Follow Us :              

Stabilkan Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Kembali Gelar Pasar Murah

  28 March 2024  |   07:30:00  |   dibaca : 101 
Kategori :
Bagikan :


Stabilkan Harga Pangan Jelang Lebaran, Pemprov Jateng Kembali Gelar Pasar Murah

28 March 2024 | 07:30:00 | dibaca : 101
Kategori :
Bagikan :

Foto : (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : (Humas Jateng)

KAB SEMARANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah Ramadan bertajuk "Ramadan Berkah", sebagai upaya menstabilkan harga jelang lebaran. Berbagai produk pertanian dan olahannya, dipamerkan dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Sejumlah komoditas yang disediakan antara lain, kentang dengan harga Rp14.000/kg, sedangkan di pasar Rp18.000/kg. Kemudian, labu siam dibandrol dengan harga Rp6.000/kg, sedangkan di pasar harganya Rp8.000/kg.

Cabai merah keriting bisa didapatkan dengan harga Rp8.000/200 gr. Selain itu, berbagai jenis sayuran organik juga dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp20.000/pak.

"Ini untuk memotong mata rantai, jadi langsung dipasarkan di Dinas Pertanian, dan harganya tadi kami cek betul, jauh lebih murah,” kata Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M.,  saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Halaman Kantor Distanbun Jateng, Kabupaten Semarang pada Kamis, 28 Maret 2024.

Pj Gubernur menyambut positif kegiatan yang mempertemukan petani dengan para konsumennya itu. Sebab, para petani bisa mendapatkan untung lebih besar, karena bertemu langsung dengan pembeli. Sementara konsumen, tentunya senang bisa mendapatkan komoditas pertanian yang berkualitas dengan harga murah.

Selain meningkatkan daya beli masyarakat di bulan Ramadan dan menjelang lebaran ini, Pasar Murah gencar diselenggarakan sebagai upaya mengendalikan dan menyeimbangkan harga, serta menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Kami menjamin ketersedian pangan di Jateng ini cukup. Belilah secukupnya, karena ketersediaan pangan di Jateng sampai setelah hari raya masih tersedia,” tutur Pj Gubernur.

Selama Ramadan hingga lebaran, Pj Gubernur mengungkapkan bahwa perputaran uang diperkirakan akan mengalami peningkatan. Besarnya jumlah transaksi makanan dan minuman diprediksi juga akan meningkat hingga 30% sampai 40%.

Demikian pula yang terjadi di sektor lain, seperti perdagangan, perhotelan/pariwisata, dan transportasi. Tingginya perputaran uang ini, diharapkan dapat berdampak positif dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Jateng.

“Kita harapkan kondisi ini bisa terjaga. Di sini peran pemerintah dengan stakeholder lainnya, akan terus melakukan pemantauan. Kita akan terus melakukan pengawasan, terkait perkembangan-perkembangan ini,” tandasnya.


Bagikan :

KAB SEMARANG – Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan kegiatan Pasar Murah Ramadan bertajuk "Ramadan Berkah", sebagai upaya menstabilkan harga jelang lebaran. Berbagai produk pertanian dan olahannya, dipamerkan dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Sejumlah komoditas yang disediakan antara lain, kentang dengan harga Rp14.000/kg, sedangkan di pasar Rp18.000/kg. Kemudian, labu siam dibandrol dengan harga Rp6.000/kg, sedangkan di pasar harganya Rp8.000/kg.

Cabai merah keriting bisa didapatkan dengan harga Rp8.000/200 gr. Selain itu, berbagai jenis sayuran organik juga dijual dengan harga yang bervariasi, mulai dari Rp5.000 sampai Rp20.000/pak.

"Ini untuk memotong mata rantai, jadi langsung dipasarkan di Dinas Pertanian, dan harganya tadi kami cek betul, jauh lebih murah,” kata Pj Gubernur Jateng, Komjen Pol (P) Drs. Nana Sudjana A.S., M.M.,  saat meninjau pelaksanaan Pasar Murah di Halaman Kantor Distanbun Jateng, Kabupaten Semarang pada Kamis, 28 Maret 2024.

Pj Gubernur menyambut positif kegiatan yang mempertemukan petani dengan para konsumennya itu. Sebab, para petani bisa mendapatkan untung lebih besar, karena bertemu langsung dengan pembeli. Sementara konsumen, tentunya senang bisa mendapatkan komoditas pertanian yang berkualitas dengan harga murah.

Selain meningkatkan daya beli masyarakat di bulan Ramadan dan menjelang lebaran ini, Pasar Murah gencar diselenggarakan sebagai upaya mengendalikan dan menyeimbangkan harga, serta menjaga ketersediaan pasokan pangan.

“Kami menjamin ketersedian pangan di Jateng ini cukup. Belilah secukupnya, karena ketersediaan pangan di Jateng sampai setelah hari raya masih tersedia,” tutur Pj Gubernur.

Selama Ramadan hingga lebaran, Pj Gubernur mengungkapkan bahwa perputaran uang diperkirakan akan mengalami peningkatan. Besarnya jumlah transaksi makanan dan minuman diprediksi juga akan meningkat hingga 30% sampai 40%.

Demikian pula yang terjadi di sektor lain, seperti perdagangan, perhotelan/pariwisata, dan transportasi. Tingginya perputaran uang ini, diharapkan dapat berdampak positif dan mampu mendongkrak pertumbuhan ekonomi masyarakat Jateng.

“Kita harapkan kondisi ini bisa terjaga. Di sini peran pemerintah dengan stakeholder lainnya, akan terus melakukan pemantauan. Kita akan terus melakukan pengawasan, terkait perkembangan-perkembangan ini,” tandasnya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu