Follow Us :              

Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemprov Jateng Kembali Gelar GPM

  04 September 2025  |   09:00:00  |   dibaca : 657 
Kategori :
Bagikan :


Jaga Ketahanan Pangan dan Kendalikan Harga Bahan Pokok, Pemprov Jateng Kembali Gelar GPM

04 September 2025 | 09:00:00 | dibaca : 657
Kategori :
Bagikan :

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

Daftarkan diri anda terlebih dahulu

Foto : Bintoro (Humas Jateng)

SEMARANG - Di tengah dinamika sosial dan politik yang terjadi, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan ketersediaaan bahan pokok serta mengendalikan harganya, agar tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan, salah satunya dalam bentuk penyelenggaraan program GPM di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. Pada Kamis, 4 September 2025, gerakan tersebut diselenggarakan di Kota Pekalongan dan Kota Salatiga. 

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Agus Prasutio, menyampaikan, GPM terlaksana berkat kolaborasi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng.

Kuota yang disalurkan di masing-masing kota, antara lain 5.000 kg beras dengan harga Rp11.000/kg, gula pasir sebanyak 500 kg seharga Rp14.000/kg, dan 500 liter minyak goreng yang dibanderol dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) atau sebesar Rp14.000/liter. Gelaran GPM di setiap daerah, setidaknya menyasar 1.000 penerima manfaat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat rasa aman dan kepercayaan (mereka dalam berbelanja),” tutur Ka Biro Perekonomian.

Gelaran GPM di kedua kota tersebut, tentunya disambut antusiasme masyarakat. Sejak pagi, antrean warga mengular di lokasi penyelenggaraan GPM. Mereka menunggu giliran dengan tertib untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dalam waktu dua jam, komoditas yang dibawa bahkan sudah ludes terjual diborong para pembeli.

Salah satu warga Kota Pekalongan, Harti, sangat senang karena pemerintah memberikan program yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. GPM membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Pihaknya berharap, GPM dapat dilaksanakan secara rutin. 

“Masyarakat sekarang merasa banyak sekali yang kekurangan, sulit, dan sebagainya. Ini memang membantu sekali buat masyarakat. Harapannya bisa terus, sehingga masyarakat yang kecil, bisa menikmati kegiatan seperti ini. Jadi pemerintah bisa merangkul masyarakat, terutama yang kekurangan. Ini bagus sekali,” katanya.

Diketahui, GPM yang gencar diselenggarakan oleh Pemprov Jateng merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mencukupi kebutuhan masyarakat, memastikan kemudahan akses pangan, menjaga stabilitas harga, dan memperkuat ketahanan pangan.


Bagikan :

SEMARANG - Di tengah dinamika sosial dan politik yang terjadi, Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., menggelar program Gerakan Pangan Murah (GPM) untuk memastikan ketersediaaan bahan pokok serta mengendalikan harganya, agar tetap stabil dan mencukupi kebutuhan masyarakat.

Hal tersebut diwujudkan, salah satunya dalam bentuk penyelenggaraan program GPM di sejumlah kabupaten/kota di Jateng. Pada Kamis, 4 September 2025, gerakan tersebut diselenggarakan di Kota Pekalongan dan Kota Salatiga. 

Kepala Biro Perekonomian Sekretariat Daerah Provinsi Jateng, Agus Prasutio, menyampaikan, GPM terlaksana berkat kolaborasi bersama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jateng.

Kuota yang disalurkan di masing-masing kota, antara lain 5.000 kg beras dengan harga Rp11.000/kg, gula pasir sebanyak 500 kg seharga Rp14.000/kg, dan 500 liter minyak goreng yang dibanderol dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) atau sebesar Rp14.000/liter. Gelaran GPM di setiap daerah, setidaknya menyasar 1.000 penerima manfaat.

“Melalui Gerakan Pangan Murah, masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus memperkuat rasa aman dan kepercayaan (mereka dalam berbelanja),” tutur Ka Biro Perekonomian.

Gelaran GPM di kedua kota tersebut, tentunya disambut antusiasme masyarakat. Sejak pagi, antrean warga mengular di lokasi penyelenggaraan GPM. Mereka menunggu giliran dengan tertib untuk membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Dalam waktu dua jam, komoditas yang dibawa bahkan sudah ludes terjual diborong para pembeli.

Salah satu warga Kota Pekalongan, Harti, sangat senang karena pemerintah memberikan program yang langsung dapat dirasakan manfaatnya. GPM membantu meringankan beban pengeluaran rumah tangga. Pihaknya berharap, GPM dapat dilaksanakan secara rutin. 

“Masyarakat sekarang merasa banyak sekali yang kekurangan, sulit, dan sebagainya. Ini memang membantu sekali buat masyarakat. Harapannya bisa terus, sehingga masyarakat yang kecil, bisa menikmati kegiatan seperti ini. Jadi pemerintah bisa merangkul masyarakat, terutama yang kekurangan. Ini bagus sekali,” katanya.

Diketahui, GPM yang gencar diselenggarakan oleh Pemprov Jateng merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam mencukupi kebutuhan masyarakat, memastikan kemudahan akses pangan, menjaga stabilitas harga, dan memperkuat ketahanan pangan.


Bagikan :
Daftarkan diri anda terlebih dahulu