Follow Us :              

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Jateng Siapkan RPH Bersertifikat Halal

  02 August 2023  |   09:00:00  |   dibaca : 625 
Kategori :
Bagikan :


Dorong Pertumbuhan Ekonomi Syariah, Jateng Siapkan RPH Bersertifikat Halal

02 August 2023 | 09:00:00 | dibaca : 625
Kategori :
Bagikan :

Foto : Ebron (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Ebron (Humas Jateng)

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung pengembangan wisata halal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Festival Jateng Syariah (Fajar) 2023 di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu (2/8/2023). Ia mengatakan Pemprov Jateng sangat serius dalam mengembangkan ekosistem halal di daerahnya. Salah satunya dengan menambah fasilitas-fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim. Dalam waktu dekat, lanjutnya, Jateng akan menjadi tuan rumah dalam acara Global Muslim Traveling Indeks.

“Setelah diumumkan akan ada Global Muslim Travelling Indeks di Indonesia. Kami berharap itu bisa di Jawa Tengah. Ada 35 ribu traveller yang akan kumpul di Indonesia. Ini sebuah lonjakan yang sangat signifikan di tahun 2024,” kata Taj Yasin.

Wagub juga mendorong Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta dinas-dinas terkait segera membuat usulan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pariwisata halal dan ekonomi syariah. Dalam Pergub tersebut, akan mengatur penyelenggara wisata halal sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Semoga segera selesai, sehingga nanti perhotelan, kuliner maupun wisata bisa mendaftarkan untuk menjadi destinasi ramah muslim,” ungkapnya.

Taj Yasin Maimoen menambahkan, jajarannya akan mempersiapkan Rumah Potong Hewan (RPH) yang bersertifikat halal. Kedepannya RPH itu bukan hanya memotong saja, tetapi akan dikemas dengan menggunakan kaleng daging. Meski sudah ada RPH dan Rumah Potong Unggas (RPU) bersertifikat halal di Jawa Tengah, namun jumlahnya perlu ditambah.

“Rumah Potong Hewan (RPH) saat ini muncul banyak yang bersertifikat halal, apalagi ditambah Rumah Potong Unggas (RPU). Banyak saat ini yang muncul di Jawa Tengah. Dan BUMD juga bekerja sama dengan Baznas dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan bikin RPH bersertifikat halal di Kota Semarang,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, tahun ini berfokus pada pengembangan wisata ramah muslim, sedangkan tahun lalu berfokus pada sektor makanan. Terutama sertifikasi halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU).

“Tahun ini akan diperluas lagi Rumah Potong Hewan (RPH) dan dan Rumah Potong Unggas (RPU),” ujarnya.

Rahmat Dwi Saputra berharap, dapat mendorong perluasan ekosistem halal, khususnya sektor pariwisata ramah muslim dan modis fashion yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.


Bagikan :

SEMARANG – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mendukung pengembangan wisata halal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi syariah. Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, saat menghadiri acara Festival Jateng Syariah (Fajar) 2023 di Gumaya Tower Hotel Semarang, Rabu (2/8/2023). Ia mengatakan Pemprov Jateng sangat serius dalam mengembangkan ekosistem halal di daerahnya. Salah satunya dengan menambah fasilitas-fasilitas yang ramah bagi wisatawan muslim. Dalam waktu dekat, lanjutnya, Jateng akan menjadi tuan rumah dalam acara Global Muslim Traveling Indeks.

“Setelah diumumkan akan ada Global Muslim Travelling Indeks di Indonesia. Kami berharap itu bisa di Jawa Tengah. Ada 35 ribu traveller yang akan kumpul di Indonesia. Ini sebuah lonjakan yang sangat signifikan di tahun 2024,” kata Taj Yasin.

Wagub juga mendorong Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) serta dinas-dinas terkait segera membuat usulan Peraturan Gubernur (Pergub) terkait pariwisata halal dan ekonomi syariah. Dalam Pergub tersebut, akan mengatur penyelenggara wisata halal sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan.

“Semoga segera selesai, sehingga nanti perhotelan, kuliner maupun wisata bisa mendaftarkan untuk menjadi destinasi ramah muslim,” ungkapnya.

Taj Yasin Maimoen menambahkan, jajarannya akan mempersiapkan Rumah Potong Hewan (RPH) yang bersertifikat halal. Kedepannya RPH itu bukan hanya memotong saja, tetapi akan dikemas dengan menggunakan kaleng daging. Meski sudah ada RPH dan Rumah Potong Unggas (RPU) bersertifikat halal di Jawa Tengah, namun jumlahnya perlu ditambah.

“Rumah Potong Hewan (RPH) saat ini muncul banyak yang bersertifikat halal, apalagi ditambah Rumah Potong Unggas (RPU). Banyak saat ini yang muncul di Jawa Tengah. Dan BUMD juga bekerja sama dengan Baznas dan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) akan bikin RPH bersertifikat halal di Kota Semarang,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan BI Provinsi Jateng, Rahmat Dwi Saputra mengatakan, tahun ini berfokus pada pengembangan wisata ramah muslim, sedangkan tahun lalu berfokus pada sektor makanan. Terutama sertifikasi halal bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Rumah Potong Hewan (RPH) dan Rumah Potong Unggas (RPU).

“Tahun ini akan diperluas lagi Rumah Potong Hewan (RPH) dan dan Rumah Potong Unggas (RPU),” ujarnya.

Rahmat Dwi Saputra berharap, dapat mendorong perluasan ekosistem halal, khususnya sektor pariwisata ramah muslim dan modis fashion yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu