Jika nantinya harganya terus menurun dari HAP, Gubernur menginstruksikan agar Bulog segera melakukan mengintervensi.

Tidak hanya Bulog, pada rapat itu, Gubernur juga meminta seluruh BUMD di Jawa Tengah untuk turut serta, dalam persiapan menghadapi situasi menjelang Ramadan dan Idul Fitri. Selain memantau pergerakan beras hasil panen raya, BUMD juga dimintanya untuk mendata produktivitas lahan yang ada, serta potensi yang rawan terganggu saat cuaca ekstrem.

“BUMD khusus urusan pangan, coba semua berkoordinasi untuk cek stoknya ada berapa? Harganya seperti apa? Ambil dari mana? Jualnya kemana?" katanya.

Sebagai informasi, Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah mencatat, bahwa inflasi yang terjadi di Provinsi Jawa Tengah pada Februari 2023 mencapai 0,29 persen. Inflasi tersebut dipicu oleh kenaikan harga di seluruh indeks kelompok pengeluaran.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberi kontribusi terbesar inflasi, mencapai 0,73 persen. Sejumlah komoditas tersebut adalah beras, rokok, serta bawang merah, dan bawang  putih.

Selain membahas inflasi dan persiapan ketersediaan bahan pokok, rapat koordinasi juga membicarakan status PPKM yang sudah dicabut, cuti bersama, serta langkah antisipasi potensi pergerakan pemudik tahun ini.

Gubernur mengatakan, tahun 2023 diprediksikan kenaikan jumlah pemudik mencapai 13,38 persen atau sekitar 12 juta pemudik melintas Jawa Tengah. “Saya minta semua siaga sampai lebaran nanti. Buat simulasi agar bisa mengelola arus mudik yang diperkirakan sampai 12 juta yang akan masuk ke Jawa Tengah. Jadi ini persiapan-persiapannya. Jauh lebih dini akan lebih baik,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu