Follow Us :              

Gubernur dan Lembaga Jepang Jajaki Kerjasama Bidang Kebencanaan hingga Pencegahan Radikalisme

  15 March 2023  |   08:00:00  |   dibaca : 370 
Kategori :
Bagikan :


Gubernur dan Lembaga Jepang Jajaki Kerjasama Bidang Kebencanaan hingga Pencegahan Radikalisme

15 March 2023 | 08:00:00 | dibaca : 370
Kategori :
Bagikan :

Foto : Slam (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Slam (Humas Jateng)

SEMARANG - Presiden of The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Atsushi Sunami dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang tentang banyak hal. Setelah pandemi Covud-19 mereda, keduanya siap mempererat kerja sama diantaranya di bidang kelautan hingga pencegahan radikalisme. 

"Mereka ingin tahu juga bagaimana pengalaman kami menangani konflik, termasuk mengembalikan eks napiter ke masyarakat. Ada bahasa yang cukup bagus, jadi bukan deradikalisasi tapi repatriasi. Itu bahasa yang bagus untuk kita bicarakan," ujar Gubernur usai menerima Sunami di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023). 

Gubernur mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Banyak potensi kerjasama yang bisa dikerjakan, diantaranya di bidang pencegahan radikalisme karena SPF memiliki banyak pengalaman bagus terkait hal itu, salah satunya dalam penanganan konflik di Poso, Sulawesi. 

Selain masalah radikalisme, Gubernur dan Sunami juga membicarakan peluang kerja sama di bidang penanggulangan bencana. "Saya juga mem-propose (tawarkan) tentang penanganan kebencanaan karena pengalaman mereka cukup banyak," ungkapnya.

Guna membicarakan lebih lanjut rencana kerja sama itu,  SPF mengundang Gubernur ke Jepang. "Beliau mengundang saya mengunjungi Jepang untuk meningkatkan kerja sama. Tentu ini sebuah undangan yang sangat bagus. Saya merasa terhormat dan kami sedang siapkan yang lebih detil lagi," tandasnya.

Saat pertemuan dengan Gubernur, dalam perkenalannya, Sunami mengungkapkan kunjungan untuk menemui Gubernur Jawa Tengah ini sudah lama ia nantikan. "Saya sudah lama ingin berkunjung ke Jawa Tengah dan menemui Pak Ganjar," katanya.

Selain itu, keduanya makin akrab selain karena sama-sama mengenal baik Duta Besar Indonesia untuk Jepang, ternyata Sunami masih aktif mengajar sebagai dosen di kampus tempat Atiqoh, istri Gubernur Jawa Tengah, yang pernah mengenyam studi Magisternya yakni di National Graduate Institute for Policy Studies (Grips) di Tokyo.

"Saya mendapatkan banyak diskusi mendalam hari ini, dan bagaimana kami bisa berkolaborasi dengan berbagai isu terkait Jawa Tengah dan secara umum Indonesia," katanya.

Jalinan kerjasama antara SPF dan Pemerintah Indonesia sendiri menurut Sunami sudah berlangsung lama. Saat ini khususnya kondisi setelah Pandemi Covid-19 berangsur pulih, banyak potensi kerjasama yang bisa dilakukan lagi.

"Setelah Covid, akan banyak aktivitas yang kembali berjalan jadi kami ingin tahu secara pasti apa yang dapat kami lakukan bersama dengan Indonesia dan Jepang," ujarnya.

Sunami mengatakan, SPF bergerak dalam banyak bidang. Tak hanya tentang anti radikalisme dan pencegahan terorisme, Sunami menyebut pihaknya juga konsen pada isu kelautan khususnya ilegal fishing. 

"Kami punya kesamaan program, seperti perikanan yaitu melawan ilegal fishing dan juga kelautan, termasuk juga berbincang tentang pengembangan energi dan isu-isu lainnya," tandasnya.


Bagikan :

SEMARANG - Presiden of The Sasakawa Peace Foundation (SPF), Atsushi Sunami dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berbincang tentang banyak hal. Setelah pandemi Covud-19 mereda, keduanya siap mempererat kerja sama diantaranya di bidang kelautan hingga pencegahan radikalisme. 

"Mereka ingin tahu juga bagaimana pengalaman kami menangani konflik, termasuk mengembalikan eks napiter ke masyarakat. Ada bahasa yang cukup bagus, jadi bukan deradikalisasi tapi repatriasi. Itu bahasa yang bagus untuk kita bicarakan," ujar Gubernur usai menerima Sunami di Rumah Dinas Puri Gedeh, Rabu (15/3/2023). 

Gubernur mengaku senang dengan kunjungan tersebut. Banyak potensi kerjasama yang bisa dikerjakan, diantaranya di bidang pencegahan radikalisme karena SPF memiliki banyak pengalaman bagus terkait hal itu, salah satunya dalam penanganan konflik di Poso, Sulawesi. 

Selain masalah radikalisme, Gubernur dan Sunami juga membicarakan peluang kerja sama di bidang penanggulangan bencana. "Saya juga mem-propose (tawarkan) tentang penanganan kebencanaan karena pengalaman mereka cukup banyak," ungkapnya.

Guna membicarakan lebih lanjut rencana kerja sama itu,  SPF mengundang Gubernur ke Jepang. "Beliau mengundang saya mengunjungi Jepang untuk meningkatkan kerja sama. Tentu ini sebuah undangan yang sangat bagus. Saya merasa terhormat dan kami sedang siapkan yang lebih detil lagi," tandasnya.

Saat pertemuan dengan Gubernur, dalam perkenalannya, Sunami mengungkapkan kunjungan untuk menemui Gubernur Jawa Tengah ini sudah lama ia nantikan. "Saya sudah lama ingin berkunjung ke Jawa Tengah dan menemui Pak Ganjar," katanya.

Selain itu, keduanya makin akrab selain karena sama-sama mengenal baik Duta Besar Indonesia untuk Jepang, ternyata Sunami masih aktif mengajar sebagai dosen di kampus tempat Atiqoh, istri Gubernur Jawa Tengah, yang pernah mengenyam studi Magisternya yakni di National Graduate Institute for Policy Studies (Grips) di Tokyo.

"Saya mendapatkan banyak diskusi mendalam hari ini, dan bagaimana kami bisa berkolaborasi dengan berbagai isu terkait Jawa Tengah dan secara umum Indonesia," katanya.

Jalinan kerjasama antara SPF dan Pemerintah Indonesia sendiri menurut Sunami sudah berlangsung lama. Saat ini khususnya kondisi setelah Pandemi Covid-19 berangsur pulih, banyak potensi kerjasama yang bisa dilakukan lagi.

"Setelah Covid, akan banyak aktivitas yang kembali berjalan jadi kami ingin tahu secara pasti apa yang dapat kami lakukan bersama dengan Indonesia dan Jepang," ujarnya.

Sunami mengatakan, SPF bergerak dalam banyak bidang. Tak hanya tentang anti radikalisme dan pencegahan terorisme, Sunami menyebut pihaknya juga konsen pada isu kelautan khususnya ilegal fishing. 

"Kami punya kesamaan program, seperti perikanan yaitu melawan ilegal fishing dan juga kelautan, termasuk juga berbincang tentang pengembangan energi dan isu-isu lainnya," tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu