Follow Us :              

Perkuat Jejaring dan Permudah Pemasaran Produk, Pemprov Jateng Pertemukan Pelaku UMKM dan Industri 

  21 August 2025  |   10:00:00  |   dibaca : 363 
Kategori :
Bagikan :


Perkuat Jejaring dan Permudah Pemasaran Produk, Pemprov Jateng Pertemukan Pelaku UMKM dan Industri 

21 August 2025 | 10:00:00 | dibaca : 363
Kategori :
Bagikan :

Foto : Medianto (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Medianto (Humas Jateng)

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan industri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Pertemuan itu diselenggarakan dalam kegiatan Business Matching to Smesco Kontak Bisnis Jalinan Distribusi Rantai Pasok Hulu Hilir (Jalidi Rapahuli) Produk UMKM.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan dan membuat jejaring antara pelaku UMKM, industri menengah hingga besar, pemerintah, dan pihak-pihak lain. 

"Hari ini ada 900 UMKM lebih yang hadir," ucapnya di sela acara.  

Diketahui ada 5 gerai/stan zona yang mempertemukan jejaring usaha dari hulu ke hilir, di antaranya Zona Program Makan Bergizi Gratis, Zona Kebutuhan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Zona Sertifikasi dan Kompetensi bagi UMKM, dan Zona Kebutuhan Rantai Pasok dengan Usaha Besar.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, mengatakan, selain produksi barang, ada berbagai macam tantangan yang dihadapi para pelaku usaha kecil, salah satunya pemasaran produk. Oleh karena itu, ia menilai forum ini menjadi sangat penting sebagai wadah yang digunakan untuk mencari solusi dari persoalan yang ada. 

"Yang menjadi pekerjaan rumah (PR) itu, sebetulnya kan bagaimana kita membantu teman-teman UMKM untuk bisa memasarkan produknya. Salah satunya dengan mekanisme kontak bisnis ini,” katanya. 

Melalui forum ini, para pelaku UMKM bisa berkomunikasi langsung dengan calon pembeli, saling tukar produk, dan sebagainya. Harapannya, metode kontak bisnis yang dilakukan akan mempermudah komunikasi dan kerja sama antara para pelaku UMKM, pembeli, dan pihak lainnya.

"Jadi teman-teman UMKM bisa memasarkan produknya, bisa dikenal oleh buyer-buyer (para pembeli)," ucapnya. 

Sekda juga berharap UMKM di Jateng bisa tumbuh dan naik kelas. Terlebih, Jateng ditargetkan menjadi provinsi penumpu pangan dan industri nasional, artinya UMKM pun berperan besar dalam mewujudkan hal tersebut.

Salah seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Temanggung, Indarwati, menyampaikan bahwa ia sengaja datang ke kegiatan kontak bisnis untuk memperkenalkan produk miliknya yang bernama "Cokelat Memukao".

Produk itu adalah hasil olahan cokelat dari petani lokal di daerahnya. Variasi produknya, seperti cokelat gula aren dan coklat kopi. Indarwati ingin memberdayakan petani lokal dengan komoditas cokelat dari biji kakao, yang dinilai mulai ditinggalkan.

Dalam kesempatan itu, produknya ditawarkan ke PT Garuda Indonesia yang hadir dalam ajang kontak bisnis tersebut.

"Acara saat ini menarik, karena bagi pelaku UMKM sangat membutuhkan link (jaringan) untuk menambah koneksi. Supaya membantu kerja sama UMKM dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Handoko, mengatakan, perusahaannya telah lama menjalin kemitraan dengan petani dan UMKM di Jateng. Salah satunya, kerja sama terkait pengelolaan komoditas kentang, yang bahkan sudah berjalan sejak tahun 1989. Bentuk dukungan yang diberikan kepada petani, antara lain menyalurkan bibit, memberikan pendampingan, hingga menyerap hasil panen para petani. 

"Kalau di Jawa Tengah itu ada di Pemalang, Tegal, Purwokerto (Banyumas) untuk komoditas kentang," katanya.

Selain itu, para pelaku usaha perajin tempe di Kota Semarang juga diberikan pendampingan, agar produknya memiliki kualitas yang sesuai standar, serta terjamin kebersihan dan keamanannya.

"Dengan semua itu, maka petani/UMKM dapat kepastian pasar, dan kami juga dapat kepastian pasokan," katanya.


Bagikan :

SEMARANG - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mempertemukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan industri di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kota Semarang pada Kamis, 21 Agustus 2025.

Pertemuan itu diselenggarakan dalam kegiatan Business Matching to Smesco Kontak Bisnis Jalinan Distribusi Rantai Pasok Hulu Hilir (Jalidi Rapahuli) Produk UMKM.

Pada kesempatan itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah, Eddy Sulistiyo Bramiyanto, mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk mempertemukan dan membuat jejaring antara pelaku UMKM, industri menengah hingga besar, pemerintah, dan pihak-pihak lain. 

"Hari ini ada 900 UMKM lebih yang hadir," ucapnya di sela acara.  

Diketahui ada 5 gerai/stan zona yang mempertemukan jejaring usaha dari hulu ke hilir, di antaranya Zona Program Makan Bergizi Gratis, Zona Kebutuhan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, Zona Sertifikasi dan Kompetensi bagi UMKM, dan Zona Kebutuhan Rantai Pasok dengan Usaha Besar.

Dalam pertemuan itu, Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno, mengatakan, selain produksi barang, ada berbagai macam tantangan yang dihadapi para pelaku usaha kecil, salah satunya pemasaran produk. Oleh karena itu, ia menilai forum ini menjadi sangat penting sebagai wadah yang digunakan untuk mencari solusi dari persoalan yang ada. 

"Yang menjadi pekerjaan rumah (PR) itu, sebetulnya kan bagaimana kita membantu teman-teman UMKM untuk bisa memasarkan produknya. Salah satunya dengan mekanisme kontak bisnis ini,” katanya. 

Melalui forum ini, para pelaku UMKM bisa berkomunikasi langsung dengan calon pembeli, saling tukar produk, dan sebagainya. Harapannya, metode kontak bisnis yang dilakukan akan mempermudah komunikasi dan kerja sama antara para pelaku UMKM, pembeli, dan pihak lainnya.

"Jadi teman-teman UMKM bisa memasarkan produknya, bisa dikenal oleh buyer-buyer (para pembeli)," ucapnya. 

Sekda juga berharap UMKM di Jateng bisa tumbuh dan naik kelas. Terlebih, Jateng ditargetkan menjadi provinsi penumpu pangan dan industri nasional, artinya UMKM pun berperan besar dalam mewujudkan hal tersebut.

Salah seorang pelaku UMKM asal Kabupaten Temanggung, Indarwati, menyampaikan bahwa ia sengaja datang ke kegiatan kontak bisnis untuk memperkenalkan produk miliknya yang bernama "Cokelat Memukao".

Produk itu adalah hasil olahan cokelat dari petani lokal di daerahnya. Variasi produknya, seperti cokelat gula aren dan coklat kopi. Indarwati ingin memberdayakan petani lokal dengan komoditas cokelat dari biji kakao, yang dinilai mulai ditinggalkan.

Dalam kesempatan itu, produknya ditawarkan ke PT Garuda Indonesia yang hadir dalam ajang kontak bisnis tersebut.

"Acara saat ini menarik, karena bagi pelaku UMKM sangat membutuhkan link (jaringan) untuk menambah koneksi. Supaya membantu kerja sama UMKM dengan pihak-pihak terkait," katanya.

Sementara itu, Corporate Communication PT Indofood Sukses Makmur, Handoko, mengatakan, perusahaannya telah lama menjalin kemitraan dengan petani dan UMKM di Jateng. Salah satunya, kerja sama terkait pengelolaan komoditas kentang, yang bahkan sudah berjalan sejak tahun 1989. Bentuk dukungan yang diberikan kepada petani, antara lain menyalurkan bibit, memberikan pendampingan, hingga menyerap hasil panen para petani. 

"Kalau di Jawa Tengah itu ada di Pemalang, Tegal, Purwokerto (Banyumas) untuk komoditas kentang," katanya.

Selain itu, para pelaku usaha perajin tempe di Kota Semarang juga diberikan pendampingan, agar produknya memiliki kualitas yang sesuai standar, serta terjamin kebersihan dan keamanannya.

"Dengan semua itu, maka petani/UMKM dapat kepastian pasar, dan kami juga dapat kepastian pasokan," katanya.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu