Follow Us :              

Gubenur Apresiasi Relawan, Jadikan Donor Darah Sebagai Lifestyle Sejak Remaja

  29 May 2023  |   16:00:00  |   dibaca : 689 
Kategori :
Bagikan :


Gubenur Apresiasi Relawan, Jadikan Donor Darah Sebagai Lifestyle Sejak Remaja

29 May 2023 | 16:00:00 | dibaca : 689
Kategori :
Bagikan :

Foto : Vivi (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Vivi (Humas Jateng)

BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gembira, karena saat ini donor darah sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini disampaikan saat Gubernur menyerahkan penghargaan kepada sukarelawan donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) yang sudah 50 kali lebih berdonor. 

"Terima kasih. Ternyata banyak yang memberikan darahnya alias donor darah. Ada yang sudah 50 kali lebih rutin melalui PMI. Saya sangat mengapresiasi karena donor darah menjadi lifestyle juga," kata Gubernur usai memberikan penghargaan kepada sukarelawan donor darah PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Aula Semar Resto, Mojosongo, Boyolali, Senin (29/5/2023).

"Tadi ada yang sejak usia 17 tahun lebih sehari, mulai donor, ada yang 18 tahun. Ada spirit kemanusiaan yang dimunculkan, ada keikhlasan yang ditunjukkan. Tentu ini menginspirasi yang lain, karena setetes darah adalah kehidupan untuk yang lain," katanya.

Gubernur menceritakan bahwa Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang juga Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, terus berupaya mendorong agar aksi donor darah bisa terus memasyarakat. 

"Saya berharap aksi kemanusiaan ini berjalan terus menerus. Tidak pernah berhenti, tidak pernah lelah," ungkapnya.

Dalam acara itu, Gubernur bahkan sempat berdialog dengan Prasetyo dan Galih, keduanya sukarelawan donor darah PMI asal Boyolali yang mulai berdonor sejak remaja. 

"Saya donor sejak usia 18 tahun. Pertama kali ada teman yang donor darah. Setelah dapat penjelasan dari PMI bahwa donor itu bagus dan baik untuk kemanusiaan, akhirnya tergerak juga untuk ikut. Rasanya sehat ditubuh saya," ujar Prasetyo.

Sedangkan Galih, pertama kali donor darah pada usia 17 tahun. Saat ulang tahunnya yang ke-17, ia memberi hadiah untuk diri sendiri dengan donor darah di PMI.

"Dulu saya ketua PMR, minta orang donor makanya saya memberikan contoh ke orang lain. Awalnya terpaksa setelah dijalani jadi terbiasa. Sekarang sudah 54 kali sejak tahun 2012 lalu," terang Galih.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang ikut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, saat ini jumlah sukarelawan donor darah semakin meningkat. Trend peningkatan ini terjadi dimulai saat pandemi. Keberadaan mereka benar-benar membantu masyarakat yang terpapar Covid-19. 

"Dalam rangka mengemban tugas pemerintah, PMI dituntut dapat menyediakan darah yang aman dengan jumlah cukup dan biaya terjangkau. Salah satu cara untuk memenuhi itu adalah adanya donor darah sukarela," katanya.

Menurut Taj Yasin, sukarelawan penerima penghargaan donor darah lebih dari 50 kali ada 1.033. Sementara untuk sukarelawan donor darah lebih dari 75 kali, ada sekitar 374 orang.

"Mereka ini relawan yang tulus dan ikhlas untuk menyumbangkan darah kepada orang lain tanpa melihat suku, ras, dan agamanya apa. Kalian adalah patriot bangsa sejati," pungkasnya.


Bagikan :

BOYOLALI - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo gembira, karena saat ini donor darah sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Hal ini disampaikan saat Gubernur menyerahkan penghargaan kepada sukarelawan donor darah Palang Merah Indonesia (PMI) yang sudah 50 kali lebih berdonor. 

"Terima kasih. Ternyata banyak yang memberikan darahnya alias donor darah. Ada yang sudah 50 kali lebih rutin melalui PMI. Saya sangat mengapresiasi karena donor darah menjadi lifestyle juga," kata Gubernur usai memberikan penghargaan kepada sukarelawan donor darah PMI Kabupaten/Kota se-Jawa Tengah di Aula Semar Resto, Mojosongo, Boyolali, Senin (29/5/2023).

"Tadi ada yang sejak usia 17 tahun lebih sehari, mulai donor, ada yang 18 tahun. Ada spirit kemanusiaan yang dimunculkan, ada keikhlasan yang ditunjukkan. Tentu ini menginspirasi yang lain, karena setetes darah adalah kehidupan untuk yang lain," katanya.

Gubernur menceritakan bahwa Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, yang juga Dewan Kehormatan Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah, terus berupaya mendorong agar aksi donor darah bisa terus memasyarakat. 

"Saya berharap aksi kemanusiaan ini berjalan terus menerus. Tidak pernah berhenti, tidak pernah lelah," ungkapnya.

Dalam acara itu, Gubernur bahkan sempat berdialog dengan Prasetyo dan Galih, keduanya sukarelawan donor darah PMI asal Boyolali yang mulai berdonor sejak remaja. 

"Saya donor sejak usia 18 tahun. Pertama kali ada teman yang donor darah. Setelah dapat penjelasan dari PMI bahwa donor itu bagus dan baik untuk kemanusiaan, akhirnya tergerak juga untuk ikut. Rasanya sehat ditubuh saya," ujar Prasetyo.

Sedangkan Galih, pertama kali donor darah pada usia 17 tahun. Saat ulang tahunnya yang ke-17, ia memberi hadiah untuk diri sendiri dengan donor darah di PMI.

"Dulu saya ketua PMR, minta orang donor makanya saya memberikan contoh ke orang lain. Awalnya terpaksa setelah dijalani jadi terbiasa. Sekarang sudah 54 kali sejak tahun 2012 lalu," terang Galih.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen yang ikut hadir dalam acara tersebut menjelaskan, saat ini jumlah sukarelawan donor darah semakin meningkat. Trend peningkatan ini terjadi dimulai saat pandemi. Keberadaan mereka benar-benar membantu masyarakat yang terpapar Covid-19. 

"Dalam rangka mengemban tugas pemerintah, PMI dituntut dapat menyediakan darah yang aman dengan jumlah cukup dan biaya terjangkau. Salah satu cara untuk memenuhi itu adalah adanya donor darah sukarela," katanya.

Menurut Taj Yasin, sukarelawan penerima penghargaan donor darah lebih dari 50 kali ada 1.033. Sementara untuk sukarelawan donor darah lebih dari 75 kali, ada sekitar 374 orang.

"Mereka ini relawan yang tulus dan ikhlas untuk menyumbangkan darah kepada orang lain tanpa melihat suku, ras, dan agamanya apa. Kalian adalah patriot bangsa sejati," pungkasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu